Game Begin
Game Begin
Author: TeamArt Studios
Chapter 1

"Ughh." Aku terbangun dengan keadaan kepala sangat sakit.

Kesan pertama yang sangat buruk. Tidak, lebih buruknya lagi aku terbangun di sebuah ruangan yang teramat asing.

Aku tidak tau apa yang terjadi. Namun ruangan kumuh ini, hanya memiliki satu pintu yang diganjal dengan lemari baju dari dalam.

Melihat sekeliling tidak ada orang selain diriku, membuatku yakin bahwa akulah orang yang telah menutup rapat-rapat pintu itu.

(Tapi apa yang sebenarnya terjadi?)

Aku kemudian berdiri dan mulai melangkah mendekati pintu putih itu, belum sempat melangkah tiba-tiba dari dalam kantong celanaku jatuh sebuah ponsel.

Sekarang, perhatianku terarah ke ponsel asing itu. Layarnya dikunci dengan kode angka dan menunjukkan baterai berwarna merah, enam digit angka untuk membuka ponselnya.

Jika ini adalah ponselku, seharusnya aku ingat berapa kodenya.

"Ayolah berpikir idiot!!!" Umpatku kesal.

Percuma saja berpikir, aku tidak dapat mengingat apapun. Layar kuncinya memiliki wallpaper merah tua yang gelap dengan tulisan berbahasa Inggris.

[You think, your a flower?]

Aku tidak mempermasalahkan wallpapernya, namun aku khawatir jika daya dari ponsel ini sudah tidak kuat lagi untuk bertahan.

Merasa mendapatkan ide, kecerahan layar yang sebelumnya berada dibatas maksimal, aku turunkan ke batas minimal.

Sekarang wallpaper di layar kunci berubah warna menjadi hitam polos namun dengan tulisan yang berbeda.

[S33 YOU 1N D4RK S1D3]

"Hmm? See you in dark side?" Pikiranku.

"331413" Kataku setelah mengamati wallpaper itu kembali dengan teliti.

Setelah mencoba kode itu, hasilnya sama saja. Ponsel sialan ini masih terkunci.

*DUG! DUG! DUG!*

Terdengar sebuah suara ketukan. Tidak, suara ini lebih mengarah kepada sebuah kepalan tangan yang ditinju ke arah pintu putih itu. Pintu yang membuatku penasaran kenapa di ganjal.

"Hei! Aku didalam!" Teriakku, berusaha memberitahu orang diluar jika ada aku didalam sini.

Suara itu kemudian terhenti dan disaat yang bersamaan itu aku mulai mencoba menggeser lemari baju yang mengganjal pintu.

*KRENGGG!!!!*

Suara pukulan itu kemudian berubah menjadi sebuah suara gergaji mesin yang sangat nyaring didepan pintu, aku yang sebelumnya sedang berusaha menggeser lemari kini membeku dalam ketakutan.

Dengan nada berat, aku mendengarnya terkekeh geli dari luar. Sebelum akhirnya gergaji mesin itu mulai menyentuh pintu dan mengoyaknya, beruntung setengah dari lemari masih mengganjal pintu.

Panik, itu yang terjadi. Sekarang aku membeku dalam ketakutan, keringat dingin dengan cepat membasahi tubuhku. Tangan kananku yang sedang memegang ponsel bergetar tak terkendali.

(Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Siapa orang itu? Apakah aku akan mati?)

Pertanyaan-pertanyaan itu kini mulai membanjiri pikiranku. Aku tidak tau siapa dia, aku juga tidak tau apa yang terjadi sebelumnya. Namun intuisiku berkata jika aku dalam bahaya jika orang itu masuk, tapi apa yang harus aku lakukan?

Aku takut jika ini bukanlah sebuah mimpi semata dan malah sesuatu yang lebih mengerikan dari pada mimpi buruk, detak jantungku kini berdetak cukup cepat dan semakin cepat, deru nafasku sudah mulai tidak beraturan lagi.

(Aku harus segera keluar dari sini.)

Tapi sangat disayangkan, kata-kata barusan hanya dapat terucap didalam hati saja. Rasa takut sudah menyelimutiku dan mengendalikan emosiku, aku sudah tidak dapat berpikir dengan jernih lagi.

Malah pikiranku yang kacau ini membuat suasana menjadi lebih buruk, benar-benar sangat buruk.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status