Melahirkan anak untuk CEO
Melahirkan anak untuk CEO
Author: Butiran_Debu
1. Lahirkan anak untukku!

"Jangan ... tolong jangan lakukan itu padaku," bisik gadis yang terkulai lemas di atas ranjang. Tubuhnya terasa panas, tatapan matanya sayu pada lelaki yang berdiri di depannya. 

Lelaki itu tak menghiraukan perkataan Alena, dan langsung menindihnya dari atas.

"Tolong ... jangan lakukan itu." 

"Diamlah, dan nikmati permainanku!" 

Alena mencoba mengelak dan merontah, tapi pengaruh obat perangsang yang dicampurkan ke dalam minumannya membuat Alena tak bisa melawan. Dia hanya bisa pasrah saat tubuhnya digagahi oleh pria yang sama sekali tak dikenal. Pria bermata hijau dan wajah tampan namun sifatnya berbanding terbalik.

Setelah puas melancarkan aksinya, Harry mengenakan jubah tidurnya dengan santai. Dia menatap tubuh kecil gadis yang kini meringkuk di sebelahnya. 

"Diam lah. Aku tak suka mendengar orang menangis!" bentaknya kasar.

Alena yang masih setengah sadar menatap pria di sebelahnya. Tangannya mencengkram erat ujung selimut penutup tubuh polosnya tanpa pakaian. Matanya terus mengeluarkan cairan hangat bersamaan dengan lirih tangis sedih di bibirnya. 

Sakit ... tubuh bagian intinya sangat perih atas perlakuan buruk lelaki itu.

"Apa yang kau tangiskan?" hardik Harry. Mata tajamnya menatap pintu besar di depan sana. 

"Lukas!" 

Dalam hitungan detik pintu itu terbuka, memunculkan wajah seorang pria berusia lima puluhan. 

"Ya, Tuan Muda. Saya di sini." Pria bernama Lukas itu membungkuk sopan.

Alena mengenal lelaki bernama Lukas itu. Pria tua yang menculiknya saat akan pulang dari toko toserba, tadi malam. 

"Lukas, jelaskan padanya!" 

"Baik, Tuan Muda." 

Pria tua berusia lima puluhan itu menyerahkan setumpuk kertas di depan Alena. "Silakan dibaca, Nona Alena." 

Meski tak paham akan situasi aneh itu, Alena melakukan apa yang dikatakan Lukas. Dia membawa kertas berjumlah lima lembar tersebut dan membacanya baik-baik. Di sana dikatakan Alena harus mengandung anak laki-laki untuk keluarga Borisson. Tanpa pernikahan, dan siap meninggalkan anak itu setelah lahir.

"Tidak .... aku tidak bisa," bisik Alena sedih. "Maaf, Tuan. Anda salah orang jika menganggap saya perempuan seperti itu!"

Brak!

Meja di depannya digebrak kasar oleh Harry. Lelaki bermata hijau itu menatapnya dengan sorot membunuh yang siap untuk menerkamnya seketika. Alena sampai terkejut, memundurkan tubuhnya ke belakang. 

"Aku memberimu satu miliar rupiah, tapi kau menolak untuk melahirkan anak untukku? Hei, gadis tak tahu diri, sepertinya kau menganggap dirimu sangat berharga!" Harry mencengkram jari-jari tangannya penuh amarah.

"Lukas, buang gadis sialan ini ke hutan!" perintah Harry kemudian. 

"Ta-tapi, Tuan?" 

"Kau tak mendengarku? Kau ingin dibuang bersamanya? Siapa pun yang tidak mendengarkan perintahku akan bernasib sama sepertinya!" Harry menekankan kalimatnya.

"Ba-baik, Tuan Muda," jawab Lukas. Tubuhnya ikut gemetar membayangkan tubuh tuanya berujung menjadi santapan hewan buas.

"Dan jangan lupa, bikin berita yang akan merugikannya. Buat dia seakan-akan bunuh diri!"

Tadi malam ketika pulang dari bekerja, orang-orang itu menculik Alena. Mereka memaksa Alena meminum air yang tiba-tiba membuat tubuhnya lemas tak berdaya. Hanya rasa panas yang Alena rasakan di sekujur tubuhnya sebelum Harry mulai menggagahinya.

"Mari ikut kami, Nona," ajak Lukas.

"Jelaskan apa mau kalian! Kenapa kalian melakukan ini padaku?"  

Lelaki tua itu menggerakkan tangannya memberi perintah yang langsung dipahami para bawahannya. Tiga pria lainnya mendekati Alena, memaksanya berdiri dari atas ranjang. Alena mencoba melepaskan diri tapi tubuhnya terlalu kecil untuk melawan. 

Tiga pria yang menariknya memaksa Alena masuk ke dalam mobil. Lelaki bernama Harry itu sudah menghilang entah ke mana. 

"Lepaskan aku! Lepaskan aku! Mau kalian bawa ke mana aku?" teriak Alena. Tangannya memukul-mukul kaca jendela di belakangnya. 

"Jangan terlalu berkeras, Nona. Kaca mobil itu didesain dengan sangat canggih. Tak akan ada yang melihat Nona dari luar sana." 

Ya Tuhan ... siapa orang-orang jahat ini? Kenapa mereka menculik Alena dan akan mereka bawa ke mana dia? Gadis itu sangat ketakutan dan tubuhnya gemetar menahan sakit.

Di hutan yang sudah jauh dari perkampungan Alena disuruh turun dari dalam mobil. Kaki tanpa alas itu dia injakkan di atas rumput ilalang, dan langsung disambut duri di bawah sana. Alena menjerit, sakit dia rasakan di telapaknya. 

"Nona, hutan ini penuh dengan hewan buas. Berhati-hati lah. Jika Anda beruntung, mungkin Nona bisa bertahan sampai besok pagi. Tapi, jika Anda tidak beruntung, Nona mungkin akan menjadi santapan hewan-hewan liar itu begitu kami meninggalkan tempat ini," ucap Lukas memperingatkan.

"Tolong jangan buang saya di tempat ini, Tuan. Saya sangat takut. Tolong antarkan saya kembali ke rumah, Tuan," mohon Alena, berlutut di antara kedua kakinya. 

"Maaf. Kami hanya menjalankan perintah." 

Tanpa memberi kesempatan, mobil itu meninggalkan Alena di sana. Di hutan yang sudah sangat jauh dari perkampungan. 

"Tolong saya, Tuan. Jangan tinggalkan saya ...."

Alena menjerit, mencoba mengejar mobil berwarna hitam yang kian menjauh. Alena mengabaikan kakinya yang sudah tertusuk duri ilalang berkali-kali. Dia terus berlari di antara jalanan berlumpur, berharap bisa mendekati mobil itu. Tapi sayang, kekuatannya tak sehebat yang dia harapkan. 

Tubuhnya tersungkur. Alena terjerembab di atas kubangan bekas ban mobil yang berlumpur. Wajah cantik berkulit putih mulus itu tergores oleh bebatuan kecil dan membuatnya berdarah. Alena menangis sejadinya, ketika melihat mobil itu sudah menghilang dari pandangan.

Bersambung

Comments (11)
goodnovel comment avatar
Mujiatin
Astaga egois sekali
goodnovel comment avatar
Angga Wahyudi
penasaran ,bikin smangat
goodnovel comment avatar
Kaswati Farhan
penasaran dengan cerita selanjut nya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status