32 (21+)

Bardolf menelepati Wolfe, tetapi belum ada tanda-tanda kehadiran serigalanya, ia menghela napas, Wolfe tidak bermain-main dengan rasa sakitnya ketika kehilangan mate.

Kesalahan besar yang hanya berpatok pada logika saja, tapi tidak dalam hati mereka secara langsung.

Bardolf membatin, kemungkinan Wolfe hadir ketika dirinya telah melakukan penyatuan terhadap Aponi.

"Yah, serigalaku akan kembali ketika aku dan Aponi memadu kasih, tinggal menunggu kedatangan gadis itu dan membawanya ke atas ranjang dan saling menikmati rasa."

Bardolf pun menunggu, dia pikir sebentar lagi Aponi akan tiba, tetapi tidak ... karena gadis itu belum datang juga. Menunggu beberapa jam kemudian, dia merasa dongkol di kamarnya sendiri, ketika pintu terbuka, senyumnya merekah ketika gadis yang ditunggunya telah tiba sembari membawa makanan dan minuman.

"Maaf Alpha, saya datang tanpa mengetuk pintu. Pekerjaan pack begitu banyak dan sedikit membuat saya linglung, hingga lupa memanggil Anda untuk makan bersama."

"Tidak masalah, lagipula aku menunggumu Aponi."

"Hah? Apa yang Anda tunggu dari saya?"

"Kedatanganmu, untuk melakukan suatu hal yang nikmat," jawab Bardolf dengan senyum khasnya.

Aponi masih belum mengerti, dia meletakkan nampan di atas meja dan menghampiri serigala yang menatapnya penuh hasrat, dan Aponi tidak sadar akan hal itu.

"Anda lapar, Alpha?"

"Yah, sangat lapar. Aku ingin melahapmu sekarang juga sayang." Pandangannya menggelap seketika, nafsu yang ia tahan kini menggebu-gebu ketika sang pujangga mendatangkan diri ke kandangnya.

"Aku mencintaimu, Aponi. Hanya saja, hatiku sekuat baja selalu menutupinya karena takut dan malu jika kau menolakku, tetapi ... kumohon terimalah diriku, yang hina, kejam, dan bengis di matamu, agar takdir yang pernah kuputuskan, kembali terhubung," ungkap Bardolf.

Aponi diam, dia tidak tahu harus bagaimana, jantungnya pun berdegup kencang. Dia, dia, dia, tidak bisa memikirkan apa pun, selain .... .

"Pintu belum terkunci, bagaimana jika seseorang masuk?"

Bardolf menggeram kesal, dia beranjak dan mengunci pintu kamarnya kemudian melemparnya asal.

"Sekarang, apa lagi, hm?" tanyanya dengan suara yang serak.

"A-aku tidak tahu," jawab Aponi.

Bardolf tersenyum, kemudian menyeringai penuh hasrat ketika dia membawa Aponi di atas ranjang dan menindih gadisnya sekarang.

"Balaslah aku, dengan penuh cinta. Agar, kita dapat bersatu dalam ikatan takdir yang disebut mate," bisiknya.

Aponi tersihir, padahal kalimat Bardolf bukanlah mantra, tetapi ... dia tersorot pada mata teduh itu yang mengungkapkan perasaannya secara tulus, tanpa sadar, Aponi mengangguk dan menerima penyatuan yang disinyalkan oleh Bardolf.

"Lakukan, al-alpha," ucap Aponi, malu-malu.

Penyatuan pun terjadi. Fluffy yang berada di suatu tempat, melihat sebuah sinar tengah melesat menuju langit, dan sinar tersebut merupakan tali yang terbentuk, namun saling berjarak karena telah putus.

"Fluffy, ini lah yang kau inginkan bukan?" tanya Dewi Bulan.

"Tentu, kuharap kau menepati janjimu, Dewi Bulan."

"Tenang, janji adalah hutang, dan akan kutepati."

Dewi Bulan memegang kedua tali itu dan menyatukannya kembali. Setelah tali tersebut menyatu, seketika aroma hujan dan bunga sweet pea saling memancar pada tubuh yang memadu kasih di sana.

Bardolf dan Aponi tidak sadar, mereka tetap fokus untuk meraih puncak kenikmatan yang masih berada di tengah-tengah.

"Ba-Bardolf."

"Eum?" Bardolf tersenyum, hanya eum yang dikatakannya, kemudian melanjutkan ayunannya agar tetap lihai dan memanjakan kasihnya.

(☆^ー^☆)

Penyatuan tersebut, mengakibatkan wangi yang menyeruak begitu tajam di Black Moon Pack. Sampai-sampai, para petinggi pack membatin, (pertanda apa ini?) untuk membuktikan hal itu, mereka mencari sumber wangi tersebut.

Mereka terus mengikuti dan terhenti di depan kamar alpha.

"Bersumber di sini. Aku tidak salah bukan?" tanya Jeavy pada tetua.

"Tidak, wanginya lebih tajam lagi di kamar Alpha Bardolf."

Karena penasaran, Erinka mengetuk pintu kamar putranya, namun, tak ada jawaban sama sekali, hingga sebuah suara dalam sana, membuat mereka tersadar bahwa sang alpha sedang .... .

Bercinta.

ლ(́◉◞౪◟◉‵ლ)

Akhirnya kedua insan itu bersatu lagi🤣 gimana menurut kalian? Cocok atau nggak? Mungkin kurang greget karena author gak jelasin perjuangan Bardolf sampai di mana?


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status