My Sugar Daddy, My Angel
My Sugar Daddy, My Angel
Author: Fitriani Nastar
Dijemput Daddy Nick

"Lo mau pulang bareng gue, nggak?" tawar sahabat Angel, Evie Belinda.

"Angel mau pulang sendiri aja," jawab Angel tanpa menatap Evie sedikitpun karena dia fokus untuk memasukkan alat sekolahnya ke dalam tas.

"Jadi lo pulang sama siapa?"

"Ha?!"

Angel langsung menatap linglung ke arah sahabatnya itu.

"Aku... Aku pulang sendiri..." jawab Angel dengan nada suara yang pelan, dia sedang berbohong.

Evie yang mendengarkan itu langsung memicingkan kedua matanya, dia berusaha mengintimidasi sahabatnya itu.

Angel menghela nafas panjang saat dia melihat tatapan mengintimidasi dari Evie.

"Beneran, ih! Angel beneran pulang sendiri," jawabnya yang berusaha untuk meyakinkan Evie dan tidak lupa dia mengerucutkan bibirnya dengan begitu lucu.

Evie berdehem pelan.

"Ya udah! Lo balik aja sama gue, daripada lo harus pulang sendiri," ucap Evie.

Angel memutar matanya dan berusaha untuk mencari alasan agar dia tidak pulang bersama dengan Evie.

"Ihhhh! Angel naik busway aja!" pekiknya.

Evie mendelik.

"Nggak usah! Pokoknya pulang bareng gue aja!" final Evie.

"Evieeeee! Angel mau naik busway pokoknya," rengek Angel.

Evie memutar kedua bola matanya dengan begitu malas.

"Emangnya seru kayak gimana, sih?! Yang ada itu cuma ngabisin duit doang," gumam Evie, dia pusing dengan jalan pikiran sahabatnya itu.

"Kamu pulang aja," perintah Angel dan kembali memasukkan alat sekolahnya ke dalam tas.

"Lo beneran yakin mau pulang sendiri?"

Angel menganggukkan kepalanya dengan cepat sebagai jawaban dan menatap sahabatnya itu dengan penuh keyakinan.

"Ya udah deh kalau gitu. Gue balik," ucap Evie pasrah.

Angel berdehem pelan sebagai jawaban sambil tersenyum dengan begitu lebar.

Evie langsung menyandang tas nya dan berjalan pergi keluar dari kelas tersebut.

Angel menghentikan aktivitasnya untuk memasukkan seluruh alat sekolahnya ke dalam tas sambil terus memperhatikan punggung sahabatnya yang perlahan menjauh.

Tatapannya yang tadinya terlihat begitu lembut, kini berubah menjadi tatapan yang terlihat begitu sedih dan juga penuh rasa bersalah.

"Maaf, Vie. Angel harus bohong sama kamu, soalnya Angel nggak mau kalau nantinya Evie ninggalin Angel setelah tahu semuanya," gumam Angel pelan sambil menundukkan kepalanya dengan sedih.

***

Kini Angel berdiri di depan gerbang sekolah, matanya celingak-celinguk mencari sesuatu.

Seketika senyumannya mengembang saat melihat mobil sport berwarna putih yang dia kenali sedang parkir di parkiran sekolah yang tidak jauh dari gerbang sekolah tempatnya berdiri.

Angel langsung berlari kecil untuk menghampiri mobil sport putih itu dan tidak lupa dia langsung mengetuk kaca pintu mobil sport putih itu setelah dia berdiri disampingnya.

Klik! pintu mobil sport putih itu terbuka dan memperlihatkan sang pemilik mobil sedang merokok.

Angel langsung melangkahkan kakinya untuk berjalan masuk dengan cepat ke dalam mobil itu.

Sang pemilik mobil membuang rokoknya lewat jendela mobil, sedangkan Angel langsung melirik pria itu dengan tatapan yang berbinar.

"Daddyyyyyyyyy!" pekiknya dengan begitu manja sambil melirik pria tampan di sampingnya.

Angel langsung dengan secepat kilat menghamburkan pelukannya pada tubuh pria yang berumur 14 tahun lebih tua daripada umurnya, Nick Brechtje. Sang sugar daddy.

Nick tersenyum simpul dan membalas pelukan Angel, beberapa detik berikutnya Angel melepaskan pelukannya.

Kedua bola mata indah itu menatap Nick dengan tatapannya yang begitu manja.

"Aku kira kamu sibuk lagi, hampir aja aku pulang bareng Evie. Soalnya kamu nggak ngirim pesan kalau mau jemput aku," ucapnya dengan manja.

"Terus lu tahu dari mana kalau gue mau jemput lo?" tanya Nick.

"Feeling!" ucapnya dengan begitu bangga sambil menyengir.

Nick yang mendengarkan itu tersenyum tipis dan mulai menancap gas mobilnya.

"Daddyyyyyyyyy!"

"Hum?"

"Angel lapar banget."

Nick langsung melirik ke arah Angel beberapa detik dan kembali fokus untuk menyetir.

"Mau makan apa?" tanya Nick.

"Makan daddy," jawabnya dengan nada manja.

"Nakal?" Nick tersenyum miring.

Angel tertawa kecil sambil perlahan menggelengkan kepalanya dengan lembut.

"Aku cuma bercanda doang, daddy. Angel mau makan waffle aja!" jawabnya dengan nada suara yang begitu bersemangat.

"Lagi?" tanya Nick.

"Iya! Boleh ya, Daddy!" pekiknya dengan begitu antusias dan memeluk lengan Nick.

"Hum..." Nick hanya berdehem pelan.

Angel langsung tersenyum dengan begitu lebar dan tidak lupa dia memberikan sebuah kecupan singkat pada pipi kanan Nick sebagai hadiah untuk sang daddy.

"Tapi nantinya makan di apart gue aja."

"Kenapa nggak sekalian makan di tempat aja?"

"Gue lagi nggak mau ramai, Ngel."

"Ah... Oke..."

Nick tersenyum tipis sambil mengelus rambut panjang Angel karena ternyata sugar baby-nya itu bisa patuh juga.

***

Nick melangkahkan kakinya untuk berjalan masuk ke dalam kamar dan mendekati Angel.

"Kenapa langsung masuk ke kamar? Waffle-nya di dapur malah nganggur," ucap Nick.

Pria tampan itu mulai duduk di tepi kasur.

"Tetiba aja Angel langsung ngantuk banget," jawab Angel dengan manja dan tidak lupa dia mengerucutkan bibirnya.

"Bisa gitu?" Nick mengangkat alis kanannya.

"Hum..." Angel berdehem pelan dan perlahan memejamkan matanya.

"Bagusi tidurnya, Ngel."

"Enakan kalau kayak gini, Daddy."

"Angel!"

Angel mengerucutkan bibirnya dengan begitu kesal saat dia mendengarkan nada suara Nick sudah perlahan naik satu oktaf.

Angel langsung memperbaiki posisi tidurnya, sedangkan Nick hanya melipat kedua tangannya di depan dada sambil terus memperhatikan gadis mungil itu.

"Ini bocah kapan ganti bajunya, coba?" tanya Nick di dalam hatinya.

Angel menghembuskan nafasnya dengan kesal.

"Kan! Angel nggak bisa tidur lagi! Tadi enakan posisinya kayak gitu!" kesalnya.

"Ck, ribet kali lah," keluh Nick.

"Ish! Beneran loh," Angel mengerucutkan bibirnya.

Nick mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.

"Tinggal baring dan pejamkan mata. Udah, kan?!"

"Peluk Angel, tapi!"

"Hum..."

Sesuai dengan permintaan gadis manjanya itu, Nick langsung naik ke atas kasur dan mulai berbaring disamping Angel.

Angel tersenyum dengan begitu lebar dan perlahan dia menggerakkan tubuhnya dengan mengubah posisi menjadi menindih tubuh kekar milik Nick.

"Bedanya sama tidur yang tadi apaan coba?" tanya Nick datar.

Angel menyengir dan perlahan dia menyembunyikan seluruh wajahnya di leher Nick dan perlahan dia memejamkan matanya.

"Mau pulang jam berapa?" tanya Nick.

Angel menggelengkan kepalanya.

"Mama dan Papa ke luar kota. Aku mau nginep di sini sama kamu aja," jawab Angel yang matanya masih terpejam.

"Gue mau lembur."

Tiga kata yang keluar dari mulut Nick berhasil membuat Angel langsung membuka matanya dan menatap tepat pada kedua bola mata sugar daddy-nya itu.

"Lembur apa lagi, sih?! Orang kamu aja yang punya barnya!" pekik Angel, dia tidak terima apabila Nick harus bekerja lagi dan meninggalkan dia di apartemen sendiri.

"Gue ada tamu VIP."

Angel mengerucutkan bibirnya dan selalu saja itu jawaban yang keluar dari mulut Nick.

"Ih! Suruh aja manager kamu," ucap Angel dan langsung memeluk tubuh Nick dengan begitu erat.

"Nggak bisa, Ngel," Nick berusaha untuk melepaskan pelukan Angel.

"Nggak usah kerja kayak gini lah..."

Nick menghela nafas panjang dan perlahan dia memberikan ciuman singkat pada pipi Angel, sedangkan Angel masih setia untuk terus merengek kepada Nick dan meminta pria itu agar tidak bekerja.

"Gue nggak kerja, yang bayar lo siapa?"

"Ish!!!"

Angel mengubah posisinya untuk duduk di atas perut Nick.

"Kenapa harus bayar?! Bukannya Angel itu pacar kamu?!" Angel mengerucutkan bibirnya.

"Sejak kapan?" tanya Nick, alis kanannya terangkat.

"Makanya! Ayo kita pacaran!" rengeknya.

"Gak," tolak Nick.

Angel mengerucutkan bibirnya.

"Daddyyyyyyyyy! Update kali lah! Dari baby jadi pacar," ucapnya dengan manja.

"Upgrade apaan?!"

"Ayo kita pacaran pokoknya, Daddy!"

"Bocah..." batin Nick.

"Udah. Katanya tadi mau tidur. Tidur sekarang juga! Gue mau kerja!"

"Mau ikut sama."

"Gak! Lo kalau ikut nyusahi."

"Mana ada aku nyusahin. Nggak ada aku nyusahin kamu loh," ucapnya dengan manja.

Nick mengangkat kedua alisnya secara bersamaan.

"Angel sekarang lagi ngajak berantem?" tanya Nick.

"Mana ada aku ngajak berantem! Nggak ada aku ngajak berantem!"

Angel langsung berdiri dari posisinya dan melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju balkon kamar Nick.

Nick yang melihat itu menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar.

"Ck, nasib jadiin bocah buat jadi sugar baby. Mau diganti, tapi susah buat cari yang kayak dia," ucap Nick sambil mengusap wajahnya dengan begitu frustasi.

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rizky dee
Angelnya ngegemesiin .
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status