Share

8. War (2)

Kehilangan itu menyakitkan. Lebih sakit lagi dia menjauh dan melupakan. -Adnan

🍁🍁🍁

"Masa lalu, biarlah masa lalu. Jangan kau ungkit, jangan ingatkan aku. Masa lalu, biarlah masa la-," belum selesai Sam konser dadakan, Satya memitingnya gemas, di keadaan genting begini Sam dan Alvaro terkadang bercanda.

"Swtyw! Lpswn gwe!" teriak Sam, wajahnya tenggelam di dada Satya.

Baroto yang melihat itu menggeleng heran. "Kalian gak ada yang mau pulang?"

"Nanti dulu pak. Masih laper nih," curhat Radit dan Adit. Keduanya tukang makan, sama seperti Sam dan Alvaro.

"Ya sudah, kalau ada apa-apa hubungi saya langsung ya," pak Baroto pamit, meskipun Alvaro berandalan, urakan, namun bagaimanapun juga Baroto sayang pada Alvaro.

Ponsel Juna berdering, nama Yudha terpampang jelas.

"Gawat bos! Markas kita di obrak-abrik sama Batalion. Mereka Ngepung markas, cuman beberapa yang lolos bos," lapor Yudha, di seberang sana motor Yudha melaju kencang. Ja

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status