Share

Tulang Rusuk
Tulang Rusuk
Author: MaharKu

Prolog

Saliva yang hendak kutelan, seperti tersangkut di tenggorokan. Mata memanas, tak percaya pandangan sendiri saat mendapati Mas Abi, suamiku sedang bercumbu mesra dengan perempuan lain.

Adegan itu terus berlanjut hingga sebuah kilat bayang hitam hadir mewujud sebagai diriku. Apa ini? Ingin bergerak tetapi seluruh tubuh terasa kaku.

Oh, Allah apa yang terjadi? Pandangan menyisir di mana tempat ku berdiri saat ini. Melihat dari benda yang ada, sofa, ranjang, ini bukan kamarku.

Aku menatap kembali kepada dua manusia yang kini sedang bergelung saling tindih di atas ranjang. Sayup ku dengar suara Mas Abi ketika menyentuh wanita itu, bukan diriku. Akan tetapi, lelaki berambut rapi itu terus mendesah, memanggil nama, "Ze, sayang...."

Kaku seluruh tubuh, dengan segenap tenaga tersisa berlari ke arah mereka, mencoba memisahkan keduanya sekuat kubisa, tetapi nihil.

Wajah wanita yang bercinta dengan Mas Abi tak bisa kulihat wajahnya. Dalam sekejap, rasa takut berubah menjadi amarah yang siap meledak

"Mas! Lihat, aku di sini!" Sekali lagi berteriak memanggil, tapi suaraku sepertinya tidak terdengar. Mereka tetap melakukan aksi di atas ranjang hingga spreinya kusut. Menjijikkan!

Mulutku terkatup rapat merasai hujaman demi hujaman rasa sakit yang menyerang beringas. Merangsek dan menghancurkan sisa-sisa hatiku yang mati rasa.

"Hai?" Aku menoleh ke belakang. Kudapati seorang wanita paruh baya cantik sedang tersenyum. Dia menatapku dengan seringai yang mengerikan.

"Ap …, siapa kamu?"

Dia terus berjalan ke arahku tatapan matanya seakan hendak menerkam karena berada di ruangan yang tak seharusnya aku berada di sini. Namun, di luar dugaan tubuh wanita itu menembus tubuhku.

Aku terkesiap kaget. Kenapa tubuhku yang utuh ini bisa berubah seperti asap?

Belum reda rasa terkejutku tubuhku seperti tertarik pada sebuah ruangan yang lebih benderang.

Ah, ini siang. Bukankah ini.... ruang tamu yang....

"Aku bisa membuatnya bertekuk lutut padamu." Kata suara itu, pelan tetapi tegas terdengar.

Aku berusaha menghilangkan rasa getir yang tiba-tiba menyergap. Mendengar percakapan dua orang perempuan

Ruangan yang benderang kini menyirami wajah dua orang yang sedang berdiskusi, bukankah itu wajah....

***

Selamat datang di cerita saya yang satu ini, semoga kalian semua menikmati kisah ini dan terima kasih untuk yang sudah mampir serta menyalakan bintang. 

Love,

Mahar

Related chapters

DMCA.com Protection Status