35

Carlotte tersenyum simpul, walau dalam hatinya dia menggeram iri kepada wanita sok polos itu.

"Terima kasih atas pemberitahuannya."

"Sekarang pergilah! Tak ada yang menerimamu di sini."

Tanpa berucap sepatah kata, Carlotte pergi dengan amarah yang besar. Dia marah kepada Erinka, juga pada Aponi (100% marah). Kenapa wanita itu yang menjadi mate-nya lagi? Apa yang terjadi sebenarnya? Dan mengapa hal itu bisa-- erghh, Carlotte mencak-mencak di tengah jalan. Dia baru tahu hal ini, bahwa tali yang putus ternyata dapat disambungkan lagi.

"Jika bersatu, akan kulerai kembali!" tekad Carlotte, akan menghancurkan Aponi semampunya dan mengerahkan seluruh kekuatannya. Karena, keberadaan wanita itu sangat menyakitkan hatinya ketika tahu dia bersama Bardolf, jika Bardolf bersama wanita lain, dia rela, sangat rela! Karena apa? Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa alasan utamanya terpacu pada posisi di sebuah kerajaan, dia (Aponi) itu seorang apa di sana?

Hanya omega yang notabennya budak, dan diterima mentah-mentah oleh Bardolf? Sedangkan ia seorang penyihir cantik yang kuat, ditolaknya secara mentah-mentah. Ini tidak adil untuknya!

"Tunggu kau, wanita sialan!"

(★^O^★)

"Dia mengeluarkan diri ternyata, pengumpulan kekuatanku juga sudah sempurna."

"Tuan Fluffy, Anda baru saja pulih, jangan memaksakan diri karena si-"

"Cukup, aku kuat, hanya saja fisikku sudah terlalu tua untuk ini, ha ha ha."

"Maka dari itu, Anda harus istirahat. Biar kami yang mengurus penyihir itu."

"Tidak, kalian harus menemani Dewi Bulan. Dan aku harus melindungi anak-anakku (Bardolf-Aponi) di sana." Selesai mengucapkan hal tersebut, Fluffy menghilang begitu saja.

Fluffy berada dalam kamar Bardolf sekarang, dia memerhatikan wajah Aponi yang tertidur nyaman dalam dekapan mate-nya, Fluffy menghela napas lega, akhirnya mereka dapat bersatu dan tidak saling menutup perasaan lagi. Hanya saja, dia harus memusnahkan lalat kecil yang hinggap nantinya, dan ini bukanlah hal yang rumit untuk seorang peri petarung sepertinya.

"Tinggal menunggu waktu, Fluffy. Kau akan mengerahkan sisa tenaga yang tersisa, hi hi hi."

Ke esokan harinya, Carlotte kembali di pack tersebut. Tanpa disangka, kedatangannya membawa peperangan secara tiba-tiba di Black Moon Pack dan itu merupakan serangan mendadak.

Para witch bersatu untuk menghancurkan pack tersebut. Carlotte telah lama mempersiapkan hal ini, pasukannya bukan sembarang pasukan, semuanya tercipta dari kekuatannya sendiri juga resiko yang harus dia pertaruhkan, yaitu masa hidup yang akan berkurang.

Gila bukan? Ini membuktikan bahwa Carlotte tidak main-main dengan dendamnya untuk memusnahkan orang yang paling dia benci.

Merujuk ke sang alpha, pria tersebut memandang dari arah jendela, memperhatikan ribuan pasukan yang menuju pack-nya.

"Penyerangan tiba-tiba? Ck, mengganggu waktuku saja, padahal ... aku ingin berjalan bersama mate-ku," sebalnya, akan tetapi, "hm, sudah berapa lama aku tak merenggangkan otot? Terutama pada tangan yang rindu untuk memutar sebuah kepala, ha ha ha," lanjutnya. Dan itu bukan masalah untuk Bardolf.

"Sayang diamlah di sini, aku ingin bermain sebentar."

Tanpa mendengar Aponi, Bardolf keluar dari kamar dan mengunci ruangan tersebut. Aponi duduk di kursi, memandang ke arah luar melalui jendela, para pasukan asing yang akan memasuki pack sebentar lagi membuat napasnya tak karuan, di sisi lain, Aponi juga mengkhawatirkan orang tuanya, seberapa buruk pun mereka, dia adalah darah daging mereka, dan itu sudah paten!

(★^O^★)

See you next chapter.


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status