Pemeriksaan Otak

The Magic of Friddenlux

Episode 7

Sudah beberapa hari ini, Audrey dan Andrew tidak mendapatkan serangan dari Zombie. Entah apa masalahnya, disaat Audrey dan Andrew tidak memikirkan tentang zombie, mereka malah diserang. Sekarang mereka telah bersiap untuk zombie itu, malah tidak diserang.

"Audrey," panggil bosnya Audrey, Nail.

"Iya bos?" tanyanya yang terbangun dari lamunan.

"Apa kau sedang ada masalah?" tanya Nail.

"Owh tidak, aku hanya memikirkan tugas sekolah," jawab Audrey mengelak.

"Audrey, kalau sedang tidak ramai, kau boleh bekerja sambil mengerjakan tugas sekolah. Kau adalah pegawaiku yang rajin, teliti dan jujur. Aku sangat bersyukur kau mau bekerja disini." kata Nail.

"Terimakasih bos."

Tringg..

Suara bel pintu, tanda orang masuk ke dalam kafe.

"Audrey!" serunya sambil melambaikan tangan pada Audrey.

"Wah siapa itu Audrey? Pacarmu? Kau punya pacar setampan itu?" tanya Nail yang terpukau.

"Bukan bos, dia adikku. Aku mau izin sebentar ke rumah sakit. Aku akan berusaha cepat kembali," kata Audrey.

"Memangnya ada yang sakit? Pegawai terbaikku yang sakit?" tanya Nail sambil memegang dahi Audrey.

"Bukan bos, aku hanya pergi sebentar, ada yang harus kami temui," jawab Audrey.

"Baiklah kalau begitu, cepat kembali ya," ujar Nail sambil tersenyum.

Audrey pun segera berganti baju dan keluar bersama Andrew. Di jalan Andrew menggoda Audrey. Sepertinya Andrew menangkap sinyak-sinyal cinta dari bos nya Audrey.

"Sepertinya bosmu menyukaimu ya?" tanya Andrew.

"Menyukaiku karena aku bekerja dengan baik. Jangan salah sangka," jawab Audrey.

"Lihat saja nanti, pasti tebakanku benar hahaha."

Setelah sekian lama perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Sebelumnya Andrew telah memesan untuk melakukan pemeriksaan kepada otak mereka.

Salah satu petugas di rumah sakit itu adalah teman nenek mereka. Jadi mereka lebih mudah mendapatkan akses untuk melakukan pemeriksaan.

"Audrey Andrew!" panggil seseorang.

"Dave!" seru mereka berdua.

"Mari kita lakukan pemeriksaan sekarang," kata Dave sambil menunjukkan jalan ke ruangan rongent.

Mereka sampai di sebuah ruangan yang redup. Disana lah mereka akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan X-Ray. Mereka akan melihat apakah otak mereka benar-benar berbeda dari otak manusia lain.

Pertama yang melakukan X-Ray adalah Audrey, kemudian Andrew. Tidak memerlukan waktu yang lama, mereka pun sudah selesai dengan pemeriksaannya.

"Audrey, Andrew ayo kemari, kita akan mendengarkan penjelasaan dari dokter," kata Dave yang memanggil mereka.

Audrey dan Andrew langsung mendatangi ruangan Dave berada. Disana telah menunggu seorang dokter yang sedang menatapi layar. Disana terdapat monitor yang menampilkan hasil X-Ray Audrey dan Andrew.

"Permisi dokter Christ," kata Dave saat membuka pintu ruangan dokter.

"Oiya silahkan masuk."

"Halo dokter, aku Audrey dan ini adikku Andrew, jadi bagaimana hasilnya dok?" tanya Audrey.

"Ini pertama kalinya bagi saya melihat otak manusia seperti ini," kata Dokter Christ.

"Jadi maksudnya otak kami berdua berbeda dengan otak manusia pada umumnya?" tanya Andrew.

"Iya memang ada sedikit perbedaan."

Pernyataan dari dokter yang membuat Audrey dan Andrew saling menatap. Apakah itu yang diincar oleh para zombie itu?.

"Perbedaan nya seperti apa dok?" tanya Audrey.

"Lihat lah, yang ini hasil scan otak Audrey, yang ini hasil scan otak Andrew dan yang ini adalah scan otak manusia pada umumnya, kalian bisa melihat pada bagian sini. Di otak kalian masing-masing terdapat sesuatu yang tidak dikenali," ungkap Dokter Christ.

"Yang ini dok?" tanya Audrey sambil menunjukkan bagian yang aneh.

"Iya. Kau bisa lihat, di bagian otak Audrey terdapat sesuatu yang berwarna seperti perak dan Andrew seperti emas. Aku tidak tahu apakah ini cairan atau gumpalan? Tapi ini bukan lah hal yang umum," kata Dokter Christ.

"Apa ini berbahaya dok?" tanya Andrew.

"Aku belum bisa menyimpulkan. Tidak ada teori tentang ini. Atau mungkin aku yang belum mencari tahu kalau ada penyakit baru. Apakah kalian sering merasakan sakit yang berlebihan di kepala?" tanya Dokter Christ.

Audrey dan Andrew menggelengkan kepalanya. Selama mereka hidup, mereka tidak pernah merasakan sakit di bagian kepala. Yang mereka rasakan hanyalah kejeniusan dan mudahnya mencerna pelajaran yang masuk.

"Aku juga tidah tahu, apakah ini bermula dari sebesar apa? Atau sejak awal ada memang sudah sebesar ini, tapi Audrey dan Andrew jika kau mengizinkan aku akan melakukan penelitian lebih pada fenomena ini," ujar Dokter Christ.

Audrey dan Andrew hanya berdiam. Mereka tampak sedang berpikir dan tidak mengindakan perkataan Dokter Christ yang meminta izin untuk melakukan penelitian kepada mereka.

"Audrey! Andrew!" seru Dokter Christ yang menyadarkan mereka dari lamunan.

"Aku rasa kami akan memikirkannya dulu dok," kata Andrew.

"Menurutku juga, jika melakukan penelitian karena fenomena ini, aku rasa kami akan rugi. Karena kami tidak pernah merasakan keluhan apa-apa mengenai kepala ataupun otak kami," sambung Audrey.

"Baiklah kalau begitu. Aku hargai keputusan kalian, tapi jika sewaktu-waktu kalian berubah pikiran atau terjadi sesuatu pada kalian, tolong hubungi aku," ucap Dokter Christ sambil memberikan kartu namanya kepada Audrey.

"Terimakasih dokter. Kalau begitu kami pamit dulu," kata Audrey sambil membungkukkan badannya.

Audrey dan Andrew pun keluar dari rumah sakit. Mereka langsung kembali ke kafe tempat Audrey bekerja. Andrew pun ikut ke kafe, sekalian menunggu Audrey selesai bekerja.

Hingga Audrey selesai bekerja, zombie itu pun tidak muncul. Andrew menunggu Audrey bekerja juga untuk berjaga-jaga jika zombie itu muncul.

Tapi tidak terjadi apa-apa. Mereka pulang dari kafe tempat Audrey bekerja sampai ke rumah dengan selamat, tenang dan aman.

Saat sampai di rumah, Audrey dan Andrew terduduk serius di depan TV. mereka sama-sama tertopang dagu dengan menggunakan kedua tangannya.

"Audrey. Jadi benar otak kita berbeda dari otak manusia pada umumnya, sekarang kita tahu mengapa mereka mengejar kita," kata Andrew.

"Apa kita masih belum tahu apa itu yang berwarna seperti emas dan perak. Bahkan dokter saja belum menemukan jawabannya," balas Audrey.

"Kita harus bagaimana setelah ini? Kita juga tidak tahu harus bertanya kepada siapa?" tanya Andrew.

"Andrew, aku ingin mengatakan hal jujur padamu," ucap Audrey sambil merubah posisinya menghadap Andrew.

"Kemampuan yang dulu pernah kau bilang. Kemampuan bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah mati lewat mimpi itu, sebenarnya adalah kemampuan nenek," kata Audrey dengan wajah serius.

"Maksudmu apa? Apa kau mau mengatakan bahwa nenek juga mendatangimu lewat mimpi? Sama sepertiku waktu itu?" tanya Andrew yang tercengang.

"Jadi itu bukan kemampuanku? Tapi kemampuan nenek?" tanya Andrew dengan nada yang kecewa.

Audrey menganggukan kepalanya bertanda bahwa Andrew benar. Audrey baru bisa mengatakan hal itu sekarang. Ia berpikir mungkin ada hungannya antara keadaan otak mereka, pesan dari nenek dan zombie itu.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status