TERUSIR

Setelah kepergian sang bunda, Kimmy lebih banyak merenung dan menutup diri. Jiwanya rapuh. Hatinya hancur. Bahkan Kimmy sudah tidak peduli dengan dirinya lagi. Baginya, Mommy adalah segala-segalanya. 

Kimmy masih berada di kediaman Piero. Dia masih mengurung diri di dalam kamar. Sudah seharian Kimmy belum mengisi perutnya. Sementara, tenanganya terus terkuras akibat tangisan. 

"Non, boleh saya masuk?" Seorang pelayan wanita mengetuk pintu kamar Kimmy. Tapi tidak dihiraukan oleh Kimmy. 

"Non, Kim, saya membawakan makanan untuk Non." 

Kimmy menghunuskan tatapan tajam menatap pelayan wanita yang baru saja meletakan nampan di atas meja. Wajah Kimmy memerah bersamaan bola mata Kimmy yang terpancarkan api kemarahan. 

"Aku nggak mau makan!" ucap Kimmy dengan lantang. 

"Tapi Non sudah seharian belum mengisi perut Non. Tuan Pier khawatir kalau nanti Non akan sakit." 

"Bagus! Sekalian aja aku mati! Pergi kau!" Kimmy

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
DMCA.com Protection Status