I'M BROKEN
I'M BROKEN
Author: Iyaak
FLASHBACK 1

Prak....

"Arghhhh...hikss...gue benci takdir".

Terdengar suara pecahan kaca dari sebuah kamar dan ringisan dari seorang gadis , membuat para pembantu kewalahan menenagkan gadis itu.

"Non..luna sadar mbak ada disini".ucap salah satu pembantu yang berkerja untuk mengasuh luna,Ya gadis itu bernama Luna anindira putri.

"Pergii kalian,gue muak tinggal disini biarkan gue pergiiii..hikss gue lelah dengan semuanya,gue mau bebas ,gue mau bahagia,hidup nya gue dirumah ini hanya buat gue makin derita,apa salah gue hah?

Salah kalau gue lahir kedunia?

Arghhh.....hikss".

Suara tangisan Luna makin jadi dengan tanggan terluka akibat pecahan beling kaca yang ia lempar mengenai sedikit bagian tanggan nya.

Selain itu para pembantu hanya bisa diam pasrah mereka tidak bisa berbuat apa apa karna mereka hanya dibayar untuk mengasuh Luna saja.

Tak lama terdengar suara langkah kaki menuju kamar Luna. Terlihat sosok seorang pemuda tampan , kulit sawo matang berjalan menuju ke arah Luna dan ternyata itu adalah Galang . Galang lelaki yang selalu bisa menenagkan Luna jika ia bersedih.

"Unaa..jangan sedih galang ada disini".ucap pria itu yang bernama galang ia berusaha menenagkan Luna dan mulai memeluk nya secara perlahan.

"Lang..una takut una gamau ada disini,hikss please lang bawa una pergi , una janji gabakal nyusahin lang lagi una janji juga gabakal bikin lang khawatir dan una juga janji ga bakal nangis lagi, yah lang bawa una pergi".

Luna memohon kepada galang untuk membawa nya pergi dari rumah ini,

Dengan tatapan sayu disisi lain air mata terus mengalir dipipi Luna,tanggan nya yang sudah bergetar sungguh miris.

Galang hanya bisa diam tanpa berkata banyak ia pun tidak tahu apa jadinya jika ia membawa Luna pergi dari rumah ini,disisi lain ia juga tidak ingin melihat Luna terus terusan begini.

Tangisan luna mulai melunak secara perlahan lahan galang sedari dari tadi mengusap ngusap bahu luna agar ia bisa diam dan lebih tenang. 

Selain itu ia juga tidak merespon permintaan dari luna.

"Lang..lang denger una kan".

"Iya una lang denger kok , tapi sekarang una harus minum obat dulu yah habis itu kita pergi dari sini".

Luna menganguk menuruti semua perkataan galang.ia pun mengambil obat yang di berikan pembantu dan meminum nya , Tak lama luna tiba tiba merasa pusing dan semua pandangan buyar kabur dan ia pun pingsan seketika, melihat itu galang mengangkat tubuh Luna ke atas ranjang nya .

"Unaa maafin Galang yah untuk sekian kali nya Galang gabisa bawa una pergi dari sini,Galang yakin suatu saat nanti una pasti bisa bahagia".

Galang beserta para pembantu keluar secara perlahan lahan meninggalkan Luna sendirian dikamar agar ia bisa istirahat.Disaat Galang menuruni tangga ia mendengar Pak Bram papa nya Luna berbicara dengan seseorang ditelepon.Galang pun berhenti melangkahkan kaki nya dan mendengarkan apa yang pak Bram katakan.

"Saya gamau tau , Lala putri saya harus segera ditangani khusus, saya mau putri saya sembuh dok,secepatnya saya akan membawa Luna untuk mendonorkan darah nya untuk Lala". Ucap papa Bram dengan raut wajah khawatir dan cemas akan putri nya Lala.

Setelah mendapat jawaban dari dokter papa bram langsung matikan hp nya dan pergi terburu buru menaiki tangga atas menuju arah kamar Luna.

"Galang, sejak kapan kamu ada disini?

Kamu pasti mendengar pembicaraan om tadi kan".

"Oh tidak om , galang tidak mendengar apapun ohiya om galang mau jenguk Lala dirumah sakit dulu, galang pamit yah om". Galang sengaja pura pura tidak mendengar nya padahal ia mendengar dengan jelas jika Luna akan dipaksa untuk mendonorkan darah nya untuk Lala saudara tiri Luna.

"Yasudah jaga Lala bentar lagi om bakal kesana".

Galang pamit keluar menuju ke arah rumah sakit untuk menemani Lala.

Sementara itu Papa Bram mendobrak kamar Luna dan membangunkan Luna dengan suara lantang.

"Heii bangun kamu,sekarang kamu ikut saya". Ucap papa Bram dengan nada memerintah.Tapi Luna tidak bangun Juga , Papa bram sangat kesal dan mengambil segelas air di atas meja dan menyiramkan nya ke arah wajah Luna.sontak saja Luna langsung terkejut dan terbangun.

"Pa_pa kenapa nyiram Luna, Luna ada salah ya pah,maafin Luna pah". Tanya luna dengan badan yang bergemetar dan baju yah basah akibat tumpahan air tadi.

"Kamu ikut saya kerumah sakit, ingat kamu tuh udah saya urus dari kecil jadi jangan ngebantah,kamu harus donorin darah kamu buat Lala, paham kamu".

"Luna gamau pah,Luna takut disuntik sama dokter,jangan yah pah ,please pah Luna takut, hiks...".

Seketika Luna melemah mendengar itu karna ia sangat phobia terhadap jarum suntik,selain itu Luna dalam kondisi lemah saat ini,ia juga tersiksa batin karna di perlakukan tidak adil antara kasih sayang ia dan saudara nya Lala. Disisi lain Mama Nawa sedang menemani Lala di rumah sakit.Mama Nawa adalah ibu kandung Luna tapi mama Nawa lebih berpihak Terhadap Lala.

Lalu papa Bram menarik tanggan Luna dan membawa nya menuju kerumah sakit. Diperjalanan Luna terus saja menangis , sementara itu papa Bram tidak memperdulikan tanggisan Luna.

Sesampainya di rumah sakit Luna masih dalam kondisi menangis ,

Ia juga melihat galang duduk disamping Lala sambil mengusap- usapkan tanggan nya ke Lala.

Entah kenapa melihat itu membuat Luna merasa iri, Lala di kelilingi oleh orang- orang yang sangat menyayangi nya sementara Luna ia hanya bisa meratapi nasib nya yang miris.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status