Share

43. Resmi

“Arini, tunggu sebentar,” tahan Tio.

Arini berusaha untuk tersenyum walau dia baru saja menangis. Dia mencoba menatap lelaki itu senormal mungkin. Hatinya penuh kekhawatiran, takut kehilangan sosok ini.

“Rin, ada yang mau aku katakan,” ucap Tio, matanya berubah sayu.

“mau katakan apa?” jawab Arini bernada lembut.

“Aku enggak mau pacaran sama kamu.” Tio meraih tangan gadis itu.

Ternyata dia masih seperti ini,” batin Arini.

“Aku ingin kita lebih dari sekedar pacaran. Aku enggak bisa lihat kamu jalan sama cowok lain, bergandengan tangan selain denganku. Apalagi aku enggak bisa membayangkan kamu menjauh dan tidak lagi punya perasaan kepadaku. Aku ini posesif Rin,” jelas Tio.

Arini membuka matanya lebar, dia masih belum paham maksud dari perkataan Tio.

&ld

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
DMCA.com Protection Status