16. Si Pengganggu

Yoan baru saja memutuskan panggilan telepon dari Tatiana, ketika dia melihat Sia keluar dari balik pintu samping toko. Penampilan cantik Sia dengan midi dress motif petal print yang belum sempat diganti olehnya, mengundang decak kagum Yoan di dalam hati.

“Kak Yoan?” Bukan main terkejut, Sia melihat Yoan sudah tersenyum, berdiri di depan sebuah sepeda motor dalam lorong yang sempit. “Sedang apa di sini?”

“Menjemputmu.” Dengan senyum, Yoan mengulurkan tangannya, berharap sungguh sang wanita idaman itu menyambut niat baiknya.

“Menjemputku? Tuan Rigel yang menyuruhmu?”

“Tidak, mana mungkin begitu.”

Sia menatap telapak tangan Yoan yang terulur dihadapannya, berdiri sedikit lebih tinggi di atas undakan lantai beton samping toko. Ragu, Sia tidak ingin berulang kali melihat bayangan masa depan buruk milik Yoan.

Berkali-kali, dan itu sangat menyakitkan bagi Sia yang masih belum terbiasa. Bahkan saat mereka berpelukan pun, Sia berusaha menahan itu dengan ai

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status