Share

23. Konfrontasi Frontal

Takdir siapa yang tahu. Banyak manusia bicara kalau ini semua sudah takdir, tapi mereka tetap berusaha. Walau ... enggak semua berusaha dengan benar, seperti Vivi. Siapa yang bisa menebak jika sekarang dia menjadi terkenal. 

Dahulu dia sombongan, urakan, bahkan ada yang bilang gila. Sekarang setelah paham akan susahnya menulis dan berhasil. Dia semakin menjadi-jadi.

Pagi-pagi sekali Vivi datang ke kampus, membayar orang untuk memasang spanduk. Setelah selesai memasang, dia membayar orang-orang itu pakai uang jajan yang ditabung selama seminggu. 

"Eh, itu Mahasiswi sini,kan?" bisik seseorang yang melintas di belakang Vivi. "Kok ada spanduk segala? Apa dia menang sesuatu?"

"Dibaca, Kak, cibaca tulisan di spanduk," keluh Vivi, berdiri bersila tangan tanpa menoleh.

Sebuah spanduk besar membentang di atas gapura lahan parkir kampus, menyambut semua orang yang memasuki area itu. Kebanyakan dari mereka cuek. Akan tetapi beberapa orang sempat ber

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status