Handsome, But Dangerous!
Handsome, But Dangerous!
Author: Sabittttt_
Prolog

****

Plak!!!

Suara tamparan menggema didalam ruangan gelap ini. Seorang gadis dengan kepala yang sudah dibanjiri darah ter tunduk menahan sakit. 

Didepan gadis itu terdapat seorang lelaki muda yang sedang memegang belati ditangan kirinya. 

Lelaki itu berjongkok, tangan besar dan kekar miliknya mencengkram dagu gadis itu yang membuat gadis tersebut mendongak menatap nya.

Tubuh gadis itu bergetar hebat saat melihat senyum miring ter cetak diwajah tampan lelaki dihadapannya. 

"Apa yang kau lihat?" tanya lelaki itu.

Gadis itu menggeleng dengan ketakutan. Kepalanya berdenyut saat dia menggerakkan kepalanya. 

"Apa kau tidak punya mulut untuk menjawab?" tanya lelaki itu lagi. Gadis itu diam tidak berani melakukan apapun. 

Lelaki itu berdecak sebal lalu mencampak kan gadis itu kelantai. Suara benturan antara tubuh dan lantai menggema diruangan gelap ini. 

Lelaki itu melihat belati yang ada ditangan nya, dia tersenyum. Dia melihat gadis lemah dihadapannya. 

Dia menjambak rambut gadis itu membuat gadis tersebut menjerit kesakitan. 

"Shh.... Sakit....," desis gadis itu dengan berlinangan air mata. 

"Jangan menangis!" ucap lelaki itu. 

"Aku akan menghapus air mata mu," sambung nya. 

Dia mengarahkan belati nya pada pipi gadis itu kemudian menggoreskannya dari bawah mata hingga dagu. 

Dia memejamkan matanya menikmati suara jeritan dari gadis ini. Matanya terbuka menatap gadis itu yang menangis. Kini air mata yang berwarna jernih berubah menjadi merah. 

"Aku mohon bunuh aku sekarang," lirih gadis itu.

Bulu kuduk gadis itu meremang saat mendengar tawa yang keluar dari mulut lelaki itu. Sangat mengerikan. 

"Pasti, aku pasti akan membunuh mu tapi tidak sekarang. Nikmati saja!" tuturnya.

Lelaki itu bangkit dia berjalan menuju sebuah meja yang terletak disudut ruangan. Dia mengambil tali dan berjalan menuju gadis itu. 

Jantung gadis itu Berdetak lebih cepat dia khawatir apa yang akan lelaki itu lakukan terhadap dirinya?.

Lelaki itu tersenyum. "Jangan takut! Aku hanya tidak ingin kau lari," ujar lelaki itu.

Lelaki itu menarik kaki sang gadis membuat gadis itu memberontak. Lelaki itu berdecak sebal lalu tangannya bergerak memegang pergelangan kaki gadis itu kemudian mematahkan nya membuat gadis itu menjerit. 

"Aakhh....."

"DIAM!!" bentak lelaki itu.

Gadis itu terdiam dan menangis. Dia memejamkan matanya menahan rasa sakit saat lelaki itu mengikat kaki dan juga tangannya. 

Lelaki itu mengambil belati miliknya yang tadi dia letakkan di lantai. Jarinya memutar belati itu. Tatapannya tidak terlepas sedikit pun dari mangsa nya. 

Dia menarik wajah gadis itu lalu menggoreskan ujung belati nya dibibir gadis itu. Tidak hanya dibibir lelaki itu juga memainkan belati nya di kening dan kelopak mata sang gadis.

Selesai 'melukis' di daerah wajah, lelaki itu menurunkan belati nya keleher. Dia menggores abstrak leher gadis itu.

Dia tersenyum bangga saat melihat karya nya. Ia berjalan mengambil gergaji lalu mengarahkan gergaji tersebut pada tali yang mengikat tangan sang gadis. 

Dia mengambil tangan gadis itu dan memotong pergelangan tangan gadis tersebut. 

Dia mencabut kuku-kuku gadis itu menggunakan tang. Kemudian dia menancapkan kembali kuku-kuku itu pada luka yang berada dileher. Dia juga melakukan hal yang sama dengan tangan yang satunya. 

Dia kembali mengambil palu godam kemudian memukulkan palu tersebut dikaki kiri gadis itu. 

Kaki gadis itu hancur dalam sesaat. Bibirnya sudah ter belah. Dia pasrah dan tidak bisa mengeluarkan suaranya. 

Lelaki itu terus memukulkan palu godam itu pada kaki sang gadis. Lalu dia membuang palu itu saat melihat kaki kiri gadis itu sudah hancur lebur.

Dia memotong kaki kanan gadis itu menggunakan gergaji. Memotong nya menjadi beberapa bagian sehingga gadis itu sudah tidak memiliki sepasang kaki lagi. 

Dia mengangkat baju gadis itu lalu menggoreskan pisau pada perut rata milik gadis itu. 

Dia merobek kulit perut gadis itu lalu memasukkan tangannya kedalam perut gadis itu. 

Dia mengocok isi perut gadis itu dan mengeluarkan semua isi perutnya. Dia kembali merogoh organ dalam gadis itu. 

Bibirnya tersenyum saat menemukan apa yang dia cari. Dia menarik tangannya sehingga yang dia pegang juga ikut ter cabut. 

Gadis itu tersentak kemudian menghembuskan napas terakhirnya. Lelaki itu tersenyum melihat jantung yang berada ditangan nya. 

Dia menatap gadis itu, tatapannya tertuju pada mata gadis tersebut. Dia menaruh jantung itu dilantai. Mengambil belati dan bergerak mendekati mayat sang gadis. 

"Mata yang sangat indah dan aku ingin memilikinya," ucap lelaki itu.

Dia menancapkan belati nya pada bola mata gadis itu lalu menariknya sehingga bola mata gadis itu terlepas.

Dia tersenyum. "Terima kasih karena sudah membuatku bahagia. Semoga kau tenang di  sana," ucapnya.

****

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Esta Purwanti 05
GILA! cerita macam apa ini? SADIS BENER
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status