DARKNESS ACCOMPANIES IT
DARKNESS ACCOMPANIES IT
Author: Sungchanyah
00. PROLOG

"Mama kemana aja sih, kok baru pulang?" tanyanya pada wanita paruh baya yang sangat cantik sedang memeluknya dengan erat. Wanita itu diam. Lalu menggelengkan kepalanya. 

"Berbahagialah nak, makanlah dengan tenang dan banyak. Agar badan mu tidak kurus seperti ini." lelaki itu menggelengkan kepalanya. 

"Gimana Jimmy akan makan dengan banyak dan tenang. Sedangkan Mama sudah lama tidak masak untukku dan kita juga tidak pernah lagi makan bersama. Apakah sekarang mama kembali karna ingin memasak untuk ku? Dan kita akan makan bersama kembali?"  

"Mama udah engga bisa masakin dan makan bersama kamu lagi, nak," jawab wanita paruh baya itu sambil mengelus kepala lelaki itu. 

"Maksud mama? Mama akan pergi la--" 

"Iya mama harus pergi sekarang..." potong  wanita itu melepas tangan lelaki itu. 

"Jangan ma, Jimmi engga mau sendirian!" ucap lelaki itu hendak mendekat namun wanita itu berjalan menjauhinya, dengan senyum yang mengembang. 

"MA, JANGAN PERGI" pekiknya lalu mengejar wanita itu. 

"JANGAN IKUTI MAMA, HIDUPLAH BAHAGIA. MAMA SAMA PAPA AKAN SELALU SAYANG SAMA KAMU NAK." Lelaki itu terus mengejar, namun wanita itu lama kelamaan menghilang. Lelaki itu mencari wanita paruh baya yang sangat dia cintai itu, namun tidak dapat menemukannya. 

"MAMA JANGAN PERGI, JIMMY MAU MAMA SELALU BERSAMA JIMMY!!!"

Seketika mata lelaki itu terbuka, nafasnya memburu, dadanya bergemuruh serta air matanya sudah menetes hingga ke pipi. Nafasnya mulai teratur seiring berjalannya waktu. Jimmy melihat kearah jam sudah pukul 6 pagi, dia langsung berdiri mengambil handuk dan mengelap air matanya. 

Mama, batinnya. 

Mimpi yang selalu dia tunggu-tunggu, akhirnya datang kembali. Seberusaha mungkim ia berdoa untuk bertemu kembali dengan sang mama, namun tidak bisa karna kami telah berada di alam yang berbeda. Rasa rindu selalu hadir di setiap harinya. Sedang asik membayangkan muka sang mama, pintu terketuk membuat kakinya reflek mendekati pintu. 

"Tuan Jimmy sudah bangun?" itu suara tukang kebun sekaligus teman Jimmy ketika di rumah, mang Asep. 

"Udah, mang. Baru mau mandi," jawab Jimmy.

"Yaudah, tuan mau makan apa? Mau mamang masakkin atau tidak?" tanya mang Asep. 

"Tidak usah mang, Jimmy masak sendiri aja nanti," balas Jimmy. 

"Baiklah tuan, kalau begitu mamang ke halaman belakang dulu ya," tuturnya. 

"Oke mang," balas Jimmy. Setelah itu mamang menuruni tangga. Seperti yang kalian ketahui namanya adalah Jimmy, atau lebih lengkapnya Jimmy Albero Nugraha, anak dari Cysa dan Nugraha. 

Sekarang dirinya sudah menginjak 18 tahun. Dia bersekolah di SMA unggulan milik pamannya. Dia selalu mendapatkan nilai yang sempurna walaupun dimata temannya dia selalu di bilang lelaki aneh, karena dia selalu memakai pakaian serba hitam seperti jaket hitam dan masker hitam untuk menutupi mukanya. Jarang sekali dia membuka penutup mukanya, jika tidak di suruh guru maka dia tidak akan membukanya. Padahal mukanya sangat tampan. 

Jimmy baru saja keluar dari kamar mandi dengan celana trening dan kaos hitam kesukaannya. Hampir 10 menit dia merapikan segalanya mulai dari merapikan kamar hingga memakai seragam sekolah. Walaupun sudah merapikan kamar dia tidak pernah membuka gorden kamarnya ketika pagi hari bahkan dia juga tidak pernh menghidupkan lampu kamarnya. Dia selalu melakukan semuanya dengan keadaan gelap, kecuali emang perlu sekali dia akan menghidupkan lampu belajarnya. 

Akhirnya setelah semua selesai dia turun sambil membawa jaket hitamnya dan tas hitamnya. Ketika dia melewati jendela yang memperlihatkan halaman belakang dia tetap dapat merasakan mang asep sedang menyirap bunga walaupun semua jendela kaca di tutup dengan korden agar tidak ada cahaya. 

"Selamat pagi mang" 

"Selamat pagi juga tuan," balas mang Asep. 

Setelah menyapa mang Asep, Jimmy berjalan ke dapur untuk membuat nasi goreng keju kesukaannya. Tidak perlu menunggu lama Jimmy sudah selesai dengan semangkuk nasi goreng dengan porsi lumayan banyak. Jimmy mengambil nasi goreng yang baru saja dia masak. Namun sebelum memakannya dia melihat bangku papa mamanya yang sudah lama tidak di duduki oleh sang pemilik. Jimmy rindu kedua orng tuanya biasanya mereka selalu makan bersama. Tidak ingin berkalut-kalut dalam kesedihhan Jimmy langsung memanggil mang Asep. 

"Mang Asep makan bareng yuk, Jimmy kebanyakan masaknya nih," ucap Jimmy. 

Mang Asep langsung masuk kedalam rumah. 

"Iya tuan, tapi mamang enggak banyak makannya ya soalnya mamang udah makan tadi," ucap mang Asep sambil mencuci tangan. 

"Kalau engga habis juga bawa aja pulang kerumah mang," ucap Jimmy. 

"Alhamdulillah, anak mamang yang kecil pas seneng dapat nasi goreng keju buatan kamu," balas mang Asep tersenyum. 

Jimmy hanya membalas senyum mang Asep. 

"Teringat ibuk sama bapak ya tuan?" tanya mang Asep. 

Jimmy mengangguk. 

Sekaan tau, mang Asep tidak bertanya panjang lebar. Saat makan mereka saling diam. 

Hanya butuh 5 menit Jimmy dan mang Asep menyelesaikan makanan mereka. Jimmy langsung memakai jaketnya dan maskernya. 

"Mang, jimmy pergi dulu ya," pamit Jimmy ke mang Asep. 

"Iya tuan, hati-hati di jalan jangan kencang-kencang ya tuan, berbahagialah selalu ya tuan dimana pun tuan berada," ucap mang Asep.

Jimmy hanya mengangguk. 

Jimmy langsung ke garasi dan masuk ke dalam mobil sport hitamnya. Jimmy menghela nafasnya, lalu mengeluarkan mobilnya dari perkarangan rumah. 

Hiduplah bahagia, batinya. 

Jimmy hanya tersenyum menyeringai di balik maskernya. 

Cukup lama di perjalanan memakan wamtu 15 menit karena padatnya ibu kota, akhirnya Jimmy sampai di sekolah, sudah biasa dirinya di tatap sinis saat keluar dari mobil. Sejak di tinggal papa dan mamanya Jimmy terlihat lebih dingin dan menikmati dunia gelapnya yang membuatnya tenang. 

Jimmy berjalan menuju kelas dengan santai sambil memakai earphonenya. Banyak siswa siswi yang membicarainya. 

"Ih ngapain sih pakai item-item kayak mau ngelayat aja." 

"Ih ngapain sih pakai masker kayak lagi kabut aja." 

"Ih sok steril." 

"Sok takut item banget." 

"Mentang mentang ganteng muka sok di tutupin ew." 

Jimmy memperkuat volume ponselnya agar tidak mendengar hujatan teman temanya selama menuju kelas. 

Sirik mulu,batinnya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status