8

"Maksudnya?"

"Seperti yang kukatakan, ada dan tidak ada tergantung dari takdir yang ditetapkan oleh-Nya. Jikalau pun ada pengganti, sangat kecil persennya untuk ada. Bersabarlah, kau akan mendapatkan takdir lain yang lebih membahagiakan," jawab Fluffy.

┗(^0^)┓

Di Black Moon Pack, Alpha Jeavy dan Luna Erinka mencari keberadaan Poni, bukan Bardolf, karena, sang Alpha sendiri tahu jika anaknya dapat melindungi diri, namun tidak dengan Poni, si maid yang rapuh dan masih muda.

"Ck, sayang. Kamu kembalilah ke pack. Di luar sana berbahaya, tenanglah, kami akan menemukan Poni. Beritahu berita ini kepada ayah dan ibunya."

Jeavy berada di pintu gerbang pack bersama beta dan para warrior, pria tersebut tidak mungkin membiatkan istrinya ikut, karena suatu hal yang selain berbahaya.

"Baiklah, jaga dirimu."

Erinka kembali ke istana, memerintahkan para pengawal untuk memanggil orang tua Poni.

Menghadapnya mereka kepadanya, membuat sang Luna marah besar. "Kenapa diam saja? Anakmu menghilang."

"Kami tidak khawatir, karena yang membawanya adalah Alpha Bardolf, jika anak kami meninggal, maka kami akan menuntut Anda, Luna," jawab Ayah Poni.

Erinka geram, dia tahu, dia tahu jika anaknya lah yang membawa Poni, tetapi, kenapa mereka tidak merasa khawatir sedikit pun terhadap anak mereka? Gila, kata gila sangat cocok kepada dua orang itu.

"Sedikit pun, kalian tidak peduli?" tanya Erinka.

"Tidak," jawab Ibu Poni, sangat yakin dengan ekspresi yang biasa saja.

"Silakan pergi!"

Ketika Poni kembali ke pack, dia akan memutuskan sesuatu, bahwa Poni akan menjadi anak angkatnya! Tidak ada pengecualian, karena mereka sudah tidak peduli lagi, dengan gadis malang itu.

Berpacu pada Jeavy, dia berubah dalam mode serigalanya, yaitu Alaric. Alaric mengendus aroma tubuh anaknya yang melewati area hutan secara lurus.

Dan, Alaric mengikuti aroma tersebut hingga sampai di suatu tempat, yaitu ... rumah yang kosong.

"Di sini?" gumam Alaric, rumah di depannya tak terawat sama sekali, mungkinkah Bardolf dan Poni ada di sana?

"Tidak, Bardolf sangat benci dengan tempat yang tidak terjamaah sama sekali." Memang benar, dan Alaric mengabaikan tempat tersebut dan melaju ke tempat lain.

Perjalanannya harus terhadang oleh beberapa serigala liar, tetapi, itu bukanlah halangan yang berat, bahkan, sangat mudah. Dengan cepat, mereka menghabisi para serigala itu dengan menyoyak leher mereka.

Pencarian berlanjut, hingga langit menggelap dan terus melarut. Alaric belum menemukan Bardolf, sebenarnya, bukan itu target utamanya, tetapi Aponi. Sangat disayangkan jika gadis kecil itu harus berada di samping anaknya yang kejam, keras kepala, dan egois.

"Jeavy, kita harus kembali. Perbatasan sudah kita lewati dan ini melanggar peraturan werewolf. Mereka akan salah paham jika kita melanjutkan, jangan sampai seseorang tahu akan hal ini," mind-link Alaric ke Jeavy.

Jeavy mengangguk, mereka berganti shift, kemudian kembali ke pack dengan cepat, di ikuti oleh beta dan para warrior.

Lamanya Erinka menunggu, tak membuahkan hasil sama sekali ketika mendengar kabar pencarian dari mate-nya.

"Tidak apa-apa, sayang. Kita hanya perlu berdoa, semoga Poni baik-baik di sana."

Di rumah Fluffy, Aponi harus tidur bersama Bardolf karena pemilik rumah hanya memiliki dua kamar. Perapian harus dimatikan karena Fluffy takut jika angin kencang menyambar api dan membuatnya membesar.

Jadilah seperti ini, dengan kasur yang seadanya, dia harus terdekap dalam dada bidang Bardolf.

"Jangan bergerak, sesuatu di bawah sana sangat sensitif. Denyutannya, membuatku hampir menyerangmu," bisik Bardolf.

(☆^O^☆)


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status