Teori Zombie

The Magic of Friddenlux 

Episode 6

Sesampainya di rumah, Audrey dan Andrew langsung menutup jendela dengan rapat dan pintu langsung di kunci. Andrew terduduk bersandar di sofa. Sedangkan Audrey berjalan sempoyongan ke dapur untuk mengambil air minum.

"Audrey, aku rasa bukan rumah kita yang berhantu," kata Andrew dengan nafas yang tak beraturan.

"Maksudmu apa?" tanya Audrey sambil memberi minuman dingin ke Andrew.

"Maksudku, zombie itu seperti sengaja mencari kita," jawab Andrew dengan wajah serius.

"Benar juga katamu. Kalau memang sedang ada invansi zombie, pasti akan ada berita dimana-mana mengenai zombie dan pemerintah pun tidak ada tinggal diam kan. Tapi ini seperti tidak terjadi apa-apa. Kejadian ini seolah memang untuk kita," ujar Audrey sambil membuka minumannya.

"Kita harus cari tahu, zombie itu dari mana? Siapa yang mengirimnya? Kenapa mereka mencari kita?" tanya Andrew sambil berpikir.

"Tapi kita harus mulai dari mana? Tidak ada tanda-tanda saat zombie itu akan muncul," ujar Audrey.

"Audrey, kita harus menahan zombie itu jika dia kembali menyerang kita," kata Andrew sambil bersemangat.

"Memangnya itu ide yang bagus? Kita tidak tahu apa yang akan zombie itu lakukan pada kita," ujar Audrey sambil mengerutkan alisnya.

"Tapi kita tidak bisa juga diam dan terus-menerus diganggu. Ini harus di selesaikan Audrey. Kita harus mengambil resiko," ucap Andrew sambil memegang bahu Audrey.

"Oke, sementara rencana kita itu. Kalau begitu aku ke kamar dulu ya. Oiya tadi aku bertemu dengan Rachel, mungkin sesuatu akan terjadi besok di sekolah, bersiaplah," kata Audrey sambil berjalan ke kamarnya.

Keesokan harinya

Audrey pergi ke perpustakaan. Ia berencana mencari referensi tentang zombie. Sebagai permulaan dari penyelidikan mereka.

Audrey mencarinya di komputer dengan kata zombie. Ia menemukan ada satu buku yang menjelaskan tentang zombie.

Audrey pergi meninggalkan komputer pencarian kemudian mengambil buku yabg berisikan penjelasan tentang zombie. 

Di buku tertulis bahwa zombie adalah mayat hidup yang tidak memiliki pikiran dan bernafsu besar untuk menyantap otak manusia.

Di buku juga dijelaskan bahwa zombie yang bangkit itu karena ingin balas dendam. Biasanya mereka akan mencari orang yang menyakitinya sewaktu hidup dan melakukan balas dendam.

Audrey mencatat setiap detail penjelasaan itu. Memang tidak banyak yang dijelaskan buku tentang zombie itu. Tapi sekarang Audrey menemukan sesuatu.

Ting..ting..ting

Bel tanda masuk berbunyi. Tapi karena rasa penasaran Audrey, akhirnya Audrey pergi untuk meminjam buku itu dari perpustakaan.

Di kelas seperti biasa, hanya Audrey yang menonjol dengan kepintarannya. Semua guru menyukainya karena Audrey selalu berhasil menjawab pertanyaan dari guru.

Tapi itu membuat iri dan kesal dari teman-temannya. Itu yang menyebabkan Audrey tidak memiliki teman dan kerap mendapatkan bullyan. 

Di istirahat kedua saat makan siang. Audrey datang ke Andrew yang sedang makan pasta di kantin. Ia datang dengan membawa buku yang ia pinjam dari perpustakaan.

"Apa ini?" tanya Andrew.

"Andrew, apa menurutmu kita pernah menyakiti orang lain?" tanya Audrey.

"Apa? Malah kita yang terus disakiti oleh orang lain, kenapa kau tanya seperti itu?" tanya Andrew.

"Zombie yang aku baca dari buku ini, adalah mayat hidup yang bangkit dari kuburnya untuk membalaskan dendamnya," jawab Audrey.

"Audrey seperti nya itu tidak relevan dengan kita. Tidak ada orang yang kita malah orang menyakiti kita, lalu apa lagi yang di jelaskan oleh buku?" tanya Andrew yang serius.

"Katanya zombie itu akan menyantap otak manusia," jawab Audrey.

"Apa menurutmu ada sesuatu yang yang berbeda dari otak kita?" tanya Andrew.

"Kenapa kau mengatakan otak kita berbeda?" tanya Audrey yang kebingungan.

"Iya habisnya hanya kita yang dikejar oleh zombie itu, mungkin dia mengejar kita karena ada yang berbeda dari otak kita, sehingga dia hanya mengejar kita," jawab Andrew.

"Pemikiran yang masuk akal, jadi langkah kita selanjutnya adalah menyelidiki apa yang berbeda dari otak kita," kata Audrey.

"Iya bisa dibilang seperti itu," balas Andrew sambil menyeruput pasta terakhirya.

"Oke sekarang kita akan mencari cara untuk menemukan hal yang berbeda dari otak kita," kata Audrey sambil bangkit dari duduknya.

"Iya kita bisa pergi ke rumah sakit dan meminta mereka melakukan rongent untuk melihat otak kita," ujar Andrew.

"Oke kalau begitu kita bisa ke rumah sakit ya. Aku mau kembalikan buku ini ke perpustakaan," kata Audrey.

Braakk..

Audrey tidak sengaja menabrak Rebecca. Dan membuat buku yang ia pinjam dari perpustakaan menjadi terjatuh.

"Buku apa ini?" tanya Rebecca sambil mengambil buku itu.

"Kembalikan buku itu!" seru Audrey.

"Owh ini buku perpustakaan. Kau pasti akan dapat masalah jika buku ini jadi rusak kan," kata Rebecca dengan tersenyum.

"Hei apa mau mu sebenarnya? Kenapa kau selalu mengganggu Audrey?" tanya Andrew.

"Mau ku? Sederhana, Audrey pergilah kau ke Julian Fang dan nyatakan cinta padanya sekarang. Maka aku akan mengembalikan buku ini dan kau tidak akan mendapatkan masalah," jawab Rebecca.

"Apa? Jangan lakukan Audrey, sudah tidak waras perempuan ini. Tidak ada untungnya bagimu terus menganggu Audrey," kata Andrew.

"Dan juga tidak rugi. Setidaknya aku menjadi terhibur. Audrey menjadi aktris yang hebat dan aku menjadi sutradara yang cemerlang," ujar Rebecca.

"Cukup Andrew. Julian Fang ada di lapangan kan? Ayo kita lakukan," kata Audrey sambil menarik tangan Rebecca.

"Audrey! Hentikan!" teriak Andrew.

Tapi Audrey tetap pergi dari kantin menuju lapangan. Semua orang telah heboh. Mereka pergi keluar untuk melihat Audrey menyatakan cinta pada Julian.

"Julian Fang!" panggil Audrey sambil berjalan mendatangi Julian.

Julian yang sedang bermain basket pun jadi terhenti karena panggilan dari Audrey. Semua orang yang bermain basket pun bergerak untuk membuka jalan kepada Audrey.

"Aku jatuh cinta padamu, bisakah kau terima cintaku ini? Agar semua ini cepst selesai," kata Audrey.

Hooohooohoo

Semua orang bersorak mendengar pernyataan cinta dari Audrey.

"Terima! Terima!" sorak orang-orang yang melihat.

"Apa apaan kau ini? Datang mengganggu kami bermain basket dan menyatakan cinta padaku dengan tatapan kosong begitu. Kau pikir aku akan menerima pernyataan cinta darimu? Kau pikir kau siapa bisa melakukan hal seperti ini? Kau pikir kau telah menjadi perempuan tercantik disini? Sehingga melakukan ini padaku," kata Julian yang sombong.

"Sudah ku bilang terima saja agar semua ini cepat selesai," kata Audrey.

"Orang yang gila dengan kepintaraan dan perhatian guru itu sudah seharusnya diam saja di kelas!" seru Julian.

"Cukup sudah!" teriak Andrew sambil menarik tangan Rebecca.

"Sudah cukup kan, Audrey sudah melakukan yang kau mau." kata Andrew kepada Rebecca.

"Kenapa kau membawaku ke sini?" tanya Rebecca yang sok polos.

"Agar semua orang tahu, kalau Audrey melakukannya bukan karena keinginannya. Tapi karena Rebecca," Jawab Andrew.

"Ah apa lagi ini. Kalian membawa ku dalam permasalahan kekanak-kanakan kalian?" tanya Julian.

"Sekarang aku minta buku ku," ujar Audrey.

Rebecca pun memberi bukunya. Audrey dan Andrew pergi meninggalkan lapangan. Semua orang berteriak karena menurut mereka itu tidak seru.

"Hei Jo. Jaga baik-baik Kakakmu!" teriak Julian pada Andrew.

"Itu bukan urusanmu!" balas Andrew dengan teriakan yang lebih keras.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status