Share

Haruskah Memilih Pergi

Terdengar suara ketukan pintu yang begitu keras dari balik kamar. Meski gemetar, ku coba untuk bangkit dan memutar knop pintu. Benar dugaanku, Mas Teguh telah berdiri tegap di sana, lengkap dengan tatapan elangnya. 

"Kenapa tiba-tiba pergi?" tanya Mas Teguh dengan nada datar. 

Aku rasanya hampir menyerah. Jika kali ini ia melampiaskan rasa kesalnya, mungkin aku nekat untuk pergi. 

Kali ini ia seperti menahan amarah. Entah apa lagi yang sedang ia rencanakan. 

"Aku tidak ingin mengganggu. Aku hanya datang untuk mengatakan jika kita tidak memiliki bahan apapun di dapur untuk dimasak," tukas ku menjelaskan. 

Aku tidak mau terlihat rapuh. Mulai saat itu a

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status