Share

P E S O N A -17-

Seorang perempuan dewasa berwajah cantik menangis sendirian di depan meja rias, menatap berkaca-kaca lewat kaca di depannya, dia terlihat begitu menyedihkan dengan riasan yang berantakan karena luntur terkena air mata yang terus saja mengalir deras di pipinya. Telapak tangannya diletakkan di depan bibirnya guna meredam tangisannya agar tidak terdengar oleh siapa pun di luar.

Kondisi hatinya yang sedang buruk dan sedih, membuat ia melupakan kalau ruang kamar ini kedap suara sehingga suaranya tak akan terdengar keluar bahkan jika ia berteriak sekeras mungkin sampai pita suaranya putus.

"Kenapa?"

"Kenapa dia harus bertingkah seperti Ayahku yang dulu."

"Ayahku sudah mati."

"Pria itu .... bukan Ayahku."

Nada bicara terbata-bata dan serak keluar dari bibirnya ketika mengingat kembali perilaku pria tua itu pada suaminya. Ia kenal betul sikap protektif yang selalu melindunginya dan menj

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status