Share

45. Bawa aku pergi (Zea)

"Njenengan, sudah memiliki penerus. Saya lihat, Sahra juga sangat mencintai kamu, Mas. 

..., saya yakin tidak butuh waktu lama untuk bisa membuka hati pada wanita yang sudah merelakan seluruh hidupnya untuk membuat seluruh pesantren ini menjadi bungah, bahagia. Sebab, penerus kerajaan yang sudah meraka nantikan akhirnya hadir. Sedangkan untuk saya ....”

Aku memaksa saliva membasahi tenggorokan, membiarkan silabel bermunculan dengan sempurna.

<

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status