Share

36

Aponi belum menyadari kehadiran Fluffy sedari malam, begitupun dengan Bardolf sebelumnya. Memang mereka tidak menyadari, karena Fluffy ada dalam lemari menyembunyikan diri, peri tua itu hanya menunggu waktu yang tepat untuk keluar.

"Semoga pasukan Black Moon Pack menang."

Peperangan pun terjadi, ribuan pasukan musuh juga sama ribuannya para warrior yang ada di Black Moon Pack, tetapi, itu seperdua pasukan saja, belum setengahnya. Bardolf berada pada barisan terdepan, dia berdiri dan merentangkan tangan untuk menyambut kehadiran mereka dengan kepala yang terlepas nantinya.

"Sekarang, habisi para penyihir itu tanpa belas kasih!"

"Siap, pasukan ... serang!" perintah sang beta, dan semuanya berteriak menyambut kedatangan musuh.

Bardolf me-mind-link Wolfe, tak disangka, serigalanya membalas dengan cepat.

Aku siap membantumu, sialan. ( Wolfe )

Kenapa kau tiba-tiba muncul? ( Bardolf )

Penyatuan, nikmat yang kau rasakan, aku rasakan juga. Ha ha ha, menyenangkan sekali, lain kali aku yang mengambil alih tubuhmu dan menikmati mate kita. ( Wolfe )

Terserah kau saja, ha ha ha. ( Bardolf )

Bardolf kembali fokus pada medan perang, dia jeli pada seseorang, yaitu sang ketua penyihir dan dia adalah Carlotte.

Bardolf menyerinyai, wanita sialan itu akan menjadi objek pelampiasan hawa iblisnya, rupanya yang memuakkan membuatnya tak sabar untuk mengoyak kepala wanita itu hingga pecah beserta otak yang terurai.

Fluffy, peri tua itu membuka matanya, dia rasa ... sekarang waktunya karena Bardolf telah mendekati Carlotte.

"Bahaya, Bardolf terlalu meremehkan wanita itu, yang notabennya penyihir terkuat dari segala bangsanya."

Fluffy keluar dari lemari, mengejutkan Aponi yang merenung di kursi. Fluffy keluar melalui jendela dan menuju lokasi kejadian dengan melesat penuh.

"Fluffy, sejak kapan? Aku harus ikut!"

Sebelum Aponi keluar dari jendela, dia mengambil sesuatu, yang sangat penting di situasi seperti ini.

Aponi membuka jendela dan menahannya menggunakan penyanggah besi, dia keluar secara pelan-pelan dengan tubuh bagian bawahnya (kaki).

Jujur, jantung Aponi berpesta, wanita tersebut berusaha mencari sanggahan di bawah sana agar dia dapat berdiri, dan ketemu, untungnya ada pijakan yang merupakan lantai dinding di atas jendela bawah.

Berhasil keluar, Aponi melihat pemandangan di bawah, sedikit tinggi dan sekitar 3 meter. Dalam batin, mampukah dia? Dia meyakinkan diri dan berkata mampu! Demi sang alphanya.

Aponi melompat dengan mata yang terpejam, saat dirinya mendarat, rasa sakit menerpa pinggulnya. Ia sempat merintih, namun itu tidak bertahan lama karena dia harus kuat dan cepat menuju tempat itu, sebelum kejadian yang tidak diinginkan, terlambat ia tolong.

Aponi berlari sekuat tenaga, walau sedikit tertatih tapi ia memaksimalkan lajunya. Hingga, dia berhasil sampai di pintu gerbang dan menyaksikan peperangan secara langsung.

Banyak yang mati, tetapi kelompok penyihir berkali lipat lebih dominan, karena yang berada di barisan depan merupakan alpha, beta, dan warrior kelas S.

Di sisi lain, prajurit yang mati dihidupkan kembali oleh Fluffy, peri itu benar-benar memaksimalkan kekuatannya pada perang kali ini. Fokusnya pun terbagi tapi dia dapat merasakan ketika sesuatu menyerangnya.

"Jangan takut maju! Aku ada di sisi kalian!" teriak Fluffy.

Sang alpha menengok Fluffy yang berada di udara, seketika membuat semangat tarungnya menggebu-gebu, tinggal sedikit lagi dia berhasil menghampiri Carlotte dan membunuhnya.

Beberapa detik, 55 prajurit penyihir berhasil dibunuhnya, kekuatan yang luar biasa bukan? Padahal penyihir yang dia bunuh merupakan penyihir unggulan milik Carlotte.

Carlotte sendiri berada di hadapan Bardolf sekarang, wanita tersebut mundur secara perlahan namun terhenti ketika Bardolf menyekiknya.

"Selamat tinggal."

Krak!

Carlotte meninggal pada detik itu pula, namun .... .

Itu hanyalah ilusi sihir yang diciptakan oleh Carlotte langsung.


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status