Bab 84

Wira tertunduk lesu di atas kursi yang mengikat kedua tabgan serta kakinya. Napasnya tercekat saat melihat tatapan langsung dari keluarganya melalui ponsel. Kekecewaan dan kemarahan tampak mendominasi dan mereka bahkan tidak pernah menginginkan sosoknya hadir sampai menjadi seorang iblis. Kehadirannya bahkan tidak lagi diharapkan oleh siapa pun termasuk istri kesayangannya.

"Kenapa? Apa kau membuat mereka kecewa?" tanya Saira datang sembari membawa sebotol air mineral.

"Apa pedulimu!" sarkas Yudi dari sisi kanan. 

Saira ikut mendekat dan menatap Yudi dengan senyum mengejek. "Apa wajahku terlihat peduli?" 

Gadis itu menggeleng lalu tertawa sejenak sebelum tatapan tajamnya memusat pada pria itu. Kebenciannya terlihat sangat tidak terkira lagi. Ia menendang kursi Yudi sampai tersungkur ke lantai. 

"Aku ingin sekali membunuh kalian berdua, tapi itu tidak akan membuatku bahagia! Bagaimana kalau salah satu dari bagian tubuh kalian dihilangkan?

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status