Share

BANGKAI BURUNG YANG HIDUP LAGI

"Terimakasih, Bu. Rejeki pagi-pagi," ujar satpam budi kegirangan. "Mau di kubur di mana, Bu?"

"Terserah, Pak. Asal jangan di sini."

"Oh baik, Bu."

Setelah Tante Dewi mengunci semua pintu rumah. Satpam Budi yang masih berada di rumah itu sedang mencari sebuah kantong keresek. Dimasukkan bangkai itu ke dalam kantong.

Ketika akan keluar dari rumah, Budi kembali menoleh ke belakang.

"Lagi ada saudaranya ya,Bu di rumah?" tanya tiba-tiba satpam Budi.

"Hah? Enggak ada saudara, Pak," jawab Tante Dewi sambil menoleh ke belakang.

Tak hanya Tante Dewi. Nayla dan Rahma pun juga ikut menoleh melihat ke arah yang di lihat satpam tersebut.

"Itu ada perempuan, Bu sedang melihat ke sini."

"Haaah?" Tante Dewi, Rahma dan Nayla hanya bisa mengangnga kaget. Kecuali Rasti. Gadis itu seperti melihat seseorang di dalam rumah.

Menyadari matahari yang semakin tinggi, Tante Dewi menyuruh anak dan keponakannya itu untuk segera berangkat agar tidak terlambat.

Begitu juga si satpam yang sudah berhasil mend
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status