MERASA TIDAK ASING

"Semoga saja Rasti tau caranya memusnahkan perjanjian itu," ucap Nayla lirih namun masih bisa di dengar oleh Dion.

"Rasti siapa?"

"Teman aku. Dia juga indigo kayak kamu."

"Hmmm ... Oh ya apa kamu membawa sesuatu yang menjadi simbol perjanjian Kusumawardhani itu?"

"Maksudnya?"

"Ya misalnya, suatu benda atau yang lain gitu."

"Ada. Sebuah tusuk konde."

"Boleh aku lihat?"

"Ada di tas. Di kelas."

"Hmm ... ya sudah nanti saja selesai kelas." Dion yang sudah selesai makan pun beranjak berdiri sambil membawa piring kosong dan gelas miliknya. 

"Dion ...!" 

"Ya, kenapa, Nay?"

"Apa boleh aku meminta bantuanmu menyelesaikan hal gaib yang aku hadapi ini?" ujar Nayla dengan nada lirih namun terdengar seperti orang memohon.

Beberapa detik Dion terdiam lalu menghembuskan napasnya sambil tersenyum lebar. Memperlihatkan deretan giginya yang putih terawat. 

"Dengan senang hati aku bisa memb

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status