BROKEN (INDONESIA)
BROKEN (INDONESIA)
Author: HANINA
1. Nikah Muda

"Elo yakin mau nikah muda dengan kak Danu?" Karin teman baik Risa memastikan.

"Heem." Risa mengangguk.

"Elo nggak bakal nyesel?"

"Nggak." Risa menggeleng.

"Elo masih muda lho, nggak mau kuliah dulu?"

"Gue tahu, soal kuliah nanti bisa gue lanjutin kalau udah nikah." Risa menjawab dengan binar bahagia.

"Bagaimana dengan papamu?"

"Papa sih maunya gue kuliah dulu. Paling tidak, ngambil dua tahun agar usia gue genap dua puluh tahun. Tapi gue maksa, jadi …."

"Diijinin dengan terpaksa, dasar bucin." Karin mencibir.

"Abis mau gimana lagi, kak Danu mau pindah tugas. Gue nggak bisa LDR lama-lama. Bukannya nggak percaya sama dia. Tapi gue khawatir kak Danu nggak bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik. Elo tahu, kan, dari dulu gue yang selalu memperhatikan tentang makanan dan kesehatannya dia."

"Suka-suka elo lah, emang dasar bucin. Dibilangin apa juga nggak bakal masuk. Heran gue, apa sih istimewanya, kak Danu, sampai elo bisa segitu bucinnnya ke dia."

"Elo pasti udah tahu kalau dia pahlawan gue yang udah nyelametin gue dari …."

"Iya …, maaf bukan maksud gue untuk ngingetin masa buruk itu lagi." Karin mengelus punggung Risa, untuk menenangkannya.

"Maaf elo gue terima, asal elo mau jadi bridesmaid, nanti di pesta pernikahan gue."

"Apasih yang nggak bisa buat elo." Risa memeluk Karin dengan perasaan bahagia.

***

Satu minggu kemudian acara pernikahan Risa dan Danu terlaksana tanpa ada suatu halangan. Risa mengikuti Danu pindah ke Surabaya. Sebagai seorang arsitek muda yang baru di terima kerja, Danu harus mau untuk di mutasi ke kantor cabang sebagai bentuk loyalitas pegawai baru kepada perusahaan.

Risa sangat bahagia walau tinggal di rumah minimalis dan jauh dari kemewahan yang pernah ia rasakan saat hidup bersama Papanya sebelum menikah dulu. Namun bisa hidup dengan orang yang sangat dicintai dalam hidupnya adalah impian Risa sejak dulu.

"Kamu nggak dingin, sayang, udah malem lho. Angin malam nggak bagus buat kesehatan." Danu memeluk Risa dari belakang.

"Bentar, sayang, malam ini langitnya lagi cerah. Bintang-bintangnya sangat indah, sayang banget kalau di lewatkan momen ini." Risa mengelus lengan suami yang memeluk pinggangnya dengan posesif.

"Ckkk aku iri dengan bintang di atas sana, jauh tapi dapat perhatian kamu. Sedangkan aku yang dekat malah di cuekin." Danu pura-pura cemberut.

Risa terkekeh dengan sikap konyol suaminya. Masa iya cemburu dengan bintang yang ada nun jauh di langit sana. "Ya udah ayo masuk daripada cemburu nggak jelas gitu."

"Tapi aku minta yang anget-anget ya di dalam." Danu tersenyum jahil.

"Anget-anget? Pantat panci mau?"

"Awas ya ,ngerjain suami dosa, lho." Risa langsung melepaskan pelukan Danu.

"Whleeee sini tangkap kalau bisa." Risa berlari menghindar dari kejaran Danu. Danu yang kalah cepat harus meringis kesal saat pintu kamar telah di tutup oleh Risa.

Danu berjalan menjauh dari kamar di mana Risa berada, ketika ponselnya bergetar tanda seseorang sedang menghubunginya.

"Ada apa? Iya aku tahu. Jangan sekarang, nanti Risa curiga. Jam kantor lebih aman untuk menemuimu. Nggak usah cemburu gitu, ini kan bagian rencana kamu. Percayalah, dari dulu aku hanya mencintaimu."Danu langsung mematikan ponselnya.

"Mas …, kamu dimana? "Seru Risa memanggil Danu karena Risa tidak melihat Danu ketika ia membuka pintu kamarnya.

"Iya sayang, Mas datang."

Bersambung

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status