Secret Identity
Secret Identity
Author: Ayzahran

PROLOG

Mobil ambulance memasuki pekarangan rumah sakit. Petugas kesehatan menurunkan dua orang yang terluka akibat kecelakaan.

Tim medis segera mengambil alih dan membawa masuk ke dalam ruang IGD.

Seorang pria bertubuh tambun bersama dua orang pria lainnya tengah menanti dengan cemas.

“Tolong selamatkan dia!” kata pria itu.

Dia sejak tadi terus mondar-mandir sambil melihat ke arah pintu yang masih menutup rapat.

Tak lama setelah itu, pintu ruang IGD terbuka, seorang dokter keluar dengan melepas masker yang menutupi mulutnya.

“Dok, bagaimana keadaannya?” tanya pria bertubuh tambun itu dengan cemas.

“Dia tidak apa-apa! Dia juga tidak mengalami luka serius, hanya beberapa memar di tubuh setelah mendapat perawatan pasti akan sembuh!”

“Syukurlah!” Pria itu mendesah lega.

"Apa saya bisa membawanya pulang dan dirawat di rumah? Dia tidak suka jika dirawat di rumah sakit."

"Baiklah, setelah memastikan keadaanya stabil, besok sudah bisa rawat jalan di rumah."

“Tapi, orang lain yang dibawa bersamanya itu mengalami koma,” kata dokter lagi.

“Dokter tangani saja pengobatannya, masalah biaya nanti saya yang bertanggung jawab!” 

Dua hari kemudian, kedua mata itu akhirnya membuka perlahan. Terasa berat dan samar. Pandangannya menatap diam langit-langit kamar. 

Apa aku di Surga? Benarkah ini di Surga?

Perlahan, iris amber itu terbuka sempurna. Desain interior dari pencahayaan yang muncul dari bagian dalam plafon kamar tidur dan sisi kanan kiri dinding dekat headboard

tempat tidur.

Dia perlahan bangun dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan bingung.

Plafon kamar tidur terlihat sangat serasi dengan furnitur dan dekorasi yang compact: dari tempat tidur, sofalampu tidur, dan karpet bulu.

Dia menggeleng, menepuk-nepuk kedua pipi.

"Ini bukan mimpi! Ini juga tidak mungkin di Surga. Lalu, aku di mana?" 

Tiba-tiba, suara derik pintu terdengar. Seorang pelayan masuk dengan handuk kecil di tangan kanannya.

"Tuan sudah sadar?" Pelayan itu berlari mendekat. Memastikan.

Pelayan itu segera berlari keluar. Entah pergi ke mana.

"Tuan? Siapa yang dia panggil tuan? Aku? Ah, tidak mungkin!" ucapnya bingung.

Napasnya tertahan, melihat kedua tangan kekar yang tidak lain dari biasanya. Pandangannya mengarah pada kedua kaki. Bukan seperti kakinya. Dadanya naik turun, merasa ada yang aneh. Pandangannya kembali memperhatikan sekeliling, lalu manik mata itu berhenti pada cermin yang menggantung tak jauh dari pintu.

Dia segera turun dari ranjang. Seakan terbang, tubuhnya sangat ringan. Mana mungkin berat badan turun dalam sekejap, tidak masuk akal! 

"AAAARRRGGHH!!!!!" 

Dia menjerit histeris memandang wajahnya yang berubah.

"Si-siapa ini? Ke-kenapa wajahku berubah menjadi pri...a!" 

Matanya membulat, memegang area dada yang tampak rata. Lalu, mengarah pada satu-satunya di bagian bawah perut yang menonjol ke depan.

"AAAARRRGGHH!!! A-apa ini? Bagaimana ini bisa berubah?!" teriaknya syok.

"Aldebaran! Kau baik-baik saja?" Seseorang dengan napas tersengal berlari mendekat ke arahnya.

"Kau panggil siapa? Aldebaran?" Dia menatap tidak percaya.

Orang yang berdiri di hadapannya menatap heran. "Kau tidak amnesia 'kan?"

Tubuhnya mendadak lemas, dia yang disebut Aldebaran terduduk lemas di lantai.

"Apa aku seorang pria? Bagaimana itu mungkin?!" []

Comments (2)
goodnovel comment avatar
Veedrya
wkwkwkw bangun tidur kujadi ganteng
goodnovel comment avatar
Doctor Rusty
Wkwkw lucu ceritanya. Ud aku arsip
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status