Share

Bagaimana Mungkin?
Bagaimana Mungkin?
Author: Ra Ra

Blurb

Bagaimana mungkin, pria yang katanya paling membencinya datang tiba-tiba datang melamarnya? Meminta Shayra untuk jadi isterinya dengan serius!

Hal tersebut tentu saja menyebabkan Shayra bingung dan tanpa berpikir dua kali tanpa ragu-ragu langsung menolaknya. 

Semesta mana yang bercanda dan dimana kewarasan Adien saat melamarnya? Jelas-jelas mana ada wanita yang mau diperisteri olehnya, oleh pria yang jelas-jelas membencinya, belum lagi ditambah kelakuaannya yang suka berbuat seenaknya dan hobi sekali mengintimidasi orang lain. Kalau kalian mau ya, silahkan saja! Tapi Shayra akan tetap ogah dan tidak akan sudi diperisteri Adien sama sekali.

Sementara itu disisi Adien, Pria itu tak terima dan tidak diam saja membiarkan penghinaan Shayra yang mentah-mentah menolak lamarannya bahkan kabur menghilang beberapa hari untuk menghindarinya. Oleh sebab itu, Adien marah dan bertekat apapun yang diinginkannya harus didapatkan, apapun caranya!

Semua adil dalam wanita dan perang!

Akibatnya nasib perusahaan peninggalan almarhum ayahnya Shayra dan yang sedang dikelola oleh ibunya menjadi sasaran empuk pelampiasan ego Adien yang terluka.

Tak tanggung, pria itu menyerangnya menarik saham miliknya di sana dan bahkan dengan kekuasaannya para rekan bisnis yang berhubungan dengan perusahaan almarhum ayahnya Shayra diperintah untuk membatalkan kerja samanya. Sehingga menyebabkan banyak kerugian yang tak terelakkan dan nasib perusahaan berada diambang kebangkrutan.

Mengetahui hal itu, Ibunya Shayra, Karina stres dan tak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi hal tersebut. Dia tak bisa membiarkan perusahaan peninggalan satu-satunya dari almarhum suaminya, sekaligus mata pencariannya untuk menghidupi satu-satunya putrinya dan mengorbankan banyak nasib karyawan bergantung padanya, hancur begitu saja. 

Hanya karena masalah sepele, putrinya Shayra menolak lamaran Adien salah satu rekan bisnisnya yang punya saham diperusahaanya. Karina tidak akan membiarkan perusahan bangkrut.

Tak ada pilihan lain bermodal nekat dan tak dapat diduga, Karina ibunya Shayra malah melamar kembali Adien untuk putrinya Shayra. Dia berharap banyak pada hal itu. Semoga saja Adien luluh sehingga mau berhenti menyerang perusahannya dan sudi membatunya mengembalikan kondisi perusahaan kesemula.

"Bagaimana mungkin, Mama melamar seorang pria untukku, untuk anak gadismu sendiri, Ma? Dimana-mana keluarga prialah yang melamar anak gadis bukan malah sebaliknya ..." protes Shayra tak percaya dengan keputusan ibunya.

"Lalu kamu bisa menolaknya lagi dan pria itu akan makin menghancurkan perusahaan peninggalan almarhum papamu! Atau mungkin dia akan berbuat lebih dan menghancurkan yang lainnya. Tidak!! Mama takakan membiarkan hal itu terjadi. Kamu menikahlah dengannya supaya masalah selesai." Ibunya Karina melipat tangannya tegas dengan keputusannya tak dapat digugat atau bahkan ditawat-tawar.

"Aku sudah bilang, Aku nggak mau jadi isterinya Ma! Asal Mama tahu saja, Adien itu setengah mati membenciku! Aku menjadi isterinya, yang benar saja. Ckck, yang ada bukannya hidup bahagia malah jalan hidupku hancur ditangan suamiku sendiri ..." Shayra meringis ngeri membayangkan perkataannya sendiri

Mamanya Karina menghela nafasnya kasar. "Dimana-mana tidak ada suami yang tega menghancurkan isterinya sendiri, sebab hal itu sama saja dengan menghancurkan dirinya sendiri. Yahhh! Terkecuali itu sinetron ajab, kalo itu sih, beda lagi ceritanya. Sudah-sudahlah, keputusan Mama sudah bulat! Kamu harus menikah sama dia, titik enggak ada komanya lagi apalagi kata, 'tapi-tapi.' Paham?" Mamanya menyimpulkan dan masih kukuh pada pendiriannya, Shayra harus menikah dengan Adien.

"Tapi Ma, Adien membenc-"

"Tidak ada tapi-tapian, Shayra! Mama gak mau tahu, pokoknya bagaimana pun caranya kamu harus tetap menikah dengan Adien!" Tegas Karina tak ingin dibantah segera memotong kalimat Shayra yang belum selesai.

Sontak Shayra pun mengusap wajahnya kasar dan seraya mengacak rambutnya sendiri dengan prustasi, "Bagaimana mungkin?" Tanyanya dengan tak percaya kontraks dengan raut wajah kecewa.

"Masalah mudah tidak usah dibuat susah apalagi sampai ribet. Kalau tak mungkin, ya, kita buat sajalah menjadi mungkin. Apa susahnya coba?" jawab Mamanya Karina santai mengangkat bahunya masa bodoh.

Copyright 2020 ©

Written by Saiyaarasaiyaara

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status