10

Di depan sana, terdapat warrior yang menjaga pintu gerbang, mereka adalah ayah dan ibu Aponi. Aponi yang melihat itu tersenyum, tersenyum bukan berarti senang untuk bertemu dengan mereka, tetapi ... ketidakpedulian orang tuanya, sangatlah menguntungkan sekarang ini.

Aponi belum tahu, apa yang akan dicari oleh Fluffy, karena, Fluffy sedang mencari moment yang tepat untuk mengambil sebuah tanaman yang dapat dijadikan sebuah eksperimen.

"Fluffy, apa yang kamu cari?"

"Tanaman, lebih tepatnya pohon kecil yang dapat berbicara," jawab Fluffy.

Aponi mengernyitkan keningnya, memangnya ada pohon yang berbicara? Dia bertanya akan hal itu, dan Fluffy menjawab -ada- , baiklah, ia percaya sekarang.

Melihat orang tuanya berjaga, dia menarik Fluffy tanpa khawatir jika di lihat oleh dua orang yang menjaga.

"Aponi, kau gila, Nak!"

Aponi tertawa kecil mendengar jeritan Fluffy yang spontanitas. Tepat dugaannya, bahwa dua orang yang menjaga hanya menatap dirinya bersama Fluffy.

"Tenang, dua orang itu adalah ayah dan ibuku. Mereka tidak pernah peduli padaku, jika aku meninggal, mereka sangat senang, ha ha ha. Sudahlah, kita harus mencari pohon yang berbicara itu," ujar Poni, menetralisir kesedihannya.

Di sekitar Black Moon Pack, terdapat rimba, di sana banyak sekali makhluk-makhluk aneh, semacam vampire dan juga witch. Mereka berkoloni, juga memiliki wilayah perbatasan yang tidak boleh dijelajahi tanpa adanya izin.

"Mereka menakutkan. Lihat, matanya merah menyala," bisik Poni.

"Diam saja, jangan banyak bicara. Siapa tahu kau menyinggung makhluk penghisap darah itu, memangnya kau ingin menjadi santapan mereka?"

Aponi menutup mulutnya dan menggeleng kuat. "Maka dari itu, diam dan ikut saja aku, gadis kecil. Kita harus cepat menemukannya."

Berjam-jam lamanya, mereka belum menemui pohon tersebut. Yang Fluffy ketahui, pohon itu kecil dan pandai bersembunyi, mereka juga dapat bergerak, bahkan, dapat meniru auman serigala untuk menakuti musuh yang masuk dalam wilayahnya.

"Fluffy, aku lelah. Bisa beristirahat sebentar?"

Fluffy menghela napas kemudian mengangguk. Saat Aponi duduk, dia mendengar sesuatu yang patah atau retak.

Krek.

"Kau mendudukiku!" pekik sesuatu.

Aponi langsung berdiri dan melihat sebuah pohon yang berbicara dan menatapnya marah. "Lihat, rantingku patah, kau harus bertanggung jawab, kalau tidak ... aku menangis!" teriaknya.

Bukannya merasa bersalah, Aponi melompat kegirangan dan memanggil Fluffy berulang kali. "Fluffy, aku menemukannya, dia menangis!"

Fluffy beranjak dan menghampiri Aponi, saat melihat pohon tersebut terus menangis dan bermencak-mencak, dia meraihnya dan mengobati tangan pohon itu dan mengembalikannya.

"Maaf, dia tidak sengaja. Dan rantingmu (tangan) telah kembali," ucap Fluffy, dengan lembut.

Pohon itu dinamakan sebagai Wiry, yang memiliki hubungan sihir antara wizard dan fairy.

Mengapa Wiry bisa ada? Pada saat peperangan antara kaum wizard dan witch, bangsa fairy datang menolong penyihir kelas mantra tersebut untuk mengalahkan penyihir kelas ramuan.

Di tengah pertempuran, terdapat dua orang antar wizard dan fairy, menggabungkan sihir mereka, bulir sihir yang terjatuh di tanah membentuk sebuah kehidupan, yang di mana pohon tersebut tercipta di atas tanah.

Mereka cenderung penakut, pemalu, dan selalu bersembunyi, kenapa? Karena sebuah peperangan mengakibatkan rasa takut untuk mereka yang baru tercipta di situasi yang menegangkan.

ლ(́◉◞౪◟◉‵ლ)

Bagaimana? Maaf kalau pembuatan sejarah pohon berbicara terdengar ngawur, wkwkwk. Maklum, imajinasi tingkat rendah. 🤣


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status