Share

Chapter 16

Malam yang dinanti tiba. Alan menyebutnya malam pertaruhan. Pertaruhan akan kredibilitasnya sebagai seorang paman bagi Bianca, dan sekutu tunggal bagi Shania. 

Sebagai seorang paman, ia berkewajiban menjaga—baik fisik maupun perasaan—sang keponakan, dan sebagai sekutu Shania, ia merasa berkewajiban memastikan Shania aman dari serangan-serangan tajam sang keponakan yang nampaknya akan menjadi sebuah keniscayaan. 

Sementara Shania sendiri, menyebut malam ini adalah malam pembuktian. Ia harus membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia masih seorang wanita tangguh bak batu karang, yang sanggup menghadapi tantangan apapun di depannya—karena ia merasa ragu identitasnya agak sedikit berubah setelah beberapa hari bertahan hidup di tengah keluarga Ananta yang aneh. 

Selain itu, Shania juga harus membuktikan pada sang putri tiri, bahwa dirinya adalah seorang ibu tiri yang baik dan sama sekali tak pantas di anggap sebagai tokoh antagonis dal

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status