31

"Aku tidak bisa, ketika aku mengubah masa lalu hal yang terjadi hari ini tentu berbeda dengan perubahannya nanti, bahkan kita tidak tahu apakah kita akan bertemu ketika aku mengubah masa itu? Tidak sama sekali, takdir yang berjalan akan berbeda."

Bardolf frustasi, bagaimana caranya dia menarik hati Aponi kembali? Dan bagaimana ketika dia berhasil tetapi mate gadis tersebut datang? Dan juga, kemungkinan besar pula dirinya memiliki mate.

"Dia tidak punya mate, aku pun sama. Jika kita melakukan penyatuan, itu tidak masalah bukan?"

"Masalah! Kau tidak berhak melakukannya, penyatuan dilakukan ketika kalian ada hubungan takdir dan saling menyukai, tetapi, aku akan menyelusuri ini karena yang sebenarnya, aku pun tidak tahu, itu bermasalah atau tidak, ha ha ha."

"Sial sekali, kau memper-"

"Apa?! Kau ingin kubunuh serigala nakal?" Fluffy menunjukkan kekuatan alamnya dengan kelima elemen yang melayang di sekitar tubuhnya.

"Menyeramkan sekali, peri macam apa dia? Sebuah iblis yang menyamar menjadi sosok peri kecil yang terlihat rapuh?" gumamnya dengan nada curiga.

"Untung kau anakku, jika bukan ... habislah bulumu karena kucabut semuanya."

"Kejam sekali, tubuhku akan infeksi semuanya. Jangan sampai kau menyabut bulu perkasaku yang tampak seksi ini, nanti Aponi tidak bergairah."

"Percaya diri sekali!"

Fluffy menatapnya dengan jengah, sudah berapa banyak dia mengucapkan 'sekali'?

"Eh, bagaimana dengan kamarku? Semuanya berantakan."

"Kerjakan sendiri, siapa suruh membuat Aponi marah?"

"Hah? Bukannya kau yang membuatnya marah, Ayah Tua?"

"Terserah!"

"Argh."

Malam hari, semuanya terlelap. Ketika semuanya bermimpi indah, Fluffy tengah melakukan sesuatu untuk cerahnya masa depan Bardolf dan Aponi. Peri itu keluar melalui jendela, melayang di udara dan menuju ke langit yang tinggi, ketika berada pada titik tertentu, dia merentangkan tangan kemudian mengucapkan mantra yang dapat memanggilnya.

Gemuruh petir mengiringi suasana malam itu, dan orang yang ia tunggu akhirnya telah tiba dengan cahaya yang menyilaukan.

"Hai, Fluffy. Sudah lama tidak bertemu, aku selalu berharap bahwa kau memanggilku, tetapi kau tak acuh. Dan kali ini, ada hal penting bukan?"

"Yah, aku hanya ingin bertanya MoonGodNess."

"Apa itu?"

"Kedua orang merupakan bekas dari takdir yang telah terputus, ketika mereka saling mencintai kembali tanpa adanya ikatan, apakah sah melakukan penyatuan?"

"Tidak semuanya, hanya orang tertentu saja yang mampu mendapatkan anugerah itu dengan kembalinya ikatan takdir mereka, tetapi harus ada syarat."

Fluffy mengerutkan keningnya, "Syarat? Apa syaratnya?"

"Penyatuan adalah proses bercintanya kedua pasangan yang saling mengasihi, menyayangi, dan mencintai tentunya, itu adalah syarat utama, jika tidak ... maka ikatan takdir tetap terputus dan selamanya akan seperti itu."

Setelah mendapat jawaban, mereka sempat berbincang mengenai hal yang penting dan sangat rahasia.

"Baiklah, terima kasih atas jawabanmu. Aku akan memanggilmu di lain waktu."

"Sama-sama, sampai jumpa, Fluffy."

Fluffy turun ke kamar Bardolf dan menyusul pria tersebut ke alam mimpi, karena akhirnya ... dia telah menemukan jawaban yang dicari oleh mereka berdua.

"Aku sudah berperan penting dalam kehidupan kalian."

Ke esokan harinya, Bardolf terbangun, dia tak menemukan Fluffy. Hanya secarik kertas yang ada di atas meja, ketika dia membacanya, peri tersebut memberinya sebuah jawaban yang mengesankan.

Lakukan penyatuan. Cinta dan kasih sayang, adalah kunci yang utama.

Bardolf tersenyum, dia akan melakukan penyatuan pada hari ini dan akan membopong gadis itu secara paksa, jika dia memberontak.

"Tunggu sayang, talinya akan terhubung kembali."

ლ(́◉◞౪◟◉‵ლ)


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status