3

Ha ha ha, hiruk pikuk berusaha memecah telinganya dengan tawa di atas derita. Seperti ini kah akhirnya? Poni menertawai dirinya sendiri, begitu percaya diri dan juga berharap pada Alpha Black Moon Pack sekarang ini, siapa dia? Bersanding dengan putra mahkota dengan mengandalkan seorang budak? Oh, memalukan sekali.

Poni berusaha menahan tangis di tengah ramainya hinaan, dia berjalan beberapa langkah, tetapi, dia kembali ke atas altar dan mengecup pipi Bardolf dan memeluk pria tersebut secara kilat.

"Setidaknya, aroma hujan yang kudambakan, kini menyambut lukaku."

Poni berlari secepat mungkin, dengan perasaan yang begitu malu dan sakit hati, sedangkan Berta, wanita tua itu lega sekaligus senang bahwa ikatan antara Bardolf dan gadis kecil itu telah putus, jadi ... dirinya ada harapan untuk melangkah ke hati Alpha.

"Aku bukanlah pengecut, yang sakit hati kemudian bunuh diri di jurang. Takdir yang telah ditetapkan, dia lawan. Aku tidak tahu, hukuman apa yang akan Dewi Bulan berikan. Hanya karena aku seorang maid, tali pasangan dari-Nya, ia putuskan begitu saja? Apalagi dengan senyum hinanya kepadaku, miris sekali," lirih Poni, di akhir kalimatnya.

"Hei, Burung! Kau tahu? Bahwa hatiku sangat sakit, he he he. Kenapa orang-orang menjauhiku? Melukaiku? Bahkan, hampir menyopot jantungku di tengah keramaian. Ish, ish, ish, kasihan sekali, yah," curhatnya ke pada burung yang hinggap di atas dahan kayu, "beri aku solusi, agar hatiku yang sakit, durinya tercabut secara perlahan," lanjut Poni.

Dia tertawa, kemudian menangis histeris. Poni tidak bisa hidup tanpa mate, ada apa dengan Dewi Bulan? Kenapa dia memberinya takdir seperih ini? Apakah dia sengaja? Karena dirinya seorang maid yang diperbudak?

"Kejam sekali kau! Aku membencimu, Dewi Bulan. Kenapa dia memutuskan tali takdir? Bukankah segala takdir yang telah kau tentukan, tidak dapat diganggu gugat oleh seseorang? Tetapi, kenapa dia bisa? Ck, maafkan aku yang sudah kelewatan," sesal Poni, pada akhir kalimatnya.

Sekarang, Poni mengalami stress, pikirannya berkecamuk sekarang. Bahkan, Poni ingin pergi dari Black Moon Pack, namun, tidak bisa. Siapa yang akan menerimanya? Jika dipersilakan masuk dalam kawanan rogue, Poni tidak mau, lebih baik dia hidup sebagai perawan tua, daripada bergabung pada komunitas liar tersebut.

"Hei, hei, hei! Orang yang di-reject oleh mate-nya sendiri, ternyata bersedih kasih. Tenang, kau tidak sendiri. Kita mengalami penolakan yang sama. Hi hi hi, aku adalah hantu sakit hati, yang siap menemanimu, gadis cantik." Seseorang berada di belakang Poni, dia merupakan warrior pack yang hatinya melanglang buana dalam kesedihan.

"Aneh, kenapa kau berada di sini? Bukannya ini perayaan untukmu?" tanya Poni.

"Aku tidak ikut, bosan berada di sana. Apalagi Alpha yang sekarang, terlihat diktator da juga tirani," jawab warrior tersebut.

"Apa itu Tirani?"

"Kekuasaan sewenang-wenangnya, Alpha dan para Beta merupakan orang yang licik, mereka pandai memolitik seseorang, hingga terbuai dalam ucapan mereka," jawabnya.

Keanu, warrior pack yang mengalami luka yang serupa dengan Poni, di-reject oleh pasangannya sendiri, tetapi, tidak separah Poni yang diumumkan di hadapan rakyat dan para orang-orang terpenting di sini.

"Jangan terlalu risau, ketika kita di-reject oleh mate, Dewi Bulan akan menggantikan hal yang indah, jangan sampai mengumpatinya. Dewi Bulan memang menentukan takdir pasangan kepada sebangsa kita, bukan berarti ... dia pula yang memutuskan tali tersebut, dia hanya menaburkan, segala larangan dan bangkangan dari hamba-Nya, itu diluar takdirnya, karena keburukan adalah sifat yang dimiliki oleh para kaum werewolf, juga kaum lainnya," ujar Keanu, memberi penjelasan penting kepada Poni yang akhirnya, membuat gadis tersebut sadar, bahwa Bardolf, menganggap sepeleh takdir dari MoonGodnes.

ლ(́◉◞౪◟◉‵ლ)


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status