My Lord Devil
My Lord Devil
Author: Lord Devil
1. Memasuki Alam Iblis

Wu Mei Xiang membuka matanya perlahan, dia mendapati dirinya di sebuah ruangan dingin yang hanya terdapat corak berbentuk absurd, warna merah dan hitam, tak ada warna lain. Ruangan itu mirip dengan ruangan kosong tanpa estetika.

Ruangan besar itu tampak mengerikan bagai berhantu, membuat bulu kuduk berdiri. Walau begitu, gadis muda ini tidak takut, dia hanya penasaran di mana dia sekarang berada.

Kedua tangan dan kaki Wu Mei Xiang diikat dengan rantai berwarna hitam. Dia diikat dengan posisi berdiri, bersandar pada dinding dingin yang terbuat dari besi.

Sambil memandangi ruangan aneh itu, Wu Mei Xiang menatap dirinya sendiri. Dia masih mengenakan pakaian yang sama ketika kali dia mengingat dirinya masih bekerja, mengenakan pakaian kebanggaannya dengan jas warna putih layaknya profesor yang bekerja di laboratorium.

"Sialan, tempat apa ini?" ucap Wu Mei Xiang pada dirinya. Dia merasakan sudut bibirnya sakit saat berucap, ada bau karat mirip darah yang terasa dalam tenggorokannya.

"Terkutuklah aku! Mengapa mati saja sudah? Apa memang separah ini takdir mempermainkan aku?" keluh Wu Mei Xiang setelah berhasil menggali ingatan terakhirnya.

Dia yakin, seharusnya dia mati setelah sahabatnya sendiri, Pei Rong menyiramnya dengan bahan kimia---hasil percobaan lab yang dia kerjakan selama bertahun-tahun, yang bisa membuat tubuh manusia menjadi debu.

Pertanyaan, lalu mengapa dia sekarang ada di sini dengan tubuh utuh? Bukankah seharusnya dia sudah menjadi debu?

Masih sibuk dengan pikirannya, dua orang memasuki ruangan itu. Yang satu tampak tinggi dan satunya lebih pendek dari yang lain. Mereka begitu mirip kalau saja tingginya sama.

Wu Mei Xiang menebak kalau keduanya mungkin saja saudara.

"Kau sudah bangun ternyata," ucap yang lebih tinggi dengan nada menyebalkan dan wajah bengis yang sengaja dipaksakan.

"Apa urusanmu?" tanya Wu Mei Xiang sengaja memancing keributan. Dia harus mengorek informasi, tetapi tidak dengan cara baik-baik, dia harus membuat masalah. Dengan demikian, dia tidak mudah ketahuan kalau sedang mencuri informasi.

Ide itu bagus dalam otaknya. Dia tidak takut apa pun, bahkan kalau ini ternyata di neraka, gadis ini siap menghadapi raja neraka dan menjadi penghuni tetap di sana.

"Hahahaha, iblis bodoh! Jangan kau kira bisa membodohi aku. Tidak semudah itu!" ucap lelaki bertubuh tinggi itu sambil melangkah maju dan mendekatkan wajahnya pada Wei Me Xiang.

"Siapa yang ingin membodohimu? Kurasa kau tak cukup pandai sampai harus dibodohi. Siapa yang berniat membodohi orang bodoh?" ucap Wu Mei Xiang sembarangan. Niatnya adalah membuat masalah dan mencari tahu di mana dia berada.

Semakin banyak masalah yang dia timbulkan, dia akan terkenal. Dia akan mudah mencari informasi. Lagipula, apa yang dia takutkan? Lihat saja! Bahkan, kematian tak mau menghampirinya.

"Iblis kecil, jangan kau pikir bisa mengancamku!" ancam lelaki bertubuh tinggi itu sambil mencekik leher Wu Mei Xiang.

"Xiong Fan, jangan macam-macam kalau masih ingin eksis di alam ini," ucap lelaki yang lebih pendek.

"Berani kau memperingatkan aku, Xiong Hai?" ucap lelaki yang dipanggil Xiong Fan itu dengan wajah kesal.

Xiong Fan melepaskan cengkeramannya dari leher Wu Mei Xiang dan masih menatap tajam lelaki itu dengan wajah bengis tak suka.

"Bersabarlah, setidaknya kau jangan melakukan hal bodoh tak berarti," ucap lelaki pendek yang disebut dengan Xiong Fan.

"Ah, ternyata kalian memang saudara," ucap Wu Mei Xiang sedikit tekekeh melupakan sakit bekas cengkeraman tadi. Dia malah senang karena tebakannya benar.

Tujuannya tercapai, setidaknya dia tahu kalau dia sekarang mungkin sudah menjadi iblis dan ada sesuatu yang melindungi dia atau membuatnya terlindungi, ucapan Xiong Fan yang memperingatkan Xiong Hai menggambarkan segalanya.

"Bukan urusanmu!" bentak Xiong Fan tak suka.

"Kalau bukan urusanku, lalu urusan siapa?" kata Wu Mei Xiang memulai lagi bermain kata-kata.

"Jangan memancing!" ketus Xiong Fan kesal.

"Tak ada kolam ikan di sini atau sungai. Aku hanya berkata, bukan memancing. Tak kusangka iblis lebih bodoh dibandingkan manusia. Sialnya aku mengapa bertemu dengan iblis bodoh."

Wu Mei Xiang dengan sengaja membuat sandiwara lagi. Dia harus memastikan dia berada di mana dan mengapa.

"Nona Wu, seharusnya kau beristirahat saja," ucap Xiong Hai yang tampaknya pendiam mulai berbicara singkat dengan ekspresi wajah yang minim.

"Ah, ternyata aku memang sangat terkenal. Aku tersanjung namaku terkenal sampai ke alam iblis."

Wu Mei Xiang terbahak-bahak, sengaja untuk memastikan bahwa dia memang di alam iblis dan sudah menjadi iblis.

"Terlalu percaya diri!" dengus Xiong Fan tak suka. Iblis yang baru datang itu sangat menyebalkan. Andai saja dia bukan seseorang yang harus mereka hormati, Xiong Fan akan membunuhnya hanya dengan satu gerakan saja.

Iblis baru lahir biasanya belum kuat, kecuali mereka sangat istimewa atau mendapatkan kekuatan dari raja iblis.

"Buktinya saja, kalian tahu namaku dan aku tak tahu nama kalian. Itu artinya, aku terkenal. Kurasa orang yang membawaku ke sini bukan orang sembarangan."

Wu Mei Xiang memasang wajah menyebalkan untuk memicu perkelahian lagi. Dia perempuan tidak tahu malu dan suka berkelahi dengan ucapan, terlebih setelah kematiannya yang keji.

"Jangan terlalu sombong, tuan bisa saja menghancurkanmu menjadi debu dalam satu jentikan jari. Atau kau bisa berubah menjadi hujan darah," jelas Xiong Fan dengan nada mengancam.

"Kita lihat saja nanti. Apakah tuanmu itu memang akan menghancurkan aku, atau malah ... kau yang akan dihancurkan karena mencoba mengancam dan melukai aku, Wu Mei Xiangyang sangat pandai dan terkenal ini."

Wu Mei Xiang biasanya akan menepuk dadanya sangat mengucapkan kata-kata seperti itu. Namun, kali ini kedua tangan dan kakinya diikat keras. Tentu saja dia takkan bisa melakukannya.

"Haish," keluh Wu Mei Xiang menyadari kondisinya.

"Mengapa? Kau sadar kau hanyalah sandera lemah yang kecil dan tidak berdaya?"

Xiong Fan tersenyum menghina dan mengejek Wu Mei Xiang yang sedang meratapi nasibnya.

"Tidak mungkin. Kalaupun aku jadi sandera, aku akan menjadi sandera paling tampan dan menawan," ucap Wu Mei Xiang lagi. Kali ini dia tertawa tak mau membiarkan manusia di hadapannya menang secara psikologis.

“Kau sungguh gila, bagaimana kau bisa menyebut dirimu tampan padahal kau adalah perempuan?” Xiong Fan masih saja melayani obrolan tidak penting itu.

“Aku jelas tampan, bahkan lebih dibandingkan kau,” jawab gadis itu masih mencoba merusak pendengarnya. Dia tak peduli apakah iblis punya psikologis atau tidak, pokoknya dia harus menang dalam berdebat.

Xiong Fan kesal dan hampir saja mendaratkan tinjunya pada gadis yang baru saja mati dan mengakhiri kehidupannya sebagai manusia.

“A Fan, lupakan, kita harus menjaganya dan bukan membunuhnya. Kembalikan akal sehatmu,” kata pria yang lebih pendek.

Dia terlihat lebih stabil dibandingkan saudaranya. Wu Me Xiang terkekeh melihat tingkah dua iblis aneh itu.

Catatan tambahan: 

Tokoh utama:

  1. Wu Mei Xiang: meaning, beautiful fragrance. Usia 27 tahun, peneliti nuklir dan profesor muda. Sangat tertarik dengan nuklir dan penelitian. Cantik, kutu buku, tetapi masih memiliki ketertarikan pada dunia luar.

  1. Cheng Li: meaning power, strength. Usia 31 tahun, lord devil, immortal dan penguasa Kota Hantu Yi. Sangat kejam dan suka membunuh ketika dia merasa terganggu, tetapi selalu melindungi teman dan keluarganya, terutama Wu Mei Xiang.

  1. Wen Liwei : meaning, geatness. Usia ribuan tahun. Jenderal kepercayaan Cheng Li.

  1. Jiang Qiao: meaning aspiring. Jenderal perempuan dan pelayan Wu Mei Xiang. Usianya tidak ketahui karena alam iblis berbeda dengan manusia.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status