The Darkness Of Vampir (Indonesian Version)
The Darkness Of Vampir (Indonesian Version)
Author: Rinia
Perkenalan Menyeramkan

“Perkenalkan, nama saya Andros.”

Terdengar suara lantang dari salah satu anak baru disekolah Permata Indah, dia dan kedua temannya terlihat agak menyeramkan dengan perawakan tubuh tinggi dan tegap. Namun, di balik semua itu wajah mereka nampak sangat menarik berpadu dengan style yang terlihat sangat cool.

“Saya Brendi.” 

“Dan saya Draynes.”

“Bil, apa hanya perasaanku, atau mereka kelihatan agak menyeramkan," bisik Sandra taman sebangku Nabila, yang akrab di panggil Bila.

“Mana aku tahu Dra" jawab Bila singkat, takut ketahuan Bu Ningsih, guru yang selalu menghukumnya di depan kelas.

Disaat-saat seperti itu, tanpa disengaja Bila dan anak baru yang bernama Andos itu saling bertemu pandang. Tatapan matanya yang tajam berhasil membuat Bila merinding sejenak.

Agar  tidak terlalu lama terjebak dalam keadaan seperti itu, Bila pun memutuskan untuk mengalihkan pandangan matanya kearah lain.

“Ini anak seram juga,” gumam Bila dalam hati sambil melirik anak baru itu, memastikan bahwa dia sudah tidak melihat kearahnya lagi.

Bila memutuskan melihat untuk yang kedua kalinya, lalu saat dilihat ternyata orang tersebut masih saja melihatnya dengan tatapan yang tajam namun tanpa ekspresi.

Merasa masih di perhatikan, Bila pun memutuskan untuk memfokuskan matanya dengan buku pelajaran yang sedari tadi terbengkalai oleh perkenalan anak baru itu.

Walaupun sedang tidak fokus sekalipun, Bila tetap berusaha untuk berpura-pura sibuk dengan kegiatan membaca bukunya.

Baru saja Bila berhasil menemukan titik fokus yang sedari tadi di perjuangkan, samar-samar perempuan itu malah mendengar bisikan-bisikan halus dari tempat duduk yang ada di sebelahnya.

Semua itu tentu saja berhasil menganggu konsentrasi yang tadi sempat mendarat di pikirannya. Bila yakin, suara itu pasti berasal dari Putri dkk yang sedang membicarakan anak baru yang terlihat menyeramkan itu.

Maklumlah, Putri dkk sudah menjabat sebagai Ratu Gosip se-SMA Permata Indah, dengan rentang nilai 100 banding 100. 100 untuk nilai ceramah gosipnya dan 100 untuk informasi yang telah di perolehnya.

Bila hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat Putri terus-menerus tersenyum kearah ketiga anak baru itu. Entah apa yang sedang orang itu pikirkan sehingga membuatnya tak berhenti tersenyum.

“Astaga, Putri malah tersenyum melihat orang yang menyeramkan seperti mereka,” pikir Bila dengan tatapan yang aneh.

Tiba-tiba terdengar suara lonceng berbunyi sebanyak lima kali pertanda semua guru harus segera berkumpul untuk melaksanakan rapat. Bila yakin untuk hal seperti ini Putri pasti sudah mengetahuinya tinggal tunggu saja reaksi dari Putri dkk.

“Bener kan aku bilang, akan ada rapat mendadak hari ini,” seru Putri dengan semangat.

Sedangkan Bu Ningsih sudah membereskan barang-barangnya untuk bersiap pergi meninggalkan kelas untuk memenuhi panggilan rapat.

Sebelum guru satu itu keluar, ia sudah berpesan agar tidak ada satu anak pun yang keluar dari kelas kecuali sudah mendapat izin dari ketua kelas selama lonceng istirahat belum berbunyi.

Baru saja guru yang satu itu keluar dari ruangan kelas, terdengar suara bising dari segala penjuru. Mulai dari grup Putri dkk hingga menyebar ke seluruh ruangan.

Untungnya kondisi itu tidak bertahan lama karena Laska segera turun tangan dalam menertibkan suasana kelas, termasuk dengan Putri dkk. Laska sang ketua kelas sekaligus sahabat Bila dari kecil sampai saat ini.

Perlahan Laska pun mendekati ketiga anak baru itu dengan tersenyum. Tradisi itu sering ia lakukan ketika menyambut orang-orang penting termasuk siswa baru di kelas ini. Senyuman ramah adalah sebagai tanda sambutan dari seluruh kelas atas kedatangan mereka.

“Andros, Brendi dan Draynes, selamat datang di kelas kami. Silahkan pilih tempat duduk kalian, tentu tidak enak bukan melihat kalian hanya berdiri di sini,” jelas Laska tenang dan terlihat santai terhadap mereka.

Brendi dan Draynes membalas senyuman Laska sebagai ucapan terima kasih atas sambutan yang telah orang itu berikan. Tetapi tidak dengan Andros, dia masih saja memperlihatkan wajah tanpa ekspresi.

“Dia kelihatan sangat dingin, lebih mirip ice prince,” ujar Bila setengah berbisik kearah Sandra.

Perkataan Bila membuat ia pun langsung tertawa dengan suara yang tidak terlalu terdengar oleh orang lain termasuk ia sendiri.  

Sandra sebenarnya tak beniat untuk tertawa sedikitpun, perkataan Bila tak terdengar lucu. Hanya saja saat melihat ekspresi Bila yang terkenal tomboy, yang tak mengenal rasa takut sekarang malah terlihat sangat aneh dengan ekspresi kalutnya, membuat Sandra jadi tersenyum tipis.

Anak baru itu ternyata benar-benar sangat menakjubkan, sehingga bisa berpengaruh pada Bila secepat ini. Akan tetapi Sandra yang terkenal dengan rasa hormatnya kepada guru, tak terkecuali dengan Laska yang menjabat sebagai ketua kelas, membuat ia tak ingin tertawa lepas. Meskipun sering terlupakan kalau-kalau terdapat situasi yang tidak mendukung.

Tanpa mereka sadari Andros yang sedari tadi diam dengan wajah dinginnya langsung saja berjalan kearah Bila dan Sandra yang masih sibuk dengan pembicaraan mereka sendiri.

Tak ada orang yang menduga bahwa Andros akan pergi mendekati Bila dan Sandra, sebab sedari tadi ia hanya diam, terkesan lebih tidak peduli akan situasi yang terjadi.

Sandra akhirnya sadar bahwa ada orang yang sedang melihat mereka dari jarak cukup dekat ketika sebuah tangan menyentuh meja yang ditempati mereka berdua. Menyadari hal tersebut Sandra pun langsung terlonjak kaget sambil melihat kearah sang pemilik tangan, dimana nampaklah wajah Andros yang kian terlihat menyeramkan.

Melihat sikap Sandra yang terlihat aneh, Bila pun segera berdiri dan berbalik arah bermaksud untuk melihat wajah orang yang telah menganggu obrolannya dengan Sandra.

Sekilas Bila nampak sedikit terkejut saat wajahnya berhadapan langsung dengan Andros yang terlihat semakin menyeramkan. Namun, dengan segera Bila menetralkan wajahnya kembali.

Bila tidak mau sampai terlihat ketakutan dengan orang yang ada dihadapannya ini, walaupun ia tadi sempat dibuat merinding ketika melihat kearah matanya yang tajam.

Bila memang terkenal akan perilakunya yang keras, terlihat tomboy tetapi masih berpenampilan sama seperti gadis lainnya. Hanya satu hal yang telah lama menjadi prinsip hidup perempuan tersebut.

‘Ia tidak mau kalau ada orang yang beranggapan bahwa seorang perempuan itu lemah dihadapan lelaki, terutama sesama perempuan. Karena baginya setiap orang memiliki kedudukan serta hak yang sama.’

Lumayan mirip dengan HAM ya?

“Kenapa, ada yang salah dari kami berdua?” tanya Bila dengan ekspresi wajah yang terkesan lebih berani.

Tetapi, Andros sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Bila dan masih dengan wajah tanpa ekspresi miliknya.

“Baiklah, mungkin kamu hanya sedang sakit gigi atau sedang menghemat suara. Ayo Dra, kita pindah tempat duduk saja, orang ini mungkin ingin duduk disini. Sebagai anggota kelas yang baik kita harus menghormati keinginan siswa baru, walaupun dia sama sekali tidak mau bicara dan meminta dengan baik-baik. Maksudku, setidaknya dia bisa meminta izin," ujar Bila terlihat sedang membereskan buku dan peralatan sekolahnya, bersiap pergi meninggalkan tempat tersebut diikuti Sandra yang masih terlihat sedikit ketakutan.

Sandra tak melakukan apapun saat Bila mengajaknya pergi meninggalkan tempat tersebut, ia yang sebenarnya juga memiliki sifat yang hampir mirip dengan  Bila terasa tak bisa berkutik dihadapan orang baru itu.

Walaupun sebenarnya ia merasa aneh saat Bila langsung ingin pergi dan merelakan tempat duduk mereka. Sandra pikir Bila terkesan menghindari Andros.

“Tu-tunggu, kenapa kita yang harus pergi, memangnya...,” 

Perkataan Sandra jadi terhenti saat Andros tiba-tiba memegang tangan Bila, hal itu tentu saja berhasil membuat keduanya sangat terkejut.

Semua itu terjadi bukan hanya karena Andros yang tiba-tiba berani memegang tangan Bila, tetapi juga disebabkan oleh gengaman tangannya yang terlalu kuat dan kasar. Sepertinya Andros sudah kehilangan kesabarannya saat itu, sehingga berhasil membuatnya berani bertindak kasar.

Seluruh penghuni kelas nampak sedang menyaksikan kejadian itu dengan penuh saksama. Brendi dan Draynes pun langsung bertindak, jangan sampai Andros membuat kekacauan di kelas dan dihari pertama mereka.

Tidak ketinggalan juga dengan Laska dan Putri, mereka pun turut melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Brendi dan Draynes.

Jadi..., Apalagi yang akan terjadi setelah itu...?

Anda ataupun saya tak akan pernah tahu akan apa yang ada dihadapan sana.

***** sana.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status