PERSUGIHAN
PERSUGIHAN
Author: ANGELA HIKARU
1

Ping…

Sebuah pesan w******p masuk ke ponsel salah satu gadis cantik yang kini duduk di kelas 2 SMA di salah satu sekolah favorit di Bandung.

Gadis itu sedang rebahan di atas kasur kontrakan yang berukuran singel dengan ruangan bernuasa pink dengan motif hello kitty menghiasi semua dinding kamar kontrakan. Yang merupakan motif kesukaan gadis itu, Serta berapa boneka hello kitty menghiasi atas ranjang tersebut. termasuk berapa poster bayband Korea menempel di setiap dinding.

Gadis cantik dengan rambut hitam panjang sepinggang itu bernama Narnia.

Narnia berusaha meraba-raba keberadaan ponsel di samping tubuhnya, untuk mengecek siapa yang mengirimkan pesan untuknya yang menganggu waktu bermalas-malasan di saat liburan sekolah.

Setelah mendapatkan ponsel tersebut, Narnia membuka kedua matanya dengan malas.

Tombol kunci di layar ponsel di buka dengan gesekan jemari dan ia menekan tombol hijau whatxx untuk melihat siapa yang mengirimkan pesan dengan bunyi berturut-turut seperti orang kesetanan yang membangunkan tidurnya yang nyenyak.

Melihat pesan yang masuk, merupakan pesan dari ibu tirinya yang meminta Narnia untuk tinggal di Jakarta dan menetap bersama dengan kelurga baru. dengan segala alasan yang tertulis di pesan whatxxx

Narnia agak ragu untuk memberikan jawaban atas permintaan sang ibu Tiri. karena ia masih betah tinggal di Bandung dan bebas melakukan apa saja. Yang merupakan salah satu kontrakkan sederhana yang dekat sekolah dan selain itu, Narnia merasa tidak enak sama keluarga baru ibu tiri yang sudah mempunyai anak dan suami. Sekarang posisinya adalah, ia adalah orang luar dan tidak berhubungan apapun dengan mereka.

“Haruskah aku tinggal bersama mereka?” batin Narnia.

Keraguan menyusup di hati Narnia, ia menolak secara halus tawaran ibu tirinya. Karena tidak enak hati dan takut-takut seperti cerita di sinetron yang keberadaannya tidak di anggap sama sekali dan di siksa oleh pihak keluarga ibu tiri yang kejam.

Sang ibu tiri yang melihat pesan Narnia langsung mendengus kesal, ia tidak terima atas kegagalan ini dan niat jahatnya masih tetap tidak berubah sama sekali.

“Kurang ajar,” gumam ibu tiri dengan nada marahnya atas jawaban Narnia yang sungguh menohok hatinya. Tepatnya, Wanita paruh baya itu tidak suka di tolak oleh Narnia dengan alasan ini itu.

Sang ibu tiri tidak menyerah begitu saja, ia kembali membujuk Narnia dengan iming-iming kuliah di Jakarta karena permintaan terakhir ayah Narnia. Pesan selanjutnya membuat Narnia bimbang besar. Mau melakukan wasit sang ayah atau tidak, Karena ia tidak punya rencana untuk kuliah. Maunya langsung kerja.

"Benarkah? ayahnya menginginkan aku kuliah." Banyak pertanyaan di hati Narnia. Di sertai dengan keraguan dan kecurigaan terhadap ibu tirinya yang kini bertingkah aneh. padahal ibu tirinya tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya. Selain bersikap acuh tak acuh.

Ping

Pesan whatsxx masuk ke sekian kalinya, dengan isi semua biaya kuliah sudah di persiapkan jauh-jauh hari oleh sang Ayah. Sehingga Narnia tidak perlu cemas dengan segala pengeluaran dan biaya bulanan.

Narnia masih bimbang untuk membalas pesan tersebut, sehingga ia meminta waktu untuk berpikir lagi.

Melihat jawaban Narnia yang masih ada keraguan, Lala berdecak kesal. dengan sumpah serapahnya yang tiada henti-hentinya.

“Keras kepala sekali anak ini," decak Lala kesal bukan main, Hingga kerutan di wajahnya nampak jelas semua.

“Biarkan dia berpikir dulu,” saran Herman selaku suami baru dari Lala.

“Di biarkan sampai kapan? bisa-bisanya kita kehilanga tumbal persugihan selanjutnya,” ucap Lala mengingatkan suaminya yang masih saja bodoh dan berbaik hati membiarkan tumbal selanjutnya hidup nyaman dan bebas. Sedangkan dirinya harus menatapi detik-detik kebangkrutan usaha yang di rintis oleh suami keduanya.

"Aku tidak mau hidup miskin," seru Lala dengan emosi tinggi.

Herman memangut-mangutkan kepala atas kemarahan Lala yang masuk akal menurutnya.

“Waktu kita tidak banyak lagi, tumbal ini sudah tidak berguna lagi. kita harus mendapatkan tumbal baru,” ucap Lala yang masih sibuk mengingatkan Herman atas tujuan persugihan makanan yang mereka kelola yang mulai  menyusut banyak selama berapa tahun ini.

“AKu tahu, Coba kau minta dia liburan sehari atau dua hari di sini. Untuk menarik perhatiannya, Dengan mengajak ia keliling Jakarta dan ke sekolah Ardi dan Adam. Siapa tau dia berminat pindah sekolah," Jelas Herman dengan usulnya kali ini yang di pastikan akan berhasil menyeret Narnia ke dalam ritual persugihan.

Lala yang mendengar usul Herman, langsung setuju dengan ide tersebut. Berhubungan sabtu tanggal merah dan senin masih tanggal merah. Maka Lala langsung mengirimkan pesan kepada Narnia untuk membujuk Narnia ke Jakarta dengan memfasilitaskan apa yang di inginkan Narnia dengan alasan ia sudah kangen. Sekaligus mengajak Narnia untuk berziarah ke makan orang tua Narnia. Bagaimanapun ia adalah ibu tirinya. Masih ada kewajiban mengingatkan Narnia yang masih merupakan tanggung jawabnya.

Narnia menghela nafas panjang, ia lupa bagian ini dan akhirnya ia setuju dengan apa yang di tawarkan oleh ibu tirinya. Bahwa ia akan pergi ke Jakarta pada hari jumat siang.

Lala dan Herman saling melihat satu sama lain, Keduanya tertawa terbahak-bahak. Karena rencana mereka akhirnya berhasil menarik simpati Narnia.

“Dengan begitu, Sebelum tumbal persugihan dari wanita yang di kencani oleh Adam tidak berguna lagi. Kita harus secepatnya mejadikan Narnia sebagai peganti wanita persugihan yang lama," ucap Lala yang di anggukkan oleh Herman yang setuju dengan ide Lala.

“Dengan begitu, kita tidak akan mati kelaparan dan di pandang rendah orang lain," balas Herman yang yakin dengan keputusan yang mereka berdua ambil kali ini. Yang merupakan keputusan paling baik dari semua keputusan yang ada.

Lala dan Herman saling melihat satu sama lain, Hal ini hanya di ketahui oleh mereka bertiga tanpa melibatkan Ardi.

"Kita harus membicarakan hal ini dengan Adam," saran Lala.

Herman langsung setuju dengan ide Lala.

Di pihak lain, Adam yang tengah sibuk dengan para wanita yang ia kuras lendirnya barusan. menatapi wanita di samping tempat tidur dengan tatapan bodoh, Setelah apa yang ia inginkan selama ini. Sudah di daptkan dan sekaligus menjadi artis pendatang baru di dunia industri hiburan.

Tujuan Adam tak lain hanya menjual tampang dan meniduri para wanita yang masih bersih untuk mendapatkan kenikmatan. Sekaligus lendir untuk persugihan yang akan di gunakan untuk membuat kuah bakso yang di jual oleh ayah dan ibu tirinya. Dengan begitu, Penghasilan yang akan di dapat berlipat-lipat untuk memenuhi gaya hidup mewahnya di Jakarta dan sekaligus menjadi orang berstatus sosial.

“Apa!?” ucap Adam terkaget dengan perkataan ibu tirinya, bahwa ada saudara lain yang akan menginap berapa hari di kediaman mereka. Sehingga Adam di minta keluar dari rumah sebelum waktu di tetapkannya persugihan untuk menguras lendir Narnia.

“Ini semua demi keselamatan kita bersama-sama dan kau juga yang akan mendapatkan malam pertama Narnia. Aku rasa ini penukaran yang setimpal, bukan?” balas Lala yang berusaha membujuk Adam.

“Kau bisa menyentuhnya setiap kali yang kau mau, untuk sementara mengalah dulu. Keandaan kita seperti ini sungguh mencemaskan dan para wanita yang lendirnya yang sudah di kuras olehmu, banyak yang tidak bermanfaat sama sekali. Sehingga penjualan kita banyak surut kian hari,” timpal Herman yang membela Lala.

Adam terdiam dan berpikir, apa yang di katakan oleh ayahnya. Karena ia juga sering main ke tempat usaha ayahnya dan hari demi hari semakin sepi. Tidak seramai dahulu, sehingga apa yang di katakan oleh ayahnya masih masuk akal. Semua demi keselamatan bersama-sama dan ia hanya perlu bersabar berapa hari.

“Baiklah, aku akan mencari wanita lain untuk di kuras lendirnya dulu. Demi ke langsungan usaha kalian. Jika sampai kalian bangkrut, maka aku juga akan kena dampak susahnya. Aku tidak mau hidup melarat sama sekali dengan usaha yang bangkrut,” balas Adam yang setuju dengan memberikan kamarnya kepada Ardi dan Ardi memberikan kamarnya kepada Narnia. Yang akan di gunakan oleh Narnia berapa hari selama di Jakarta.

Comments (2)
goodnovel comment avatar
adiwahyubowo
This is one of the best story I've read so far, but I can't seem to find any social media of you, so I can't show you how much I love your work
goodnovel comment avatar
Nunik Elistiani
sapa tu herman.......
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status