Share

17. Tumbuh Rasa

Pertemuan demi pertemuan terjadi. Vivi patuh pada ajaran Anjas karena belum mengerti teknik menulis yang benar. Jangankan KBBI, beda narasi dan dialog tag saja belum paham. Syukur berkat skill dan kesabaran di atas rata-rata, Anjas berhasil membimbing.

Anjas pula memuji draft milik Sasa, hingga membuatnya berani mengirim draft ke publisher Mayor.

Semua berjalan dengan mulus hingga memasuki bagian proses meracik plot dan karakterisasi tokoh dalam cerita yang Vivi tulis. Mulai tercipta riak diantara mereka.

Vivi merasa ini kisah nyata berbasis kejadian masa lalu, dia lebih mengenal diri sendiri juga cowok yang ada di masa lalu. Ia juga lebih paham kejadian apa yang terjadi kala itu dan menganggap Anjas sok tahu karena mengatur ini dan itu. Proses ini melelahkan, dua kali pertemuan mereka seperti berjalan di tempat.

Hari ini pun tak berbeda dengan kemarin. Keduanya debat hingga menyita banyak perhatian dari pengunjung juga pelayan.

"Yang benar dong ka

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status