Share

Ulang Tahun Dira

              Senyum Shassy bertambah lebar, ketika laki-laki yang memanggilnya itu mendekat ke arahnya.

"Sayang," panggil laki-laki tersebut, dan dengan cepat laki-laki itu mengecup puncak kepala Shassy di hadapan semua orang. 

Shassy pun terkejut, dan mendorong pelan laki-laki itu. "Mas, kamu apa-apaan sih, malu tau."

"Apanya yang malu," goda Raka.

"Tapi, kenapa kamu ada di sini?" tanya Shassy.

Raka lalu mendekatkan wajahnya pada Shassy. "Itu karena … rahasia," goda Raka.

"Ah, Kamu itu ya Mas, bikin kesal aja. Awas ya  kamu …."

Laki-laki itu lalu tersenyum lebar, saat melihat Shassy mengomel pada dirinya. 

"Eh, Raka … Kamu kenal sama Shassy?" tanya Tante Tiara yang terkejut  dengan kedekatan Shassy dan Raka.

"Tentu kenal dong Tante," ujar Raka, "Dia ini orang yang mau aku kenalkan pada kalian semua, hari ini."

"Apa?" ujar Tante Tiara dan Dira bersamaan.

Raka mengernyitkan keningnya.  "Kenapa?"

Shassy pun juga ikut menatap Dira dan Tante Tiara yang terlihat aneh.

"Tidak apa-apa, tapi Shassy tidak pernah cerita kalau dia itu punya kekasih," ujar Tante Tiara.

"Iya, apa lagi kalau pacar Kak Shassy itu adalah Kak Raka," ujar Dira yang ikut protes.

Shassy lalu tersenyum canggung dan menatap Raka. "Jelasin dong Mas," pinta Shassy.

"Sebenarnya Shassy tidak tau kalau kalian itu keluargaku. Hari ini, sebenarnya aku juga ingin mengajak Shassy ke sini, dan memperkenalkan dia pada kalian. Tapi Shassy bilang, dia ingin menghadiri acara orang yang penting untuk dirinya, dan ternyata orang-orang penting  itu adalah kalian juga." ujar Raka dengan santai.

"Oh ya?" tandas Keen.

Raka lalu menatap Shassy. "Tentu saja benar. Dan aku rasa, aku memang berjodoh dengannya."

Shassy lalu menundukkan wajahnya  yang bersemu, karena malu. 

"Dasar," celetuk Keen.

Raka menatap ke arah Keen sejenak, lalu menatap Shassy kembali. "Sayang, jangan-jangan bos yang kamu ceritakan itu, Keen ya? Pantas saja…."

"Mas …." ujar Shassy, sambil melotot pada Raka.

"Apa benar Dir? Keen itu atasannya Shassy?" tanya Raka.

"Itu …."

"Mas, sudah. Iya, Pak Keen itu memang atasanku," sahut Shassy.

Raka lalu mengusap-usap rambut Shassy.

"Mulai sekarang, Kamu tidak perlu takut lagi pada Keen. Karena kita ini keluarga, benar kan Keen?" ujar Raka sambil menatap ke arah Keen.

'Aduh, apa-apaan sih Mas Raka ini … bisa disiksa sampai mati aku besok.' batin Shassy yang makin gelisah.

Keen lalu mengangguk pelan tanpa menjawab sedikit pun.

"Nah iya kan Shass, mulai besok jika ada apa-apa di kantor, atau Keen bikin kamu susah, tinggal bilang aja sama aku," ujar Raka dengan santai.

"Iya Mas ...." Shassy pun tersenyum pada Raka, kekasihnya.

  

Raka dan Shassy sudah berpacaran selama 2 tahun. Raka juga sudah berkali-kali ingin memperkenalkan Shassy pada orang tua dan keluarganya, tapi selama ini Shassy terus mencari alasan, hingga akhirnya datang kesempatan kali ini yang langsung di manfaatkan oleh Raka.

"Aku senang, akhirnya aku bisa memperkenalkan kamu pada keluargaku," bisik Raka.

"Iya, iya ... udah kamu jangan terus dekat-dekat, malu dilihat orang," lirih Shassy dengan wajah yang memerah, karena semua orang yang ada di tempat itu sedang menatap ke arah Shassy dan Raka.

Keen pun langsung berbalik.

"Kak, Kamu mau kemana?" tanya Dira yang tau kalau Keen ingin meninggalkan ruangan itu.

"Aku ingin ke kamar sebentar," ujar Keen.

"Tapi nanti—" Kalimat Dira terputus ketika Tante Tiara menggenggam lengan Dira.

Keen pun akhirnya meninggalkan ruangan tersebut.

        Di dalam ruangan itu. Shassy dan Raka menjadi pusat perhatian. Awalnya para tamu undangan mengira kalau Shassy adalah calon menantu dari Nyonya Tiara, karena gaun yang digunakan oleh Shassy senada dengan pakaian keluarga itu.

Tapi saat ini pandangan orang-orang berubah, saat melihat Shassy yang begitu dekat dengan Raka.

"Mereka memang cocok. Lihat, wanitanya cantik, dan Tuan Muda itu juga ganteng." ujar salah satu tamu undangan.

"Ah, kalau Raka bukan hanya ganteng, tapi udah menantu idaman. Sebenarnya aku ingin menjodohkan anakku dengan anaknya Tuan Bastomi itu, tapi kalau sudah seperti ini ... ya, sudahlah," sahut yang lain.

Semua orang pun terus membicarakan Shassy dan juga Raka yang terlihat sangat serasi.

Di sisi lain ....

"Mas, kamu dipanggil tuh," ujar Shassy yang tau kalau Raka sedang dicari oleh seseorang,

"Tenang itu hanya pelayan yang—"

"Mas ...." sela Shassy sambil menyipitkan matanya.

"Baiklah-baiklah, aku ke sana dulu ya ... kamu jangan kemana-mana," ujar Raka.

Shassy hanya tertawa kecil mendengar kalimat Raka yang kekanak-kanakan.

Shassy terus menatap punggung Raka dari belakang, cara berjalan yang elegan, di tambah senyum hangat dari wajah tampan itu, membuat Shassy enggan untuk mengalihkan pandangannya.

       Keluarga Brahamanto adalah keluarga terpandang di masanya. Tapi saat ini semua bisnis keluarga terpandang itu sudah di bagi rata pada kedua anaknya, yaitu Ayah dari Raka Sebastian Brahmanto dan ibu dari Keenan Revalado Brahmanto.

Tuan Bastomi, ayah dari Raka adalah pemilik Central Company-perusahaan migas terbesar di Indonesia. Dan di usia 25 tahun saat ini, Raka menjabat sebagai direktur di perusahaan ayahnya. Kecerdasan, posisi dan ketampanan Raka memang menjadi hal yang  tidak bisa di pandang sebelah mata oleh keluarga manapun.

         Begitu juga dengan Keenan, yang merupakan seorang Presdir di perusahaan peninggalan Almarhum ayahnya. Keenan menjadi Presdir sejak usianya 23 tahun-karena menggantikan ibunya yang saat itu tak sanggup mengalami titik terendah RB Company-perusahaannya.

Dan di saat ini, ketika usianya 30 tahun, Keenan berhasil membawa RB Company menjadi perusahaan Berlian, Fashion, dan Properti tersukses di Asia, dan juga menjadikan keluarganya menjadi salah satu keluarga dari 5 keluarga terkaya di Asia.

*

"Kak," panggil Dira.

Shassy pun segera menoleh. "Iya Dir,"

"Kak, tolong panggilkan Kak Keen ya ... acaranya sudah mau dimulai, tapi ia tak mau turun dari tadi," ujar Dira sambil terlihat gelisah.

Shassy pun celingukan, menatap sekitar. 'Kenapa harus aku?' batin Shassy.

"Ya Kak ...." rengek Dira.

"Hufttt," Shassy menghela nafas, "Baiklah, aku akan memanggil Pak Keen."

        Shassy pun segera naik ke lantai 2 rumah tersebut.

"Pak, Pak Keen!" panggil Shassy sambil mengetuk pintu kamar Keen.

Tak ada sahutan, bahkan setelah beberapa kali Shassy mengetuk pintu kamar tersebut.

"Pak, saya masuk ya," ucap Shassy sambil membuka kamar Keen.

         Shassy mengernyitkan keningnya, ketika melihat kamar tersebut gelap.

"Pak ... Pak Keen, Anda dimana?" tanya Shassy sambil berusaha mencari tombol lampu di ruangan itu dengan menggunakan cahaya dari ponselnya.

Shassy terus berjalan dengan hati-hati. 

'Jangan-jangan dia juga seorang psikopat lagi, nanti kalau dia tiba-tiba mencekikku bagaimana? haduhhhh Shass, apes banget sih nasibmu,' gumam Shassy di dalam hati, sambil bergidig.

Tak lama kemudian ...

"Nah itu dia," ujar Shassy ketika melihat sebuah tombol lampu yang tak jauh di depannya.

      Shassy pun segera menekan tombol tersebut.

"Nah, ginikan baru kelihatan," ujar Shassy sambil berbalik.

Tiba-tiba ...

Dughhh! Tubuh Shassy terhentak ke dinding ruangan itu.

AKHH! desah Shassy ketika merasakan sakit di punggungnya

Shassy pun menatap ke arah orang yang sedang mengungkung tubuhnya itu.

"Pak, apa yang Anda lakukan? Ini saya Shassy Pak," ujar Shassy yang mencium bau alkohol dari tubuh Keen.

Lalu ...

"Emhh," Shassy mengerang tertahan, ketika tiba-tiba Keen menggigit pundaknya.

"Pak, hentikan!" ujar Shassy dengan pelan sambil mendorong Keen sekuat tenaga.

Tapi tenaga Shassy benar-benar tak sebanding dengan tenaga Keen, Keen bahkan tak bergeser sedikit pun dan semakin dalam menggigit Shassy.

"Pak, saya mohon hentikan," ujar Shassy yang tak berani berteriak, karena takut menimbulkan masalah.

"Ishhh," desis Shassy ketika gigitan tersebut berubah menjadi sebuah sedotan lembut di pundaknya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status