30

Sudah masuk chapter 30🤣 gak nyangka lah sampai di sini. Terima kasih telah mendukung author.

Selamat membaca.

Fluffy memperingatkan Bardolf bahwa dia terlalu cepat mengambil tindakan kepada Berta, seharusnya, dia harus mengulik lebih jauh dari informasi wanita tersebut.

Bardolf santai saja, dengan senyum khasnya (seringai) dia membalas, bahwa, segala informasi akan didapatnya ketika Berta disiksa di penjara pack.

Sementara Aponi, dia jengkel kepada Bardolf yang mengatainya bodoh, kenapa pria itu selalu kasar padanya? Tak peduli jika dia seorang perempuan. Kini Aponi sadar kalau Bardolf memang tidak berperasaan.

Masih di ruangan maid, semua kalangannya senang ketika sang ketua ditangkap oleh alpha, mereka puas, sangat puas! Kenapa? Berta selalu semena-mena, bahkan hanya menyuruh mereka sedangkan dia bersantai saja, ketika alpha datang barulah dia berperan layaknya seorang maid bekerja seperti pembantu.

"Mampus juga dianya, ha ha ha, aku membayangkan dia digilir oleh para tahanan di sana."

"Aku pun, semoga dia berada di sana selamanya."

"Sependapat!"

Aponi pergi dari tempat itu, meninggalkan temannya yang menatap heran, dia tidak peduli, sekarang ... bukan waktunya tertawa di atas penderitaan orang lain, tetapi harus bertanggung jawab sesuai posisi mereka di pack, yaitu bekerja.

Pekerjaan utama Aponi, adalah kamar Bardolf yang harus dibersihkan lagi, karena pria itu telah memorakporandakannya, membuat Aponi mengeluh.

Gagang pintu diputar, dan pintu tersebut terkunci dan Aponi mengetuknya terlebih dahulu.

"Siapa?!"

Aponi berdecak kesal, bertanya saja dia membentak, membuatnya sedikit takut. "Saya Aponi, Alpha."

Pintu pun dibuka dari dalam, Bardolf menatapnya dengan dingin. Aponi menatap jeli, bukan pria di hadapannya yang ia tatap, tetapi ... seseorang di belakang sana, yang tidak asing baginya.

"Fluffy?" tanya Aponi, detik kemudian dia menutup mulut tidak percaya dan berteriak memanggil nama peri itu, "Fluffy! Aku merindukanmu."

Aponi menghampiri peri tersebut dan memeluknya dengan erat. Fluffy tersenyum dan menyambut pelukan Aponinya.

"Aku pun merindukanmu, Aponi. Kenapa kau tidak mengunjungiku, hm?"

"Eum, maaf. Aku sibuk dengan pekerjaan pack yang begitu banyak, dimulai dari memasak, memanggil petinggi pack, membersihkan kamar Alpha Jeavy, Luna Erinka, juga Alpha Bardolf. Semuanya kulakukan, dan itu tiada henti," resah Aponi.

"Ck, ck, ck. Tidak ada istirahat sama sekali?"

"Ada, tetapi sebentar saja. Karena ketua maid akan marah dan memukulku," jawab Aponi.

Bardolf terpancing seketika. "Dia pernah memukulmu?!"

"Tidak, tapi hampir saja waktu aku telat membuat jamuan para tetua."

Fluffy terkikik geli, dia memberitahu kegelisahan Bardolf kepada Aponi, semuanya tanpa disembunyikan sedikit pun, hal itu membuat Bardolf kesal dengan peri itu, bahkan dia sangat malu sekarang!

"Aku tidak percaya, dia kejam! Mana mungkin khawatir? Ha ha ha, jangan mengada-ngada Fluffy, bahkan dia pernah menyakitiku, kurasa ... hal itu hanyalah kesemuan saja," lirih Aponi, meninggalkan tempat itu kemudian.

"Ups, sepertinya aku salah ucap. Tetapi, aku tidak bisa menyalahkan Aponi yang membalasnya seperti itu, karena kau yang selalu memerlakukannya dengan kasar bukan? Masalah perasaan kali ini, aku tidak bisa membantumu Bardolf. Kau harus berjuang sendiri, sebelum perjuanganmu terlambat dan takdir baru akan segera menjemputnya," peringat Fluffy.

Bardolf diam, tak membalas ujaran Fluffy. Dia menyerna semua kalimat Aponi tadi, sekejam itukah dirinya? Mungkin, Bardolf miris sendiri jadinya, Aponi pantas membenci untuk seorang alpha yang egois dan tidak memikirkan perasaan mantan mate-nya.

"Fluffy, atur ulang waktu dan kembali ke masa lalu, aku ingin menarik kata-kataku, saat pertama kali pengangkatan alpha."

ლ(́◉◞౪◟◉‵ლ)


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status