I Miss You
I Miss You
Author: Ayu
Bab 1

***

Japan 09.15 Am

Dendam terkadang bisa membuatku melakukan segalanya, termasuk menghancurkannya sampai benar-benar hancur tak perduli siapa ia, dan apa jabatan yang ia punya dan hubungan apa yang dipunyanya entah itu saudara ataupun orang tua sekalipun karena apa pun itu harus segera ada pembalasanya bukan.

At. Pengadilan Japan.

"Keputusan sidang akan di lanjutkan minggu yang akan datang karena terdakwa mengajukan banding ."ucap Hakim .

Hahhhh. Terkadang aku muak memandang mereka yang bersalah tapi tidak pernah mau di salahkan. Tapi aku bukan Tuhan, dan juga bukan Hakim karena aku hanya seorang Pengacara yang bertugas membela Cliennya kalau mereka benar Ucapku dalam hati.

Bukan untuk menghukum mereka yang salah.

Pov end.

Taman .

" Li." panggil Hans kepadaku. Saat ia telah duduk di sampingku.

" Hm kenapa."ucapku memandangnya dari samping.

" Ahhh apa kau ingin ke makam Ibu mu."Ucap nya .

" Tidak untuk hari ini."ucapku.

"Ah aku mengerti."Ucapnya sambil menganggukan kepala 

"Dari mana kau tau bahwa wanita itu tidak bersalah?."Tanya Hans padaku.

"Kau seorang pengacara bukan?."tanyaku padanya.

"Tentu saja."Jawabnya.

"Kau akan tau ketika Clien mu berbohong atau tidak hans."Ucapku

" Bagaimana caranya aku tidak pernah bisa membaca bahasa tubuh mereka."Ucapnya 

" Ck bodoh, kau sudah jadi Pengacara selama 3 Tahun.

Kau tidak mengerti juga haish, benar benar." Ucapku

" Yak kau mengatai senior mu ini bodoh, kau sungguh hebat kau tau satu satunya wanita di dunia ini yang mengataiku bodoh itu hanya kau."ucap nya padaku dengan sengit.

" Kalau kau pintar, maka aku juga tidak akan mengataimu bodoh. Tapi sayangnya otakmu itu tidak pintar pintar makanya aku mengataimu bodoh. Aku heran bagaimana bisa University Japan meluluskanmu, aku rasa kau menyogok mereka dengan uang supaya mereka meluluskanmu."ucapku sambil berdiri.

"Yakkkk kenapa mulutmu tajam sekali, astaga kau benar benar. Wajahmu cantik tapi sayang hatimu bak iblis betina yang mempunyai lidah sangat tajam."ucap Hans sambil memberikan tatapan mengerikan padaku.

"Terimakasih aku anggap itu suatu pujian." Ucapku sambil tersenyum kemudian melangkah pergi dari taman.

"Yakkkk heiiiii iblis betina, aku belum selesai bicara .yakkkkk astaga wanita itu benar benar membuatku sakit kepala."Ucap Hans lalu berdiri dan meninggalkan taman menyusulku.

Pov End.

Brian Pov

Shin Company.

" Apa kau sudah ke pengadilan, bagaimana pengajuan bandingnya ??

Ucapku pada Mira temanku.

" Sudah dan Hakim setuju dan sidang akan kembali di lakukan minggu depan."Ucap nya yang sedang duduk dihadapanku.

"Ahh syukurlah."ucapku padanya kemudian melanjutkan pekerjaanku.

"Tapi aku benci dengan pengacara wanita itu, yang selalu membela wanita itu."

Ucap Mira dengan tampang sebal.

" Kenapa?."Tanyaku pada Mir.

"Entahlah aku rasa ia hanya mencari sensasi agar dianggap pengacara yang bijak."Ucap Mira, memandang ke arahku.

Aku hanya memandang dengan tatapan bertanya ... tidak mengertj karena aku tidak kenal dengan pengacara yang ia maksud.

" Ah sudah ya Brian aku pergi dulu."Ucap Nya beranjak dari kursi menuju pintu . 

" Mau kemana ???."Tanyaku padanya.

" Aku lupa, aku ada janji dengan teman aku pergi bye."ucap Victoriya kemudian berlalu.

"Ahhh sebenarnya siapa Pengacara yang di bicarakan itu."fikirku.

Brian Pov End.

Sandrevano Pov.

Haaahhhh. Aku selalu seperti ini, hanya bisa memandangnya dari kejauhan tanpa berani untuk mendekatinya karena aku mempunyai nyali yang sangat pengecut. 

Hanya bisa mengawasi dari kejauhan, dan memastikan bahwa gadisku baik baik saja ya gadisku yang sampai kapanpun yak akan bisa kugapai dan akan menjadi sosok bayang semu anganku untuk memilikinya karena ia pun tak sudi menatapku walaupun hanya sebentar saja. Kesalahanku terlalu besar padanya sampai membuatnya semakin menjauh-dan menjauh dari jangkauan ku. Bahkan aangat tak ingin di sentuh walau sebentar saja, ia seperti embun yang terlihat tapi sangat susah sekali untuk di gapai oleh tanganmu.

Wanita yang selalu tersenyum ketika hujan turun, dan wanita yang selalu menjadi sok kuat dan tegar, tapi tidak dengan hatinya yang begitu rapuh dan lemah. Yang akan selalu membutuhkan seseorang sebagai sandaran ketika kesunyian menyelimuti.Dan ketika kesedihan menerpa tak mau berbagi dengan siapapun karena baginya ia hanya mau sendiri dan tak butuh teman untuk menemaninya. Untuk apa ada temen jika suatu saat nanti akan menjadi musuh fikirnya.

Aku mencintai mu dan selamanya tetap seperti itu tidak akan pernah bisa ada yang merubah, kecuali Tuhan,Takdir dan Kematian yang akan menghampiri.

Liana 

Tbc........

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status