Rain
Rain
Author: Rubah putih
Rain

Di saat mereka semua sedang ngumpul, dan tiba-tiba saja tanpa sebab Om Erik memarahi Rain dengan kesal

“Rain, kamu itu bukannya cari kerja, bantuin kakak kamu, nyusahin aja kamu bisanya” Ucap Om Erik yang memarahi Rain dengan kesal karena Rain selalu menjadi beban keluarganya

“Erik apa sih kamu, kamu engga ngaca kamu juga beban di sini, harusnya kamu juga ngaca, udah kerjanya bikin onar terus” Ucap Nenek Juli membela Rain

“Tahu lu, bukannya mikir, udah kaya bos aja elu di sini” Ucap Om Lukman juga membela Rain

“Emang dia engga tahu diri ok, udah erjanya cuman makan tidur aja, bantu beres-beres rumah engga, harusnya dia yang Mas Lukman marahin” Ucap Om Erik yang membuat Rain sakit hati.

Mendengar itu semua, Rain memutuskan untuk keluar dari rumah itu dan mencari kerjaan untuk menjadi orang sukses.

Rain masuk ke kamarnya dan merapihkan semua baju dan barang-brangnya dia yang masih bisa di guanakan nanti, setelah itu dia pamit oleh semua yang ada di situ termasuk ke Neneknya, dan juga Kakak dan Adiknya

“Rik, elu yah, tuh lu lihat ponaan lu sampai kaya begitu” Ucap Om Lukman

“Emang benar kok, dia itu harus di bilangin aya begitu, biar dia tahu diri dan engga nyusahin Mamah dan Kakaknya” Ucap Om Erik dengan nada yang keras supaya bisa di dengar oleh Rain yang sedang merapihkan baju-bajunya

“Terus apa bedanya sama elu, elu selalu nyusahin orang dan juga pacarnya Ara, apa bedanya sama elu” Ucap Om Lukman

“Beda lah, an ini rumahnya Mamah, jadi gua berhak atas rumah ini, jadi di sini gua engga nyusahin” Ucap Erik

Dan Rain pun keluar dari kamarnya membawa tas besar yang berisi baju dan barang-barang

“Rain, mau ke mana kamu ?” Tanya Om Lukman karena melihat Rain membawa tas besar dan sangat rapi

“Iya, Rain kamu mau ke mana ?” Tanya Kak Ara

“Iya, Bang Rain mau ke mana kaya mau pergi aja” Ucap Mira dengan bingung karena abangnya membawa tas yang besar

“Rain mau pergi dari sini kak, Rain mau mencari kerja, dan Rain akan buktikan sama semua kalau Rain bisa sukses dan Rain bukan beban keluarga” Ucap Rain sambil menangis

“Engga perlu Rain” Ucap Kak Ara

“Engga kak, ini harus, karena Rain anak laki-laki, jadi Rain harus menjadi oang yang sukses” Ucap Rain sambil menangis

“Tapi Rain..” Ucap Kak Ara yang belum selesai langsung di potong oleh Rain

“Udah Kak, Rain akan kembali katika Rain sudah sukses nanti” Ucap Rain dan lanjut bilang “Oh iya Kak, tolong jangan hubungin Rain dulu ya, dan juga Kak Ara engga usah khawatir sama Rain, Rain akan baik-baik aja kok” Ucap Rain sambil menangis yang membuat Kak Ara menangis

“Om Lukman, tolong jagain Kak Ara sama Mira yah” Ucap Rain sambil menangis

“Bang Ari juga tolong jagain Kak Ara sama Mira yah, jangan coba-coba Bang Ari sakitin Kak Ara, karena Rain akan bunuh Bang Ari, jika Bang Ari melakukannya” Ucap Rain dengan serius

“Kamu tenang aja, Bang Ari akan menjaga Ara sama Mira dengan baik, kamu bisa mengandalkan abang” Ucap Bang Ari dengan serius

Dan setelah itu Rain pun mengampiri Nenek Juli, yang sdang duduk memperhatikan mereka semua.

“Nek” Ucap Rain sambil sungkem pada Neneknya itu

“Tolong bantu Rain jaga Kak Ara sama Mira, dan tolong doakan Rain untuk menjadi orang sukses saat kembali ke sini” Ucap Rain sambil bersungkem dan mencium tangan Neneknya

“Engga usah balik juga engga apa-apa” Ucap Om Erik yang sangat benci sama Rain

Dan setelah pamit sama Nenek dan semuanya kecuali Om Erik, Rain berpelukkan terlebih dahulu untuk yang terakhir kalinya, karena dia akan kembali lagi ketia sukses nanti

“Rain, pikiran lagi, kan sebentar lagi Kak Ara akan menikah” Ucap Kak Ara untu memikirkan lagi karena sebentar lagi Kak Ara ingin menikah sama Bang Ari

“Kak Ara tenang saja, aku akan datang ke nikahan kak Ara nanti” Ucap Rain

“Bagaimana caranya kamu tahu kalau Kak Ara akan menikah kapan, sedangkan kamu bilag kalau kakak tidak boleh menghubungi kamu” Ucap Kak Ara yang masih sambil menangis

“Aku akan tahu dengan sendirinya Kak, Kaka tenang aja” Ucap Rain dan lanjut bilang “Baik-baik ya Kak, jaga diri Kakak baik-baik” Ucap Rain sambil menghapus air mata yang ada di pelupuk matanya

Dan setelah itu Rain melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu, sementara Kak Ara dan Mira, terus memanggil manggil Rain supaya jangan pergi, namun tekat Rain sudah bulat untuk keluar dari rumah itu dan kembali lagi ketika dia sudah sukses nanti.

“Rain, jangan pergi Rain” Teriak Kak Ara dari dalam rumah sambil menangis histeris karena Rain akan meninggalkan Kakaknya

“Abang, jangan pergi bang” Teriak Mira juga sambil menangis histeris

Rain pun menangis mendengar itu namun dia kuatkan diri untuk tidak melihat ke belakang, karena kalau dia melihat kebelakang, dia tidak akan kuat, jadi dia memutuskan untuk berjalan terus sambil menangis, walaupun dia tidak tahu ingin ke mana terlebih dahulu.

Dan dia pu pergi meninggalkan Kakak dan Adiknya di rumah Nenek Juli, Dia berkelana seperti orang yang tidak punya arah ke mana dia harus pergi membawa tas yang besar yanga da di punggunya, dan bahkan dia tidak tahu malam ini akan tidur di mana, dan ketika dia melihat dompet, isi dompet dia hanya ada dua puluh ribu, bisa dia pastikan kalau uang tersebut hanya bisa bertahan untuk hari ini, dan bahkan tidak sampai satu hari ini.

Dia memutuskan pergi dari rumah Nenek Juli, jadi dia harus menerima resiko yang dia dapatkan dari keluar dari rumah Nene juli tanpa kerjaan dan hanya dengan uang dua puluh ribu.

Rain berjalan tanpa tujuan, dia mengikuti ke mana langkah kaki Rain melangkah, dia mengikuti, sapai dia sendiri tidak tahu berada di daerah mana, dan bahkan pada malam hari ini dia belum makan, karena uang dua puluh ribu tadi dia sudah pakai untuk makan siang tadi dan uang dua puluh ribu itu hanya tinggal lima ribu rupiah, Rain berjalan di dalam kegelapan yang hanya di terangkan oleh lampu jalan saja, dan bahkan dia tidak tahu searang jam berapa, karena onsel yang dia miliki habis baterai dan dia belum mengisinya lagi.

Dia berjalan dan terus berjalan sampai pada di suatu tempat di dalam kegelapan, ada empat penjahat yang sedang merampok mobil mewah yang sedang melewati jalan yang sepi, karena dari tadi Rain jalan, Rain tidak melihat satu orang pun melewati jalan ini, dan sekarang dia melihat ada empat perampok yang sedang merampok seorang wanita cantik yang kira-kira berumur tiga puluh lima tahun.

Awalnya Rain bodo amat dengan wanita itu, dan bahkan tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh para perampok tersebut, karena sekarang Rain sedang prustasi dengan nasibnya sendiri. Tapi pada saat perampok itu memaksa wanita cantik itu melayaninya dan bahkan perampok itu membuka celananya di depan wanita itu. 

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status