Share

10. Khawatir

Saat seseorang yang di rindukan itu celaka, aku hanya bisa berharap kesembuhannya. -Laura

🍁🍁🍁

"Baiklah, tolong yang tanda tangan orang tuanya Juna ya. Jangan di palsukan," bu Aisofa memberikan wejangan, murid-murid bebal biasanya suka memalsukan tanda tangan dan di kenakan poin pelanggaran 20.

"Baik bu," Satya memutuskan sambungan teleponnya.

"Kalau kalian mau pulang, silahkan. Jangan disini semuanya, harus ada yang jagain. Kalian butuh istirahat," nasehat Satya, agar esoknya tidak terlambat ke sekolah atau alasan masih mengantuk.

"Gue dan Adit jagain bos aja. Kalian bisa pulang," ujar Radit, lebih baik menunggu kondisi perkembangan Juna.

Sam, Alvaro, dan Satya mengangguk.

"Kita pamit," kata Satya mengakhiri kata serta undur diri.

Setelah ketiganya pergi, Radit dan Adit menunggu. Hingga Jaka akhirnya menampakkan dirinya setelah sekian lama tranfusi darah.

Jaka yang melihat dua kakak beradik saja pun heran, dima

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status