Share

Bab 16

Tidak lama setelah Rob pergi, Suzy keluar dari kamar, ia mulai merasa lapar. Suzy tidak makan apapun sepanjang hari, dan saat melihat jam, ia merasa sudah waktunya makan malam, dia pergi ke dapur di lantai bawah untuk memasak sesuatu.

Saat membuka lemari es dua pintu yang besar, tidak ada apa-apa selain air minum dalam kemasan di dalamnya, Suzy tidak bisa menahan diri untuk seketika cemberut. Apakah pria ini tidak pernah masak di rumah? Dia melirik kompor dan peralatan dapur yang semuanya tampak seperti baru, dugaannya benar.

Suzy berpikir keras dan menahan diri untuk tidak menelpon Rob. Tetapi..

"Tuan Muda Calvin, jam berapa kamu kembali?"

Suara Rob tidak senang: "Ada sesuatu?"

"Tidak, aku hanya ingin bertanya, bagaimana aku bisa makan malam?

Suzy melirik dapur yang sepertinya tak pernah berasap itu, dan berkata, "Aku ingin pergi makan di luar, tapi aku tidak pernah melihat ada restoran di dekat sini, dan jika aku pergi terlalu jauh, aku takut bertemu dan diikuti wartawan..." Dia tidak ingin dikelilingi oleh wartawan seperti sebelumnya. Rob terdiam sejenak.Setelah beberapa lama, dia berkata dengan ringan, “Kamu bisa nyetir mobil?"

“Ya.” Aku mendapatkan SIM-ku tahun lalu dan mengikuti kursus mengemudi beberapa kali sebelumnya.

"Kuncinya ada di laci pertama di ruang tamu. Pergi ke garasi dan ambil mobilnya sendiri. Aku akan mengirimkan alamat restorannya."

Suzy terkejut sesaat, dan bereaksi, "Terima kasih."

Setelah Suzy selesai berbicara, Rob menutup telepon terlebih dahulu.

Restoran yang direkomendasikan oleh Rob berada di lokasi rahasia dan sangat menjaga privasi para tamu.Selain itu, restoran ini berkelas platinum, hanya anggota yang bisa makan disini dan semua pesanan dicatat dalam akun khusus anggota. Suzy merasa akan nyaman makan disini. Dia memarkir mobil dan masuk ke ruangan khusus milik Rob di bawah bimbingan seorang pelayan. Suzy berpikir bahwa tempat ini sangat bagus dan tidak pernah ia bayangkan akan makan di restoran ini.

Sambil menunggu makanannya datang, Suzy mengirim pesan ke Melvin: “Datanglah ke Restoran Jinjiu, aku akan menunggumu di ruang V01.”

“Aku akan sampai di sana setengah jam lagi.” Melvin menjawab.

Suzy menyimpan ponselnya, sambil makan, ia menunggu Melvin datang, untuk membayar hutangnya.

Senja pun tiba. Sebuah mobil mewah berwarna merah berhenti di tempat parkir di luar restoran.

“Ini restoran favorit kakakku!” Joan keluar dari mobil terlebih dahulu dan berjalan di depan dengan sepatu hak tingginya. Karen mengikuti dengan hati-hati dan memandang ke restoran mewah yang terkenal di Haicheng ini.

“Joan, aku sangat merasa tidak enak membiarkanmu mentraktirku pada saat pertama kali bertemu, Jadi mohon biar aku yang membayarnya nanti.” Dalam hati ia berkata “Dengan kartu itu, aku tidak akan kekurangan uang sama sekali”.

"Apa? Kamu merasa tidak enak denganku? Kamu adalah ipar perempuanku, bukan si palsu itu. Aku yang mengajakmu makan malam jadi aku akan membayarnya."

Saat Joan berbicara, dia melirik secara acak dan melihat Mercedes hitam diparkir di samping, "Hah? Ini mobil kakakku, apakah dia ada di dalam?"

"Apa? Kamu bilang kakakmu...."

Karen bersemangat, memikirkan wajah tampan Rob, dia tidak sabar untuk mengikuti Joan masuk restoran.

Joan bertanya kepada manajer restoran dengan akrab, "Apakah saudaraku ada di sini?"

Mendengar jawaban si manager bahwa hanya Suzy sendirian di sini, wajah Joan langsung kecewa dan kesal.

Pertama, Suzy tinggal di villa kakaknya dan itu sudah membuatnya sangat kesal. Joan bahkan lebih marah sekarang mengetahui si perempuan palsu itu mengendarai mobilnya dan makan di sini.

Perempuan palsu itu ingin kehidupan yang sangat mewah!

“Aku rasa perempuan ni sudah sangat kelewatan!” Dengan mendengus dingin, Joan berjalan menuju ruang privat keluarga Calvin.

Karen mengikuti dengan antusias seperti seorang penonton tinju yang jagoannya akan memenangkan pertandingan. Sebelum mereka mendekat, mereka melihat seorang pria mendorong pintu ke dalam ruangan. Begitu sampai di depan ruangan, pintu tidak benar-benar tertutup, Joan bisa melihat Suzy ada di dalam! Tapi siapa pria itu?

Karen berpura-pura terkejut: "Melvin!"

"Siapakah Melvin?"

Karen sebenarnya sudah tahu tentang Suzy yang putus dengan Melvin tetapi kali ini dia sengaja berkata: "Dia adalah pacar Suzy. Keduanya telah berhubungan selama bertahun-tahun, dan sepertinya Suzy masih menyukainya."

Mendengar ini, Joan menggertakkan gigi karena marah. Karen terus berusaha menyalakan api amarah Joan, "Suzy sangat bodoh! Ia boleh berpura-pura menjadi aku, dan ingin berperan sebagai istri Tuan Muda Calvin, tetapi harusnya ia tahu cara bermain aman, dia harusnya menahan rasa rindu terhadap pacarnya sampai masalah ini berlalu, jika ada yang melihatnya disini berduaan dengan pacarnya dan orang akan mulai membuat gosip, wajah keluarga Calvin mau ditaruh dimana ... " Dia berhenti, memandang Joan, dan membujuk, "Joan, lebih baik kita hindari ada permasalahan disini, tidak baik jika terjadi keributan dan menjadi masalah yang lebih besar."

Joan mendengus dingin, "Dasar Wanita jalang, jika kamu berani melakukannya, kamu harus berani menanggungnya!" Dia sudah membuat rencana buruk dalam pikirannya.

Tiba-tiba, dia mencibir dan berkata, "Kakak Rob tidak tahu bagaimana cara mengusir barang palsu ini. Tapi aku tahu...”

Karen menatapnya dengan rasa ingin tahu, menyembunyikan reaksinya.

Dia adalah orang yang paling berharap Suzy keluar dari Keluarga Calvin.

Joan mengeluarkan ponselnya dan memutar nomor Rob sambil berjalan menjauhi ruang privat diikuti oleh Karen.

Pada saat yang sama, di dalam ruangan….

Melvin berjalan ke arah Suzy, dan berkata, "Suzy, Tiffany dan aku sudah putus."

Mata Suzy berkedip, dan dia dengan tenang meletakkan sumpitnya,

"Kamu dan dia tidak ada hubungannya denganku, bukankah kamu datang untuk membayar hutangmu?"

Matanya tertuju pada tangan kosong Melvin dan dia tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya.

"Suzy, aku sudah salah dan hatiku sangat gelap dan menyakiti hatimu. Aku tahu aku salah."

Melvin tidak menyebutkan uang, dan mencoba menarik tangan Suzy, tetapi dia menghindarinya dengan jijik.

Melvin merasa malu sesaat dan dengan cepat menyembunyikannya, "Dari hubungan lima tahun kita, sekarang aku mengerti bahwa kamu adalah wanita terpenting dalam hidupku, jadi ... bisakah kamu memberiku kesempatan lagi?"

Suzy bertanya dengan bingung, "Bagaimana aku bisa memberimu kesempatan?"

Melvin lalu bersumpah: "Maafkan aku! Kalau kita bersama lagi, aku akan memperlakukanmu dengan baik dan mencintaimu dengan sepenuh hati!"

Dia telah bersama Suzy selama bertahun-tahun, dia tahu betul bahwa dia adalah wanita naif yang dingin dan terlihat pintar di luar, tetapi sebenarnya hatinya tergila-gila padanya.

Selama dia berperilaku tulus dan mengatakan lebih banyak hal baik, dia pasti akan berhasil meluluhkan hatinya!

Suzy melihat kasih sayang di wajahnya, dan hatinya memang tergerak. Itu tidak bisa diindahkannya, tapi ia merasa konyol...

Lima tahun ... semua usahanya terbuang percuma untuk pria munafik ini.

Dan sekarang, ia ingin menipunya menggunakan 5 tahun nostalgia masa pacaran mereka?

Wajah Suzy menjadi dingin, "Kamu tahu siapa aku sekarang? Aku adalah Nyonya Muda Rob Calvin. Dan kamu tahu kenapa aku mengundangmu disini kan? Kamu sudah tidak ingin menjadi dokter yang baik, dan kamu hanya ingin menjadi bebek yang mengikuti kemana orang lain mengarahkanmu? Sayang sekali kau menjadi seperti ini. Aku sungguh memandangmu rendah sekarang! "

Setelah selesai berbicara, dia memberi isyarat, "Karena aku disini untuk mendapatkan uangku kembali, berhentilah berbicara omong kosong, dan bayar hutangmu dan serahkan uangnya!"

Melvin menatapnya dengan heran dan kecewa karena strateginya gagal

"Kamu ..."

Suzy menyipitkan mata padanya, "Jika kamu tidak membayar hutangmu, aku akan membuat berita buruk tentangmu di internet besok."

Melvin menggertakkan gigi. Akhirnya, Ia mengeluarkan kartu ATM di sakunya dan meletakkannya di telapak tangan Suzy: "Ada 120.000 Yuan di kartu ini! Kata sandinya adalah hari ulang tahunmu."

Suzy langsung mengambil kartu itu dan berdiri lalu pergi keluar ruangan dengan acuh tak acuh.

Melvin mengerutkan kening. Ketika meminjam uang dari Tiffany, dia sudah setuju bahwa dia akan menipu Suzy dan menjadikannya sapi perah bagi mereka di masa depan. Sekarang 120.000 sudah hilang, dan banyak dari rencana mereka belum terwujud..

Melvin mengejarnya..

Saat Suzy ingin meninggalkan restoran, sebuah mobil tiba-tiba berhenti tepat di depannya.

Jendela mobil diturunkan, dan memperlihatkan wajah dingin Rob.

Suzy sedikit terkejut, mengapa dia datang ke sini?

Saat ini, suara Melvin datang dari belakang

"Suzy! Tunggu sebentar--"
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Bella
ceritanya bagus
goodnovel comment avatar
Eka Nopilia
bikin kita menyesal baca novel ini cuma beli koin padahal kita sdh pake.data wifi tdk brguna..koin dan koin.........
goodnovel comment avatar
Lidia Molint
Kurang tertarik... t
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status