Love Me Please
Love Me Please
Author: Pelangi Jingga
Aku

Hidup itu bagaikan Angan-angan.

Hidup itu juga bagaikan roda yang berputar.

Apa yang kita lakukan esok adalah harapan.

Harapan untuk hidup.

Harapan untuk bahagia.

Dan harapan ku adalah dikelilingi orang yang ku sayang.

Namun hidup pun terkadang tak sesuai Harapan.

Itu mengapa ku katakan Hidup bagai roda yang berputar.

~~~

Aku, Hanna parkinson gadis berumur 21 tahun. Anak semata wayang dari pasangan Alexander Parkinson dan istrinya Giselle. Hanna dibesarkan dengan tanpa kekurangan suatu apapun, Ia dikelilingi oleh orang-orang yang sangat amat menyayanginya dan mencintainya.

Papah ku, Alexander Parkinson adalah pengusahan mebel furniture terkemuka di negaranya, banyak pesaing bisnisnya yang iri padanya. Bagaimana tidak, dalam waktu singkat Alexander mampu berkerja sama dengan Brand-Brand terkemuka dari luar negaranya.

Dan Mamah ku, Giselle adalah pensiunan desainer perhiasan dari merk terkenal. Memang namanya tidak begitu terkenal, karna ia berkerja di balik layar. Namun, ia lebih dikenal dengan sebutan Nyonya Parkinson.

Hanna adalah gadis yang populer dikampusnya karna manis, cantik, dan ramah. Bagi mereka hidup Hanna itu sempurna karna ia mempunyai segalanya. Hidupnya normal seperti anak muda jaman sekarang, berkuliah, mempunyai banyak teman dan tentu saja mempunyai pacar. Yang pada saat itu pacarnya adalah anak populer juga di kampusnya.

Dengan semua yang Hanna miliki, itu tidak membuat ia tinggi hati. Ia selalu ingat di atas langit masih ada langit lainnya, itulah yang di ajarkan oleh kedua orang tuanya sedari ia kecil. Dan sampai sekarang pun masih ia pegang teguh apa yang di ajarkan oleh orang tuanya.

Hanna mempunyai sepupu perempuan yang sudah seperti sahabat, yang sangat amat menyayanginya, mempunyai keluarga yang selalu mencurahkan kasih sayang yang sangat berlimpah.

Namun sesuatu terjadi pada Hanna, dan mereka yang dulu mengaku adalah teman Hanna, tiba tiba menghilang hanya karna ia tak mampu berdiri dengan kedua kakinya. Dan ya, seperti kalian ketahui, kebanyakan orang berpikiran " cantik itu harus sempurna ". Lalu? aku? apa karna aku tak sempurna, lalu kalian meninggalkan ku begitu saja.

Ini bukan salahku, ini bukan mauku. Tolong jangan hakimi aku dengan sikap kalian yang awalnya baik padaku lalu berubah karna kejadian itu. Aku hanya manusia, yang tak bisa melawan takdir yang di berikan Tuhan.

Karna ku yakin, Tuhan itu adil. Tuhan tak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya.

~~~

Matahari mulai keluar dari persembunyian gelapnya, menampakan diri untuk menyapa, membiaskan cahayanya dari balik jendela kamar milik Hanna, dan waktu pun menunjukan pukul 9 pagi.

Seperti biasanya, Hanna berangkat kuliah bersama sepupunya, Ellena. Sepupu rasa sahabat, ya memang mereka sudah berteman sedari kecil, karna Elle selalu di titipkan ke keluarga Parkinson, saat Orang Tua Elle pergi untuk mengurusi bisnis keluarga mereka di luar negri. oleh karna itu Alexander dan Giselle pun mulai mengganggap Elle seperti anak mereka sendiri.

Seperti rutinitas mereka dihari hari sebelumnya, mereka berdua berangkat kuliah dengan memesan taxi online.

"Sekarang giliran siapa yang mesen taxinya?" tanya Hanna.

"Iya bawel," jawab Elle merogoh saku celananya.

Tak berselang lama, taxi online yang dipesan pun datang, mereka pun masuk dan duduk manis di dalam taxi pesanan mereka.

Hanna melihat keluar jendela mobil, memandangi padat dan ramainya jalanan ibu kota oleh kendaraan pada saat itu.

Suara handphone berdering memecah keheningan disana, dan Hanna pun masih sibuk dengan lamunannya.

"Han," panggil Elle.

"Hmmm.. apa?"

"Itu hp mu bunyi, Han!" kata Elle kesal karna Hanna masih saja melanjutkan lamunannya.

"Iya iya"

Hanna mulai merogoh saku jaketnya untuk mengeluarkan handphone miliknya yang berbunyi.

"Pagi kesayangan," isi dari pesan tersebut.

"sayang bales dong."

"sayang masih marah ya?"

"Vikky? Tumben dia nge chat pagi pagi," gumam Hanna yang masih terdengar di telinga Elle.

"Dih, kamu gimana sih Han, pacar nge chat pagi pagi bukannya seneng malahan bilang begitu?' Harusnya mah seneng tau," jawab Elle yang mendengar keluhan Hanna.

"Seneng katamu, setelah dia ninggalin aku di resto sendirian?"

"Iyaaa.. udah sih maafin aja, lagian kan dia batalin janji karna ada urusan mendadak."

"Iya aja deh biar cepet, lagian aku juga udah 3 hari gak ketemu dia, maafin aja deh."

"Nah gitu dong, itu baru anak mamah Giselle," ledek Elle.

Tak berselang lama taxi online pu berhenti didepan sebuah Universitas ternama di Ibu kota.

"Permisi kak, udah sampe nih ketujuan kaka," kata Driver taxi online memotong pembicaraan mereka berdua.

"Oh iya Mas, sebentar ya!" kata Elle.

Elle mencari dompetnya di dalam tas, membokar kesana kemari tapi tidak menemukan dompetnya sama sekali. Elle mulai melihat Hanna dengan muka meng-ibanya.

"Han Han, cantik deh, dompetku ketinggalan di kamar, bisa bayarin dulu gak ntar aku ganti, please!" Elle menautkan ke dua tangannya seperti orang memohon.

"Ish.. kebiasaan banget, nanti kalo kepalamu bisa di copot mungkin bakalan ketinggalan juga kali ya," jawab Hanna sambil mencari dompetnya di dalam tas.

Hanna pun mengeluarkan uang lembaran lima puluh ribu sebanyak 3 lembar dari dalam dompetnya.

Lalu Hanna menyodorkan uang tersebut "Mas ini uangnya."

"Ka ini terlalu banyak," sang driver taxi online tersebut menyodorkan kembali uang yang diberikan Hanna.

"Udah gak apa apa, ambil aja Mas kembaliannya."

"Makasih, ya ka."

Hanna keluar terlebih dahulu sedangkan Elle masih sibuk membereskan tasnya yang tadi ia bongkar.

"Makasih ya pak," kata Elle membuka pintu mobil sembari tersenyum kepada Mas driver taxi online.

"Han, tunggu ih," teriak Elle sambil berlari kecil ke arah Hanna.

"Han, kok banyak banget sih kamu kasihnya? kan ongkosnya cuma 75rb?"

"Astaga, iya kah? Aduh gimana dong?" Hanna pura pura kaget.

"Kan bener kamu salah kasih ongkos, ayo balik lagi mumpung taxi onlinenya masih disitu," ajak Elle menarik tangan Hanna.

"Hahaha... dasar bodoh! aku sengaja memberinya lebih, barang kali dia butuh untuk keluarganya dirumah kan?" kata Hanna menarik kembali tangan Elle.

"Lagian drivernya masih muda, mana ganteng lagi, gak mungkin kan dia udah nikah," ucap Elle yang tak percaya.

Hanna pun menyentil kening Elle.

Pletak...

"Aduh sakit Han," ringis Elle memegangi keningnya.

"lagian kamu tuh, keluarga gak melulu tentang nikah Elle, kan ada kedua orang tua, mereka juga keluarga kan?" ucap Hanna memberi penjelasan kepada Elle tentang devinisi keluarga.

"Oh gitu ya, yaudah ayo ke kelas!, hari ini dosen killer yang ngajar."

"Iya iya ampun kalo kita telat semenit aja nanti kita bakalan di gantung di tiang bendera."

TBC

Comments (1)
goodnovel comment avatar
alanasyifa11
kayaknya bakal menarik nih,btw author bakal update tiap berapa hari yah..? author ada sosmed engga?
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status