Ajakan Ke Hiburan Malam

Kini Angel dan kedua orang tuanya terduduk sambil menyantap sarapan pagi mereka bertiga.

“Bagaimana dengan sekolah kamu, Nak?” tanya ibu Angel, Choi Anneliez.

“Hum... Baik-baik aja kok, Ma,” jawab Angel sambil mengunyah rotinya.

“Kamu nggak ada masalah dengan sekolahmu?” tanya sang mama lagi.

“Gak ada,” jawab Angel lagi.

“Kalau ada masalah sama sekolah kamu, kamu bilang aja sama mama ataupun papa,” kata sang mama dengan nada suaranya yang begitu lembut.

Angel tersenyum tipis sambil membatin di dalam hatinya.

“Apaan mau bilang, bahkan aku aja kurang perhatian dari mama dan papa,” batin Angel sambil tersenyum kecut.

“Tapi papa lihat-lihat, kamu gak pernah sedikitpun pakai kartu ATM-mu. Kamu pernah pakai, sih. Tapi kamu make kartumu jarang banget,” sahut sang papa, Lay Hwang.

“Gimana mau pakai kartunya, orang semua belanjaan aku dibayar sama si Nick, itupun aku baru pakai kartunya kalau emang lagi butuh banget,” batin Angel lagi.

“Apa pakai kartu kamu dengan jarang itu bisa membuat kebutuhan kamu terpenuhi?” tanya Lay lagi.

“Bisa kok, Pa,” jawab Angel.

“Kenapa gak kamu pakai aja sesuka kamu aja? Biar nanti papa transfer lagi kalau kurang karena Mbanking-nya masuk ke dalam ponel papa,” kata Lay.

“Iya, Pa. Angel bakalan pakai kartunya kok,” jawabnya lembut sambil tersenyum tipis.

“Hum... Kalau ada apa-apa, bilang aja sama papa atau sama mama,” kata Lay dengan lembut.

“Ya...” jawab Angel pelan.

“Untuk hari ini, papa yang akan anterin kamu ke sekolah,”kata Lay.

“Beneran, Pa?!” Angel bertanya dengan antusias.

“Hum...” papa hanya berdehem.

“Asikkkkkk!”

Angel langsung tersenyum senang.

Ting!

Notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Angel sehingga Angel langsung melirik ponselnya.

‘My Daddy : Jam setengah delapan, gue jemput lo buat ke sekolah.’

Angel langsung mengerutkan keningnya saat membaca pesan singkat Nick.

“Loh... Nick mau jemput aku?!” tanya Angel di dalam hatinya sambil melirik Lay sekilas.

“Tapi, papa mau nganterin Angel,” lanjutnya lagi di dalam hati sambil membalas pesan Nick.

‘Angel Anneliese : Nggak usah daddy.”

‘Angel Anneliese : Hari ini Angel diantar sama papa buat ke sekolahnya.’

“Angel.”

“Ha?!”

“Udah selesai makannya?”

“Ah... Udah kok, Pa.”

“Ya udah, kita berangkat sekarang,” kata Lay lalu berdiri dari duduknya.

“Uhm..” Angel melirik mamanya. “Mama?” tanya Angel.

“Mama gak sama papa,” jawab Choi karena tahu maksud dari pertanyaan anaknya itu. “Soalnya mama baru masuk kerja jam sepuluh nanti. Kalau papa kamu tunggu mama, takutnya nanti papa kamu telat ke tempat kerjanya,” lanjutnya lagi.

“Ah... Oke deh,” gumam Angel pelan.


Sekitar beberapa menit, Angel dan papanya sudah sampai tujuan yang tak lain adalah sekolah Angel. Angel langsung bergegas turun dari mobil sang papa, sedangkan sang papa mulai menurunkan kaca mobilnya.

“Nanti kalau pulang, kamu nitip sama temanmu, yah? Soalnya papa ngantornya lama nantinya,” kata Lay kepada anaknya itu.

“Ya,” jawab Angel singkat.

“Yaudah gih, kamu masuk sekarang aja,” perintah Lay.

Angel menganggukkan kepalanya dengan singkat dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh sang papa.

Angel melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kelasnya dan langsung masuk ke dalam kelasnya saat sudah sampai di depan pintu kelasnya itu.

“Angelllllllll!” Evie berseru antusias saat melihat Angel masuk ke dalam kelas.

“Gak usah teriak, Vi, aku denger kok,” kata Angel malas, sedangkan Evie langsung menyengir.

“Kenapa?” tanya Angel yang baru saja duduk di samping Evie.

“Hari ini kita gak jadi upacara.”

“Loh?! Beneran?!”

“Ho’oh!”

“Kok bisa, sih?!”

“Gak tahu.”

Angel mendelik kesal.

“Ish... Kamu kasih info yang jelas dongggg! Jangan kasih info setengah-tengah kayak gini, kan nggak seru,” kata Angel kecewa.

“Yah... Kan gue tahunya cuma itu doang,” sungut Evie.

“By the way... Gue ada berita baru loh!” kata Evie lagi.

“Cih... Paling setengah-tengah lagi,” sinis Angel. “Gak usah deh,” lanjutnya lagi dengan malas.

“Nggak. Kali ini beda cerita pokoknya,” ucap Evie sambil senyum lebar.

“Apaan coba?”

“Nanti malam gue ada acara keluarga dan sepupu gue bakalan ulang tahun.”

“Terus, hubungannya sama aku apaan coba?”

“Ck, dengerin dulu lah!” kesal Evie.

“Iya... Iya... Aku dengerin,” Angel terkekeh.

“Otomatis gue diundang ke pestanya, kan?! So, pastinya gue pergi,” kata Evie bangga.

“Dan nggak ada hubungannya sama aku,” celetuk Angel.

“Angelll!!” kesal Evie, Angel menyengir.

“Pokoknya jangan disambung lagi,” kesal Evie.

“Iya, janji deh,” kata Angel pasrah.

Evie mendengkus kesal.

“Gue diundang kesana. Jadi, gue ngajak lo, itung-itung temenin gue lah,” kata Evie.

“Loh... Pacar kamu mana, Vie?!” tanya Angel heran.

“Dia sibuk,” ketus Evie.

“Kasihan kali,” ledek Angel.

Evie menatap Angel dengan tajam, sedangkan yang ditatap hanya tertawa deras.

“Memang pestanya dimana, sih?” tanya Angel penasaran.

“Nichje bar.”

Angel langsung membola kaget mendengarkan jawaban Evie.

“Bar?!”

“Hum...”

“Dan barnya itu Nichje bar?!”

“Iya, Ngel.

“...”

“Kenapa harus di Nichje bar, sih?! Kan, itu baarnya Nick,” batin Angel sambil mengigit bibir bawahnya. “Bisa marah dia kalau tahu aku datang ke bar,” lanjutnya lagi di dalam hati.

“Heung... Kayaknya aku gak bisa, Vie,” tolak Angel.

“Ck... Lo teman gue apa bukan, sih?!” tanya Evie sarkas.

“Ish... Kok malah maksa, sih?!” kesal Angel.

“Ya kali gue kesana sendiri, Ngel?! Kan, nggak bagus!” ucap Evie tak kalah kesal dari Angel.

“Masalahnya Angel gak bisa, Vie. Itu bar punya Nick dan pasti dia bakalan ada disana,” batin Angel sedih sambil menatap Evie.

“Tapi nggak enak sama Evie. Evie teman Angel, masa Angel nolak ajakannya, sih?” tanya Angel dengan bimbang di dalam hatinya.

Angel ekarang uring-uringan sendiri.

“Ngel.”

“Ha?!”

“Lo kenapa?” Evie mengernyitkan dahi.

“Kenapa apanya?” tanya Angel balik.

“Hum... Lo kayak riiih sendiri,” jawab Evie.

“Ng... Nggak kok.”

“Jadi nggak temanin gue?”

“Iya...” jawab Angel ragu.

Evie langsung tersenyum lebar dan menghamburkan pelukannya pada tubuh Angel.

“Sayang Angel pokoknya!” pekik Evie bahagia.

Angel mengutuk dirinya sendiri di dalam hati.

“Kok di-iya in, sih?!” tanya Angel di dalam hatinya sambil menggigit bibir bawahnya.

“Gimana kalau Nick tahu?! Matilah aku, mampus!” lanjutnya lagi di dalam hati.

Evie perlahan melepaskan pelukannya pada tubuh Angel.

“Gue jemput lo jam delapan malam nanti, tunggu gue di apart lo pokoknya,” final Evie.

“Tapi kita disana gak akan lama, kan? Kita cuma sebentar, kan?” tanya Angel.

“Iya, Ngel,” jawab Evie sambil tersenyum lebar.

Angel hanya menghela nafas lega.

“Gak janji, soalnya udah lama gue gak main di dunia hiburan malam,” lanjut Evie di dalm hatinya sambil menyengir lebar.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status