Share

Bab 108

Sean Laurent berdiri di depan balkon gedung sayap utara markas Schneider, memandangi langit sore wilayah perbatasan Waterford city dengan tatapan sendu. Tangan kanannya menyentuh cincin yang masih terpasang di jari manis tangannya, memutarinya sambil tersenyum lirih.

["I will."]

Perkataan Neil Wilson--mendiang suaminya masih terngiang di telinganya. Saat pria itu mengangguk setuju, menerima lamarannya dengan senyum cerah di wajah tampan Neil berhasil melenyapkan perasaan cemas yang sempat menyelimutinya, khawatir Neil akan menolak lamarannya.

Lalu ingatannya berpindah cepat ke saat terakhir ia bisa melihat suaminya dalam keadaan hidup.

["Tunggu di sini. Biar aku yang mengecek situasi. Stay still. Kamu baru pulang kerja."]

Tangannya lalu berhenti memainkan cincin di jari manis tangannya tersebut. Menggigit bibir bawahnya dengan rahangnya yang mengeras mendadak, ia merutuki ketololannya di masa lalu. Rasa bersalah yang menghantuinya kembali. Kembali, dan kembali sampai rasanya ia
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status