My Crazy Love Story (Momentum)
My Crazy Love Story (Momentum)
Author: Red Maira
Prolog

Kamboja Odissea. Ya, gadis yang sedang duduk sendirian membaca novel "My Crazy Love Story" di bawah lindungan pohon tabebuya pada jam pulang sekolah itu namanya Kamboja Odissea. Tapi orang-orang lebih akrab memanggilnya Oca. Rambut lurus berwarna cokelat terang bukan hasil semiran. Mata cokelat gelap sedikit hazel. Hidung mancung lurus. Bibir merah yang tidak tipis dan tidak tebal. Pipi merah tanpa lesung pipit. Satu tahi lalat di pipi dan di pelipis sebelah kiri. Dengan cetakan wajah seperti itu, Oca sebenarnya adalah gadis yang bisa dibilang cantik. Sangat cantik, bahkan.

Tinggi 170 cm. Oca memakai sepatu tinggi berwarna hitam yang membuat tinggi badannya menjadi 172 cm. Oca berusia 16 tahun. Saat ini, ia duduk di kelas dua jurusan IPS di Master Heralding International School, salah satu sekolah agama Noktah berbasis internasional yang cukup bergengsi di Kota Petra. Oleh karena itulah, ia memakai seragam putih dengan dasi biru, dibalut dengan blazer hitam dan rok hitam selutut. Sebuah outift yang sangat sopan.

Oca suka membaca novel sendirian dibawah pohon, mendengarkan musik sendirian dibawah pohon, menonton film horror dan thriller di laptop, juga dibawah pohon, menggigit es krim langsung dengan giginya, menjilat cokelat yang sudah lumer di tangannya, makan ayam goreng crispy campur sambal dan bon cabe, menghirup aroma spidol, menghapus papan tulis putih, berjalan-jalan di koridor sekolah kemudian balik lagi tanpa maksud tertentu (Sekedar menghirup angin), dan Oca juga menyukai jam kosong yang kemudian waktu kosong itu akan dihabiskannya dengan membuat komik di belakang buku tulisnya.

Oca tidak menyukai pelajaran matematika, tidak menyukai orang yang bersin tanpa menutup hidung, sebal dengan para gadis yang bau badan tapi masih nekat memakai pakaian dengan ketek terbuka, jijik dengan ludah orang, dan paling anti dengan bau rokok.

Oca menutup novel setebal 3 cm itu. Ia mengalirkan napas lega karena telah berhasil menyelesaikan bacaannya. Ia memandang lurus ke depan, tersenyum kepada para pemain basket yang datang berbaris memasuki lapangan, bersiap-siap untuk bermain.

Diantara para pemain basket itu, adalah David Delano, laki-laki populer yang telah seumur hidup menjadi tetangga Oca. David Delano, umur 17 tahun, anak kelas 3 jurusan IPA. Tinggi 185 cm, garis wajah lembut, mata biru, bibir merah jambu pucat, rambut pendek sewarna ash, lengan berotot, perut berotot, dan kaki kekar. Sejumlah perempuan yang duduk di pinggir lapangan berjingkrak-jingkrak ketika pemuda tampan itu datang dan melambaikan tangan.

David Delano menyukai tidur di siang hari, nge-gym di malam hari dan main game sampai pagi. Ia juga menyukai sup iga sapi, sate sapi daripada sate kambing, rendang sapi dan susu sapi yang masih mentah. David Delano tidak menyukai suara komentator basket saat ia bertanding. Ia tidak menyukai semua pelajaran di sekolah kecuali olahraga. Tidak suka dengan orang yang tidak menghabiskan makanannya di kantin, dan tidak suka ketika temannya meminta hotspot pribadi terus memutar youtube seenaknya.

Memandang ke bawah dari balkon lantai dua, adalah Bizantine Alfadrey alias Bimbim, teman sekelas Oca. Ia sedang dihukum gurunya karena sengaja bolos di jam pelajaran agama. Kulit putih, mata cokelat, tinggi 183 cm, garis wajah lembut dan rambut lurus hitam. Gampangnya, Bimbim mirip Younghoon personil Boyband The Boyz dalam dunia sebelah. Ia dinobatkan sebagai lelaki tertampan di Master Heralding International School. Setiap hari ia selalu mendapatkan surat cinta dari para teman wanitanya, yang sebenarnya jarang sekali ia balas.

Bimbim menyukai pelajaran matematika, tetapi ia selalu ribut dengan gurunya yang ia anggap arogan, akibatnya nilai matematikanya justru jadi yang paling jelek sekelas. Setiap kali mamanya tahu rapor matematikanya merah, mama menganggap Bimbim bodoh dan kemudian menambahkan durasi les matematikanya untuk Bimbim.

Bimbim tidak menyukai pelajaran agama. Ceramah tentang nilai dan moral selalu membuatnya ngantuk. Oleh karena itu, ia sering bolos, yang akhirnya malah membuatnya dipaksa mendengarkan ceramah yang lebih lama lagi, dan ia makin ngantuk lagi, dan gurunya makin sebal lagi.

Turun lagi dari balkon lantai dua tempat Bimbim berada, duduk dibawah tiang bendera, adalah Arabella Adnan, seorang gadis cantik mirip artis ternama dari dunia sebelah, Dasha Taran. Ia agak terlalu kurus bagi kaum laki-laki, sebenarnya. Tetapi bagi para perempuan, ia nyaris sempurna bukan main. Sama seperti Bimbim, Ara juga sekelas dengan Oca. Dan yang terpenting, Arabella adalah gadis yang telah menaklukan hati David. Mereka berdua telah menjalin hubungan dari kelas satu dan dicap sebagai "Couple Goals".

Sayangnya, Ara, begitu ia akrab disapa, punya sifat buruk yaitu selalu menentang pernyataan orang lain. Oleh karena itu, orang tuanya merekomendasikannya untuk menjadi seorang pengacara. Namun, Ara bisa membuat Hakim sakit kepala karena dia selalu menghentakkan kaki ke lantai dengan kasar jika ia sedang berdebat. Gosip mengatakan bahwa ia juga terlalu dimanja dan sensitif. Hal terkecil sekalipun, seperti misalnya tak sengaja menyenggol sikunya, bisa berujung perdebatan tujuh hari tujuh malam. Lebay, tapi memang begitu sifatnya.

Berdiri disamping Ara, adalah Designated-Ugly-Fat-Friend, Belinda Somerset, sesosok cewek gendut dengan suara melengking. Belinda sering berteriak tiba-tiba hingga membuat semua orang ketakutan setengah mati. Belinda suka sekali bernyanyi hingga membuat siapapun yang mendengarnya merinding. Belinda dicap sebagai makhluk paling rakus yang pernah ada di sekolah. Kecuali Ara, tak ada yang berani mengajaknya makan siang karena Belinda melahap semua makanan hingga membuat orang lain kelaparan. Itulah mungkin sebabnya Ara sangat kurus. Mitos menyebutkan Ara dan Belinda adalah sahabat sejati. Yang satu kurus seperti terkena builmia dan yang satunya lagi sangat gendut seperti tak pernah makan setahun. Klop!

Belinda sering dihukum guru karena kebiasannya menyimpan chiki-chiki di kolong meja, juga karena kebiasannya makan saat jam belajar berlangsung. Tapi pada suatu kesempatan tertentu, ia bisa menjadi begitu dermawan. Tak terhitung berapa kali ia mentraktir teman sekelasnya. Tapi suaranya sungguh meresahkan. Satu dunia menyuruhnya berhenti bernyanyi, namun Belinda tidak peduli.

Keluar dari ruang kelas di lantai bawah, berjalan menuju Oca, adalah sahabat Oca satu-satunya, Sonia Sanjaya. Ia adalah tipe perempuan rata-rata dengan dada rata dan bokong rata. Wajahnya tidak jelek, tapi juga tidak cantik. Rata-rata.

Sonia adalah perempuan yang selalu gugup dan tegang di setiap waktu. Ia lima kali lipat lebih pendiam dari Oca. Hampir semua orang menganggap Sonia aneh. Ketika ujian tiba, Sonia tidak bisa ditemukan di mana pun kecuali di atap sekolah. Dikelilingi dengan kesunyian dan ketakutan sembari merenungi buku-bukunya. Mungkin itulah sebabnya wajahnya selalu tampak pucat. Setiap saat ia selalu punya sesuatu untuk dikhawatirkan dan ia berpikir terlalu berlebihan.

Lebih dari semua itu, hadirlah Sang Ratu tercantik dari para siswa cantik. Hadirlah Sang Ratu terpopuler dari yang paling populer. Dia adalah gadis yang sekarang berjalan di koridor dengan dikawal oleh dua sahabatnya di kanan-kiri (Mungkin lebih tepat disebut dayang-dayangnya). Dia adalah Cersei Ernesta. Cece, panggilannya. Tinggi semampai. Mulia indah cantik berseri, kulit putih bersih merah pipinya. Dia Cece, putri Tuan Ernesta, pacarnya Bizantine Ups! Pacarnya Bimbim? Oh tidak, kawan. Cece jomblo. Bimbim adalah gebetannya. Sudah lama ia mengincar pria berpredikat "Most Handsome" tersebut. Namun, entah bagaimana, upayanya gagal terus. Bimbim seperti tak tertarik. Menoleh pun tidak.

Cece duduk di pinggir lapangan. Agak lebay, tapi dia benar-benar dikipasi oleh kedua sahabatnya, kanan-kiri. Cece menyemangati Mecheria Alfadrey yang sedang berusaha mengalahkan David dalam permainan. Hal ini membuat Ara senewen. Ia curiga pemberian semangat Cece itu punya maksud tertentu mengingat Memet adalah kakaknya Bimbim. Cece dan Ara memang dikenal sebagai musuh abadi. Faktanya? Mereka berdua sama-sama Drama Queen. Dunia tahu itu, kecuali mereka.

Dan yup! Mecheria Alfadrey alias Memet adalah teman sekelas David. Mereka adalah sahabat dari kecil. Lewat Memet, Bimbim bisa masuk ke circle pertemanan David, yang kemudian membuatnya tambah populer.

Memet menyukai makanan pedas, menyukai bau bumbu makanan yang sedang dimasak, berenang di malam hari dan menelpon sambil berak di kamar mandi. Sebaliknya, ia tidak menyukai bicara di depan kelas, malas mengerjakan piket kelas dan tidak suka menjadi bayang-bayang ketampanan Bimbim.

Ting! Ting! Bunyi denting di gerbang sekolah. Seorang lelaki bersetelan lengkap meminta izin kepada satpam untuk masuk, meskipun ia tahu sekolah mau ditutup.

"Aku cuma mau nitipin berkas ini, Pak," katanya kepada seorang satpam berwajah sangar dan berkumis tebal, lebih mirip preman pasar daripada satpam sebenarnya.

"Hmmm," satpam itu hanya bergumam, seakan ia tak paham bahasa manusia.

Lelaki itu menelan ludah. "Saya adalah guru baru disini, Pak," lanjut pria itu, berusaha mengurangi kecurigaan sang satpam. "Nama Saya Alexander Miller, Pak," lelaki itu mengulurkan tangannya. "Salam kenal."

Wolfgang Rudolf Alexander Miller (Ke depannya nanti ia akan dipanggil Rudolf), guru Bahasa Inggris baru yang akan mengajar murid dari kelas satu hingga kelas tiga, juga yang nantinya merangkap sebagai guru BK.

Rudolf menyukai kerekan jari-jari tangan, mendengarkan musik klasik dan puisi-puisi kuno. Rudolf tidak menyukai kopi yang dingin, teh yang terlalu manis dan wanita yang terlalu agresif. Ia tetap jomblo meskipun banyak yang ngantri. Jelas saja, dia kan Good Looking. Visualnya mirip anggota boyband dari dunia sebelah, Baekhyun EXO.

Matahari bergulir ke barat. Sinar redup keemasannya menyiram bumi, jalanan, rumah, pepohonan dan menjadikannya bayang-bayang siluet. Nun jauh di jalan tol, suara klakson kendaraan bersahut-sahutan, memaki-maki pada kemacetan yang tak kunjung terurai. Angin menyambar teriakan-teriakan mereka ke udara.

Bersamaan dengan itu, Oca masih duduk di bawah pohon Tabebuya. Kini ia asyik mengobrol bersama Sonia. David dan Memet masih sibuk bertanding, dengan sorakan dari cewek-cewek genit sebagai latar belakang, tak lupa lirikan sadis dari kedua Drama Queen, Ara dan Cece yang selalu menyorotkan raut permusuhan. Belinda masih makan. Bimbim masih diceramahi guru agama dan Rudolf berbalik badan, perlahan mulai menjauhi gerbang yang esok akan menjadi separuh kehidupannya.

Bersama, mereka semua akan menjalin sebuah cerita. Disini, di sekolah ini, takdir dijalankan. Indah. Seru. Asyik. Lucu. Dan tentu saja, gila.

My Crazy Love Story. It's kinda crazy, but it's still love story. Karena menjadi normal sudah terlalu mainstream.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status