PERNIKAHAN YANG TERNODA
PERNIKAHAN YANG TERNODA
Author: Herofah
1. PROLOG

"Jangan sakiti Mamih!" Teriak Basti sambil melempar barang di meja rias ke arah laki-laki yang sedang menindih sang Mamih.

"Wah, jagoannya Jonas sudah datang. Hai jagoan, Om tidak akan menyakiti Mamih kamu kok. Om mau buat Mamih kamu enak," Aldri menyeringai mesum.

"Diam kamu Aldri!" Teriak Helen. Pandangan wanita itu kini beralih ke arah sang anak. "Basti keluar! Keluar kata Mamih!" Perintah Helen masih dengan suaranya yang lantang. Saat itu, Helen tidak bisa berkutik karena tubuhnya di kunci dengan sangat kuat oleh Aldri, sang mantan kekasih yang kini menjadi selingkuhannya.

Aldri tersenyum sinis lalu mencium paksa bibir Helen di depan Basti dengan penuh gairah. Saat dia melirik ke arah pintu, Basti sudah tidak ada di sana. Tampaknya bocah kecil itu sadar kalau usahanya menolong sang Mamih hanya akan berakhir sia-sia.

Sepeninggal Basti, Aldri semakin menggila di tempat tidur. Dia terus mencumbui Helen bagai seorang singa yang lapar. Bahkan rintihan wanita itu tak sama sekali dihiraukannya.

"Kamu tidak akan pernah bisa menghindariku lagi Helen! Ingat, kartu matimu ada ditanganku. Bukankah selama ini kita saling mencintai? Aku hanya ingin kamu merayu Jonas untuk mengalihkan seluruh hartanya kepadamu, lalu kita akan hidup bahagia bersama. Bukankah itu rencana kita sejak awal? Tapi kenapa sekarang sikapmu berubah? Kamu bahkan lebih sering membela Jonas? Apa mungkin hatimu sudah berpindah pada Jonas?" tutur Aldri panjang lebar. Napas lelaki itu kian memburu.

Helen hanya diam meski tubuhnya masih tetap meronta-ronta.

Aldri memperkuat cengkramannya pada ke dua pergelangan tangan Helen.

"Aku tak akan melepaskanmu begitu saja. Aku sudah menunggu terlalu lama untuk bisa mewujudkan semua impian kita sejak awal. Mungkin jika kamu tidak di jodohkan dengan Jonas, kita sudah bahagia sekarang! Semua ini tidak perlu terjadikan?"

Ancaman Aldri membuat seorang Helen kian di rundung perasaan cemas luar biasa. Wanita bergaun tidur itu mulai menangis. "Aldri, aku mohon, lepaskan aku. Lupakan aku Aldri. Lupakan semua rencana kita dulu. Jonas sudah begitu baik padaku selama ini. Aku tidak mau mengkhianatinya lebih jauh lagi. Tolong Aldri, kamu bisa mencari wanita lain yang bisa mencintaimu dengan tulus. Tolong jangan ganggu aku lagi" mohon Helen dalam tangisnya yang terdengar pilu.

Sayangnya, Aldri sudah tidak perduli.

Walau kenyataannya Aldri sangat mencintai Helen, namun rasa kecewanya pada Helen yang sudah mangkir dari semua janji dan kesepakatan mereka untuk menghancurkan Jonas justru lebih mendominasi atas apapun juga.

Bagaimanapun, Jonas sudah merebut Helen darinya dan Aldri tidak terima.

"Maafkan aku Helen, aku tidak menginginkan wanita lain lagi selain dirimu. Ayolah, aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu. Aku sangat merindukanmu Helen. Sejak Jonas di penjara, lalu kamu melahirkan, kita tidak pernah berhubungan lagikan?"

Aldri hendak menuntaskan niatnya untuk menyetubuhi Helen ketika sesuatu tiba-tiba saja terjadi.

Srettttt!

"Argh!"

Aldri berteriak kencang saat tiba-tiba tangannya seperti di cincang sesuatu.

Darah segar menetes bersamaan dengan nyeri luar biasa akibat sayatan benda tajam pada lengannya. Dan mereka jadi terperanjat saat melihat Basti, si bocah laki-laki yang baru berumur enam tahun itu, berdiri tak jauh dari mereka dengan sebuah pisau di tangannya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status