MEET SOULMATE : Bos Galak Mengejar Cinta
MEET SOULMATE : Bos Galak Mengejar Cinta
Author: Just Van
Penyakit Misterius

“Apa kau tidak bisa bekerja dengan benar!” teriak seorang laki-laki berwajah arogan melemparkan dokumen ke depan seorang perempuan muda yang berdiri di depannya.

“Maaf Boss. Kita tidak bisa menghubungi orang itu. Jadi kami menggantinya dengan orang lain,” jawab perempuan itu dengan suara yang gemetaran. Jelas kalau dia sedang ketakutan.

“Kau pikir ini layak untuk diterbitkan?” bentak laki-laki yang dipanggil bos itu.

“Akan aku ganti lagi Boss. Kita akan coba menemukan lagi orangnya,” jawab perempuan itu mengambil serakan kertas yang dilempar bosnya.

“Kalau dua hari ini tidak berhasil menemukannya. Siap-siap mengundurkan diri dari perusahaan ini!” ucap laki-laki itu sambil menunjukkan telunjuknya ke arah pintu. Agar anak buahnya itu segera keluar dari ruangannya.

Perempuan itu dengan wajah yang merah meninggalkan ruangan bosnya. Dia mencengkram kertas dengan kuat sebagai gantinya dia ingin mencengkram kerah baju bos sialan itu.

Setelah dia pergi, laki-laki itu kemudian mengendorkan dasinya yang terasa kencang mengikat lehernya. Dia kemudian melihat tangannya yang tiba-tiba menjadi merah.

“Sial!” umpat laki-laki itu ketika dia melihat tangannya yang merah dan ada ruam-ruam yang cepat menyebar.

Laki-laki itu segera mengambil kunci mobilnya yang ada di atas mejanya. Dia harus segera pergi sebelum semua orang mengetahui kelemahan rahasianya.

“Jordan, mau kemana kau?” tiba-tiba datang seorang perempuan berusia lima puluh tahunan masuk ke dalam ruangannya.

“Aku harus pergi dulu,” jawab Jordan buru-buru sambil menahan rasa gatal di sekujur tubuhnya.

“Tapi ada yang harus aku sampaikan padamu,” ucap perempuan itu.

“Nanti saja Ester, aku ada urusan darurat!” jawab Jordan pada perempuan tua itu.

Perempuan yang dipanggil Ester itu hanya menghela napasnya melepas Jordan. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Jordan sebenarnya. Tapi Jo sering sekali tiba-tiba pergi dan mengatakan kalau ada urusan darurat.

Jordan segera menuju mobilnya, dia harus segera pergi dari gedung tempat dia bekerja. Kalau tidak, mungkin akan terjadi keributan di sana.

Setelah sampai di dalam mobil, sambil menyalakan mobilnya. Jordan mencoba menghubungi seseorang dengan ponselnya. Sambil mengemudi, Jordan memasang earphone nya dan menunggu sambungan teleponnya diangkat.

“Halo Hans. Di mana kau?”

“Tolong aku, aku kambuh lagi!” ucap Jordan menelepon seseorang bernama Frans.

“Baiklah, tolong cepat!” Jordan berusaha untuk tidak menggaruk tubuhnya ketika mengemudi. Kedua tangannya berusaha untuk tetap fokus menyetir. Dia kemudian melepas dasi dan  membuka beberapa kancing kemejanya. Terlihat dada sampai lehernya sudah banyak ruam-ruam merah yang tiba-tiba muncul.

“Kau harus kuat Jo, sebentar lagi kau sampai di sana!” gumam Jo sambil menahan rasa sensasi gatal dan perihnya ruam-ruam itu.

“Aaaaaaah.” Jordan berteriak kencang. Kali ini gejalanya semakin meningkat, Jordan merasakan sakit yang luar biasa. Seluruh tubuhnya menegang. Dia sudah tidak bisa menahan lagi rasa sakitnya.

Jordan mengerem mobilnya sekaligus. Dia berhenti di depan sebuah gedung perkantoran. Tak lama kemudian seorang laki-laki datang berlari menuju mobilnya. Jordan kemudian berpindah ke kursi penumpang dan membiarkan laki-laki itu masuk ke dalam mobilnya.

“Cepatlah Hans. Aku sudah tidak tahan ini!” ucap Jo mulai menggaruk-garuk tubuhnya dengan kasar. Jordan merasa kepanasan meski AC di mobilnya menyala dengan suhu yang paling dingin.

“Oke tenang, Bro!”

Hans kemudian mengambil alih setir dan melajukan mobilnya. Sedangkan Jordan membuka kemeja dan jasnya sehingga terlihat seluruh tubuhnya terdapat ruam-ruam merah. Jordan menggaruk-garuk badannya itu sampai seluruh tubuhnya mulai lecet.

“Pakai obat gatal dulu!” seru Hans.

Jordan meringis kesakitan sambil terus menggaruk badan dan seluruh tubuhnya. Dia juga menjerit tertahan karena merasa ada sensasi merayap.

“Tolong, ada sesuatu yang merayap-rayap di bawah kulitku Hans!” teriak Jordan.

“Bertahanlah Jo!” ucap Hans sambil terus berkonsentrasi dengan jalan.

Sampai akhirnya mobil mereka sampai di sebuah hotel mewah.

“Cepat pakai dulu bajumu!” perintah Hans. Jordan yang masih gatal-gatal itu kemudian memasang kembali bajunya. Mengancingkannya lagi dan segera turun dari mobil.

“Kali ini yang mengobatimu bukan Christy lagi,” ucap Hans.

“Apakah dia Natalie?” tanya Jordan.

“Kamu lupa kalau Natalie sudah tidak mau lagi mengobatimu?” tanya Hans masih berada di dalam mobil Jordan.

“Terus siapa kalau bukan Christy dan Natalie?” tanya Jordan heran.

“Dia gadis baru, namanya Katy, dia butuh uang dan aku sudah memberitahunya soal dirimu. Jadi, nikmatilah dan cepat sembuh!” ucap Hans.

“Oke, terimakasih Hans bantuanmu kali ini!” ucap Jordan kemudian segera masuk ke dalam lobi hotel.

Hans kemudian tersenyum dan dia harus kembali menuju ke kantornya tempat dia bekerja sebagai seorang pengacara. Dia harus buru-buru keluar dari kantor firma hukumnya karena harus menolong Jordan yang kambuh lagi dari penyakit misteriusnya itu.

“Astaga aku lupa memberi tahu Katy kalau Jordan bukan laki-laki yang meminta untuk dilayani berhubungan sex.”

Hans lupa memberi tahu hal yang penting itu pada Katy. Apa dia harus memberi tahu Katy. Tapi Hans cukup yakin, meskipun Katy mengira kalau pekerjaannya itu adalah menemani laki-laki hidung belang. Jordan yang tidak suka perempuan itu tentu saja tidak akan menyentuhnya. Jordan membutuhkan wanita hanya untuk mengobati penyakit misteriusnya itu.

Sebuah penyakit yang dialami Jordan semenjak remaja itu memang aneh dan misterius. Dia akan mengalami gatal-gatal dan ruam-ruam di sekujur tubuhnya. Kalau penyakit itu datang, kulit Jordan akan seperti daging yang dilumuri bumbu rempah-rempah. Jordan akan berteriak kesakitan jika dia kambuh.

Tak ada yang bisa menjelaskan penyakit Jordan secara medis. Karena hasil pemeriksaan oleh beberapa dokter yang dia datangi mengatakan kalau Jordan tidak memiliki penyakit yang mengkhawatirkan. Apa yang dialami Jordan itu sangat aneh dan tidak bisa didiagnosis secara medis. 

Dan yang lebih anehnya itu, penyakit itu selalu datang tiba-tiba dan pergi dengan cara yang tak terduga. Yaitu jika Jordan tidur dengan seorang wanita. Semua gejala itu akan hilang setelah dia tidur bersama seorang wanita.

Masih menjadi sebuah misteri, kenapa Jordan bisa mempunyai sindrom seperti itu. Yang pasti, setiap itu kambuh, Jordan akan menghubunginya dan Hans akan mencarikan wanita yang bisa menemani Jordan tidur. Tentunya dengan bayaran yang lumayan mahal. Karena Jordan ingin merahasiakan penyakitnya. Dia tidak mau menjadi cemoohan orang. Oleh karena itu, sementara ini Hans adalah orang satu-satunya yang mengetahui penyakit Jordan. Dan juga, orang yang membantunya mencarikan wanita untuk menjadi obatnya.

Sejauh ini ada dua wanita yang menjadi langganan Jordan. Mereka adalah Christy dan Natalie. Mereka berdua adalah teman dari Hans yang awalnya memang ingin membantu Hans karena merasa berhutang budi padanya. Tapi mereka berdua sudah tidak bisa lagi bersabar menghadapi sikap Jordan yang pemarah.

Memang pekerjaan mereka mengobati Jordan, hanya menemaninya di ranjang. Tidak lebih dari tidur saja. Jordan tidak akan menyentuh mereka, dan mereka pun dilarang menyentuh Jordan secara seksual.

Hans menjadi khawatir karena dia lupa memberi tahu yang penting pada Katy. Gadis baru yang akan menjadi obat untuk Jo. Kalau tugas dia hanyalah menemaninya tidur di ranjang tanpa saling sentuh.

‘Semoga saja tidak akan ada masalah di antara mereka!’ gumam Hans. Dia tidak mungkin mendapat masalah dengan gadis itu bukan.

Tapi satu hal yang Hans lupa katakan pada Jordan. Katy adalah seorang gadis penghibur yang biasa menemani para laki-laki hidung belang. Tapi Hans tidak punya pilihan lain karena kedua gadis yang biasa sudah menolak untuk membantunya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status