34

Aponi kesal dalam batin, kenapa Bardolf semesum itu? Masalahnya, tempat dan waktunya tidak tepat sama sekali. Mungkin, dia biasa saja, tetapi berbeda dengan dirinya yang merasa malu, malu sekali!

"Ish, sakit," cicit Aponi, meredam malunya dan sebagai pengalihan suasana.

"Sudah kubilang, milikmu butuh penetrasi dariku sayang."

"Hentikan, Bardolf. Kamu membuatku malu di sini," bisik Aponi, memejamkan matanya karena tak tahu harus membuang muka di mana lagi.

"Ha ha ha, tidak perlu malu, Nak. Pasangan baru memang seperti itu, terutama pada seorang laki-laki yang kemesumannya bertingkat, itu adalah hal yang wajar," beritahu Erinka. Dia tahu karena berdasarkan pengalaman bersama Jeavy waktu dia dan mate-nya masih muda.

Aponi tersenyum kecil, dia duduk dan menunggu alphanya selesai makan. Ketika Bardolf telah selesai, pria itu menggendong mate-nya kembali ke kamar.

"Masih sakit?"

"He'em."

Bardolf berbaring dan membawa wajah Aponi dalam dekapan dada bidangnya, tak hanya itu, dia mengusap lembut kepala mate-nya dan berulangkali mengecupnya sayang.

"Pejamkan mata, sakitnya akan hilang seiring tenangnya jiwamu di alam mimpi, dan aku menyusul."

Di ruangan maid, banyak yang terkejut melihat sang alpha duduk bersanding dengan seorang budak di pack. Tentunya, itu menimbulkan keirian besar terhadap mereka, tetapi, keirian yang tidak mengakibatkan sebuah dendam. Sebagian, merasa senang pula, dan berharap nasibnya akan seperti Aponi pada suatu saat.

Sementara, di sebuah tempat. Seorang wanita tengah meramu di atas kuali sihirnya, dia melihat-lihat keadaan Black Moon Pack, ketika menyelusuri keadaan di tempat tersebut, dia merasa ... ada hal yang mengganjal.

Yaitu, hilangnya keberadaan Berta, dan munculnya sebuah aura yang telah terputus, kembali menyatu dan menciptakan sebuah kekuatan yang luar biasa.

"Apa yang terjadi?! Dan ke mana Berta?"

Dia mengulik lebih jauh lagi, hingga menyadari bahwa ramuan ilusinya telah sirna di pack itu.

"Hilang? Kenapa cepat sekali? Dan tanda-tanda penyatuan dari korban Berta tak ada sama sekali, apa wanita itu gagal menjalankan misiku? Jika iya, aku akan mengutuknya! Dasar wanita tua tidak berguna," murka penyihir tersebut.

Dia telah membantu Berta semampu kekuatannya, tetapi ... ini balasan yang didapatkannya? Bahkan setengah pun tidak ada! Ini penghinaan untuknya. Dan sekarang, keberadaan Berta menghilang (tak dapat terlacak).

"Akan kucari tahu secara langsung, di pack itu!"

Ia mengantongi tongkatnya dalam pakaian, sebagai penjagaan jika seseorang menyerangnya di perjalanan, tetapi, dia berharap tidak agar perjalanan cepat.

Dan sesuai keinginan, tak ada halangan, juga, ini pertama kali tak ada penjagaan di pintu gerbang pack.

Saat masuk, aroma sweet pea dan teduhnya hujan menyambut hidung penyihir tersebut.

"Apa ini? Menenangkan sekali. Hal yang tidak wajar telah terjadi."

Seperti biasa, dia tersenyum dan menyapa para rakyat kemudian berkunjung ke istana seperizinan para beta dan warrior.

Ketika berpapasan dengan Erinka, dia menunduk hormat, diiringi dengan senyum palsu.

"Salam bertemu, Luna Erinka."

"Carlotte? Salam bertemu juga," balasnya ramah.

Erinka tak menyangka, jika wanita itu tak menunjukkan wajah sinisnya lagi, namun, hanya sementara saja.

"Ternyata, kau sudah berani menunjukkan wajah palsumu ke istana. Rencana apa lagi yang kau susun? Untuk memisahkan putraku dengan mate-nya?!"

Mate? Carlotte tidak menyangka akan hal ini, Bardolf telah menemukan takdirnya, dengan penasaran, dia bertanya.

"Siapa mate-nya?"

"Aponi."

ლ(́◉◞౪◟◉‵ლ)

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status