Finding the Sun (Bahasa Indonesia)
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)
Author: Rainfall
1. Gita

Kriiinggg….. kriiiingggg…..

“Halo…!” sapa Amara. Dia mendapat telepon dari nomor tidak dikenal. Membuatnya penasaran.

“Halo!” terdengar suara lirih dari sebrang panggilan. Suara seorang wanita.

Amara terdiam sebentar. Jelas sekali dia tidak mengenali suara di sebrang panggilannya. “Dengan siapa ya?”

“Ka, maaf kalau aku nelp tiba-tiba. Aku mau bicara! Ini benar ka Amara kan ya?” suaranya terdengar serius.

Amara semakin penasaran. Jantungnya berdebar, seakan memberitaukan bahwa akan ada sesuatu yang menunggunya. “Betul ini dengan Amara, tapi dengan siapa ya?”.

“Aku gita!” jawabnya

“Iya git, ada apa ya…?” Tanya Amara. Namun dia tidak familiar dengan nama Gita. “Kenal aku dari mana?”

“Gini ka, perihal Ka Bima!”

Amara terdiam. Bima adalah nama seseorang yang dipacarinya sejak tiga tahun yang lalu. Orang yang selalu bersamanya semenjak kuliah semester satu hingga saat ini. Pikiran Amara menjadi berkelana, jangan-jangan bima kecelakaan, tertimpa musibah atau banyak hal sehingga seseorang yang tidak dikenalnya harus menelpon untuk memberitahukan pacarnya tersebut.

“Ada apa sama Bima ya?” Amara sedikit panik. Dia berdoa dalam hati jangan sampai apa yang dipikirkannya menjadi kenyataan.

Gita terdiam, nafasnya terdengar dari sebrang telepon. Sepertinya dia bingung dan ragu dengan perkatannya. “Maaf ka, gajadi. Aku tutup aja ya. Maaf sudah mengganggu. Terimakasih!” Tidak lama kemudian dia menutup teleponnya.

Amara penasaran sekaligus bingung. Siapa Gita? Kenapa bisa-bisanya dia menyebutkan perihal Bima? Rasa penasaran tersebut membawanya sulit tidur malam ini.

                                                                  ***

“Enak sayang Chicken Katsunya?” ucap Bima. Dia adalah pacar Amara.

Mereka berdua sedang makan siang di kantin kampus. Amara memperhatikan Bima. Amara sangat mengagumi Bima. Bima adalah seseorang yang menurut Amara cerdas, ketika diskusi Bima bisa mengeluarkan ide-ide yang berbeda dibandingkan dengan orang kebanyakan, Bima juga tampan, kedudukannya sebagai anak Band yang suka manggung di Bandung benar-benar tidak bisa diabaikan, meskipun hanya terkenal sebagai Band lokal. Benar – benar suatu keajaiban karena Bima memilih Amara sebagai pendampingnya.

“Ada yang pengen aku tanyain Sayang!” seru Amara. Dia penasaran dengan panggilan telpon pagi hari tadi. Ketika seseorang bernama Gita menelponnya dan menyebutkan Bima.

“Tanya apa sayang?” Bima merespon dengan nada bicara yang lembut.

“Gita itu siapa yang?” Tanya Amara. Dia langsung menanyakan tanpa basa-basi. Rasa penasaran sejak semalam akhirnya tersampaikan.

Bima sedikit tersentak. Dia langsung terdiam. Terlihat gelagat yang tidak wajar dari postur tubuhnya. Sebagai anak psikologi, Amara paham akan gerak-gerik tersebut.

“Sayang?” Tanya Amara lagi, “jadi?”

“Gita yang mana ya?” akhirnya Bima mengeluarkan suara. Dia balik bertanya.

Amara mengangkat alisnya, dia tahu ada yang tidak beres dengan gelagat Bima. Dia harus mencari tahu lebih dalam tentang hal ini. “Jadi tadi pagi, ada yang telpon aku yang, dia menyebutkan nama kamu!” ucap Amara menjelaskan. Dia masih memperhatikan gelagat Bima lekat-lekat.

Wajah Bima mendadak menjadi serius. “Dia bilang apa aja Yang?”

Amara meletakan sendok makannya. Dia juga langsung menegakan badan, dan membuat postur untuk mengintrogasi. “Kok kamu sepertinya tahu ya siapa Gita?”

Bima menelan ludah, “Maksud aku siapa tau dari obrolannya aku bisa ingat siapa Gita ini yang. Tahu kan nama Gita itu banyak!”

Wah ada yang ga beres ini, batin Amara. “Dia pagi-pagi nelpon aku yang, cuman buat ngomong nama kamu, tapi dia ga jadi ngomong apa – apa!” cerita Amara jujur.

“Ah kalau gitu mungkin cuman orang iseng yang, gausah ditanggapi ya!” bujuk Bima

Amara kemudian meneruskan makannya. Dia tahu ada yang tidak beres dengan pacarnya. Hanya saja dia tahu Bima, semakin disudutkan Dia akan semakin mengelak. Jadi Amara memilih untuk mencari tahu sendiri, siapa Gita ini.

                                                                   ***

Sampai di kosannya, Amara langsung menuju meja. Kemudian dia membuka laptopnya. Bukan untuk mengerjakan tugas kuliahnya, tetapi ingin mencari tahu siapa Gita? Kenapa Bima sampai segitu gugupnya ketika membicarakan tentang Gita?

Amara memang bukan seorang polisi, dia juga bukan hacker. Tapi Amara adalah seseorang yang cerdas. Dia juga penikmat novel-novel misteri. Mungkin ini adalah saatnya untuk menunjukan bakat stalkernya.

Amara membuka sosial medianya, dia membuka Wallbooknya, aplikasi sosial media yang hits saat itu. Amara kemudian mencari nama Bima Setra Mahardika di daftar pertemannya. Setelah ketemu dia membuka profil Bima tersebut. Terlihat di profilnya, foto Bima sendirian membelakangi pantai, yang mengambil gambarnya Amara saat itu. Tapi bukan itu yang dia cari. Dia kemudian mengklik dafftar pertemanan milik Bima. Kemudian mencari nama Gita.

Terdapat lima orang yang bernama Gita di daftar pertemanan Bima. Amara kemudian membuka profil satu persatu. Satu orang telah menikah rupanya. Tidak ada yang aneh dengan daftar pertama. Seperti perempuan yang telah menikah pada umumnya akun ini lebih sering menulis tentang curhatan ibu-ibu muda pada umumnya. Akhirnya Amara beralih ke akun yang kedua. "Kita cari lagi!"

Di akun yang kedua ternyata satu jurusan dengan Bima. Tidak seperti Amara, Bima anak jurusan Sastra Inggris. Tapi sepertinya di akun yang kedua ini tidak ada interaksi banyak tentang Bima dan pemilik akun. Sekalipun ada hanya foto kelas yang terlihat bersama.

Akun yang ketiga sepertinya akun random asal add saja. karena tidak terdapat interaksi apapun mengenai bima dan pemilik akun.

Akun ke empat ternyata masih remaja. Terlihat profilnya yang masih mengenakan baju putih abu. Anaknya manis. Yang menarik adalah terdapat foto Bima di sana. Bersebelahan dengan Gita. Sepertinya selfie. Tapi tidak terdapat interaksi apapun lagi selain foto tersebut. "Aneh sekali!" gumamnya.

Akun kelima adalah akun mati. Pemiliknya sudah tidak menggunakan sosial media sejak tiga tahun lalu. Amara memang penasaran tetapi tidak ada informasi yang bisa ia peroleh dari sini.

“Hanya dua orang yang mencurigakan!” monolog Amara pada dirinya sendiri.

Amara lalu membuka Binstagramnya. Seperti halnya cara dia mencari informasi mengenai Gita lewat wallbook. Dia melakukan penelusuran yang sama. Namun sayangnya tidak terdapat keanehan di sana.

Akhirnya amara menyerah. Mungkin apa yang dipikirkannya hanyalah khayalan semata. Dia juga sangat percaya kepada pasangannya tersebut.

***

Malamnya Bima mengunjungi kosan Amara. Pacaran ala Amara itu simple. Mereka tidak harus bepergian jauh, atau jalan jalan ke tempat yang mahal. Jika salah satu mengunjungi kediamannya saja sudah dinilai cukup. Yang penting mereka menyediakan waktu untuk berdua. Hari ini giliran Bima yang mengunjungi Amara.

“Yang, buat skripsi bagusnya judul yang mana ya?” Tanya Amara.

Bima sedang melihat ponselnya saat itu. Karena sedang fokus Bima tidak mengubis perkataan Amara.

“Yang?” Amara memanggil lagi untuk yang kedua kalinya, tetapi Bima juga tidak mengubisnya.

“Sayang, kamu liat apa sih!” akhirnya Amara menegur Bima dengan sedikit berteriak.

Bima akhirnya menoleh. “Oh maaf yang kenapa?”

“Taro dulu dong ponselnya, aku lagi butuh diskusi sama kamu ini!” kata Amara.

Bima akhirnya meletakan ponselnya tepat di sebelahnya. Entah mengapa sepertinya bima terlihat tidak tenang jika jauh dengan ponselnya. Sedikit-sedikit dia melirik ke arah ponselnya tersebut.

Amara adalah seorang wanita. Feeling wanita biasanya tajam dan kuat. Dia bisa merasakan ada yang tidak beres dengan pacarnya tersebut. Tapi batinnya terus berteriak untuk percaya dengan Bima. Tenang Ra, ga ada apa – apa Bima masih orang yang sama, batin Amara.

Tak lama kemudian ponsel bima bergetar. Terlihat panggilan telepon di sana. Seharusnya itu hanyalah panggilan telepon biasa. Tetapi yang membuat Amara tertarik dan sedikit bergetar hatinya, nama kontak yang menelpon tersebut adalah Gita.

Rainfall

Halo dengan Rainfall di sini Jangan lupa untuk mengklik tanda + agar masuk ke dalam library kalian ya Tinggalkan juga komentar dan kesan membaca pada kolom yang disediakan. terimakasih

| Like
Comments (1)
goodnovel comment avatar
mira restia
Cinta membutakan segalanya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status