Two Lives ( INDONESIA )
Two Lives ( INDONESIA )
Author: Noni.Ar
Chapter 1

Cari si brengsek itu dan bawa dia  dihadapanku!

Ikutlah Karina ke dunia atas bersamaku

Aa..aku mau disini

.

.

2 bulan Karina sudah dirawat dirumah sakit ini dengan kondisi sudah mulai membaik. Karina kini hanya bisa duduk diam di dalam ruangan,  orang-orang disini tidak memberinya izin untuk sekedar melihat sekitar ataupun pulang kerumahnya.


Sebenarnya dia tidak keberatan sama

sekali untuk tinggal disini lebih lama lagi, Karina bisa mendapatkan makanan enak yang selama ini belum pernah dilihat seumur hidupnya. Selama dirawat disini Karina bahkan bisa mandi dengan sangat puas tanpa perlu takut kekurangan air, apalagi ditempat ini disediakan air panas.


Melihat sekitar ruangan, Karina baru tahu jika kamar dirumah sakit orang kaya seperti rumah pada umumnya.

“Membosankan, sebenarnya siapa mereka? Kenapa mengurungku disini?" Tanya lirih Karina.


Clek

Karina hampir saja memekik saat pintu kamarnya dibuka secara tiba-tiba, apakah sulit bagi orang ini untuk mengetuk pintu kamarnya dengan sopan? Orang ini tidak sopan sama sekali.


“Nona anda sudah harus bersiap-siap, sebentar lagi kita akan pergi nona“ ucap pria berjas hitam.


Karina terdiam beberapa saat, tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.

.

.

Halaman Gedung

Pujian tidak berhenti keluar dari mulut Karina, dia sekarang sedang menikmati menaiki sebuah mobil mewah yang sangat bagus dan wangi.


“Silakan“ ucap supir, membuka pintu  mobil dan mempersilakan Karina untuk turun.


“Saya akan menjemput nona tiga jam dari sekarang, permisi" ucapnya sopan dan meninggalkan Karina dengan wajah bodoh.


Karina yang panik langsung mengejar mobil dengan panik, dia tidak menyangka jika orang ini akan membuangnya disini.


"Tuan tunggu saya tuan!" Teriak panik Karina saat melihat mobil sudah pergi meninggalkan dia disini sendiri.


"Apa yang akan saya lakukan sekarang" Ucap Karina khawatir.


Akhirnya dengan pasrah Karina mulai melihat disekitar tempat asing ini, menatap gedung tinggi dihadapannya dengan bingung

"Nona muda" panggil wanita tua.

.

.

Karina sekarang sedang dibaringkan disebuah kasur mewah dengan  lima orang wanita tua disekelilingnya.


“Tenang nona, kami akan melakukannya dengan cepat“

Setelahnya hanya teriakan Karina yang terdengar di dalam ruangan salon.


Seorang pemuda berdiri di depan gedung salon mewah dengan wajah dingin, bahkan tatapannya membuat beberapa wanita disana jadi takut. Wanita tua keluar dari dalam gedung bersama pria tinggi besar yang sedang menggendong Karina.


“Nona muda saat ini sedang tertidur tuan mike" ucap wanita salon sopan.

Pria tinggi besar memberikan  Karina yang berada di gendongannya kepada mike.


“Kami sudah melakukan tugas seperti yang anda perintahkan tuan“

“Asistenku akan mentransfer uangnya“ ucapnya datar.

.

.

Selama didalam mobil mike terus memandangi wajah Karina yang tertidur pulas diatas pangkuannya, sesekali Karina berguman tidak jelas dan bertingkah aneh sehingga membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


“Selamat datang kembali Elsa" bisik Mike pelan.

.

.

Karina terbangun sambil menguap kecil, menggaruk pipi gembil miliknya yang  gatal, bangkit dari tempat tidur dengan bingung. Pagi ini dia kembali terbangun ditempat asing, bahkan hidungnya kini bisa mencium wangi yang sangat manis.


“Tapi ini dimana?“ gumannya pelan dengan wajah linglung.


Mike masuk kedalam kamar dengan membawa segelas air dengan warna yang menurut Karina sangat aneh, wajahnya terlihat penuh kebodohan karena masih linglung.

“Kamu sudah bangun?”


Menaruh gelas disisi kanan tempat tidur, berjalan menghampiri Karina yang kini sedang menatapnya horor.

“Apa kamu lapar?“ tanya mike dengan lembut.


“Kau bberhenti menciumku um ttuan" cicitnya dengan wajah merah.

Mike terkekeh, mengangkat dengan mudah tubuh milik Karina yang kurus, Mike mendudukkannya diatas kursi dengan lembut. Menyenderkan punggung ke sofa setelah membuat Karina nyaman.


“Kenapa aku tidak boleh menciummu?"

Menatap lekat sosok Karina yang kini salah tingkah karena menahan malu, sungguh ini pemandangan yang menyenangkan bagi Mike.


“Saya tidak suka“ cicitnya pelan karena takut.

Sosok yang ditakuti  Karina hanya bisa  mendengus, menarik gadis ini untuk lebih dekat dengannya. Menatap wajah berisi milik Karina untuk mengecup keningnya dengan sayang, mike menatapnya sangat dalam sehingga membuat Karina pingsan dengan wajah semerah tomat.


.

.

Karina duduk manis dengan mulut menganga, seumur hidup dia belum pernah melihat makanan sebanyak ini dihidupnya. Orang ini benar-benar orang kaya, apalagi sekarang dia rasa makanan ini cukup untuk sebulan hidupnya selama dikota bawah.


“Tidak akan kenyang jika kamu terus menatapnya“ ucap mike santai.

Karina segera menutup mulut dan berdehem dengan malu, sungguh aneh dia bisa terdiam hanya karena melihat banyak makanan.


“Apakah ini masih di póli omíchlis?"

Mike menaikkan satu alis miliknya

“Kamu kira ini dimana?"


Karina hanya bisa tersenyum kikuk setelah menyadari pertanyaan bodoh miliknya, melihat makanan di atas meja dia mulai bingung harus memilih yang mana dulu untuk dimakan. Menatap pria tampan didepannya dengan canggung, dia takut jika nanti harus disuruh uy membayar semua makanan setelah selesai, karena saat ini dia sama sekali tidak memiliki uang.


Mike yang kesal melihat tingkah anehnya  memutuskan untuk berdiri, menghampiri sosok yang masih bingung dengan dingin. Mengangkatnya dengan mudah sehingga mengundang pekikkan dari sang empu.


“YAK! Berhenti memindahkanku!" dengan muka merah terus menatap tajam mike, posisinya sekarang sungguh sangat canggung.


Mike tersenyum dan mengapit kedua pipi Karina dengan kuat, anak bodoh ini sangat lambat hingga membuatnya kesal.

“Kenapa kamu sangat lucu, aku hanya menyuruhmu untuk makan"

"Baik"

“Hei apa kamu tahu?“


Karina menggeleng dengan polos, dia sama sekali tidak tahu apa-apa jika pria ini ingin bertanya hal aneh kepadanya.

“Aku sangat senang saat melihatmu lagi, tapi aku ingin tahu kamu selama ini berada dimana?“


Karina blank dengan sangat bodohnya, apa maksud pria aneh ini ‘huh ‘ dari dulu dia hanya di  póli omíchlis saja.


Mike menghela nafas saat tidak mendapatkan jawaban darinya, menyuap potongan daging kedalam mulut Karina yang otomatis membuka dan mengunyah dengan lahap begitu terus sampai habis.


Mike tersenyum melihatnya yang makan dengan bahagia, ini adalah awal bagi hubungan baru mereka yang telah lama hilang. Masa depan akan menjadi hari dimana hanya ada dia dan wanita yang dicintainya.

Aku akan membuatmu kembali elsa...


.

.

Karina saat ini sedang shok saat memandangi gedung besar yang sangat megah dan sangat luas, bahkan seumur hidupnya dia belum pernah melihat tempat sebagus ini selama dikota bawah.


Hidupnya serba belum pernah melihat apa-apa.

( ̄ヘ ̄;)

“Ini adalah taman bunga, kau dulu sering kesini“ ucap mike dengan tatapan sendu memandang bunga.


Karina mencelos mendengarnya, sebenarnya apa yang dikatakan pria ini? dia sama sekali tidak mengerti  apa-apa tentang taman. Mengurus hidupnya saja sudah sangat sulit apalagi mengurus bunga dan taman sebesar ini seorang diri. Karina bahkan dia tidak tahu jenis bunga apa saja yang ada disini, yang sering dia lakukan selama ini adalah mengumpulkan sampah untuk bisa bertahan hidup.


Mike tersenyum, berjalan menghampiri Karina yang betah melamun.

“Waktu terasa semakin berlalu, semua cerita kita dulu juga secara perlahan memudar"


Menarik tangan Karina untuk kembali kedalam ruangan, karena Mike tahu jika sosok ini tidak akan pernah mengerti makna dari taman indah ini.


.

.

Duduk manis di atas ranjang karina mulai berpikir dengan bingung, dia hanya bisa  menyimpulkan jika pria itu salah mengira dirinya dengan orang lain saat mengingat dari awal apa yang dibicarakan  semua kepada dirinya sangat aneh.


Karina  sekarang bisa menyimpulakan bahwa pria itu sudah gila!

Karina mulai meremat jari-jarinya dengan khawatir, nasib sial terus saja datang pada hidupnya dari dulu. Dia ingin kabur dari tempat terkutuk itu malah terjebak di tempat aneh ini, sekarang pikirannya benar-benar kalut.


“Apa aku kabur saja“ bisik Karina cemas.

“Coba saja jika kau bisa baby“ ucap Mike dan menaruh susu strowberry di atas meja.


Berjalan santai menghampiri sosok yang kini sedang panik di tempatnya.

“ Karina itu namaku bbukan baby, eum sepertinya kau salah ppaham tuan dan mmungkin kau mengira jika aku adalah baby yang kau kenal! Tapi sumpah aku belum pernah mendengar nama baby sebelumnya “ akunya polos.


Mike hanya bisa terdiam mendengar ucapan anehnya. Sekarang Karina menatap Mike dengan takut.

“Kamu kira baby itu nama orang?“ Berjalan lebih dekat pada sosok Karina yang kini sudah memasang wajah kusut aneh tapi malah terkesan imut dimata Mike.


Karina mulai menciut, sekarang dia harus menyembunyikan dirinya didalam selimut dengan waspada.

"Baby itu panggilan sayang, minumlah dan tidur“ Memberikan gelas yang berisi susu.


Menatap bingung dengan mulut yang terus menelan air susu  ‘ air ini enak ‘dan memberikan gelas setelah selesai, Karina seperti anak kecil yang patuh.

Mike tersenyum, merebahkan tubuh berisi milik Karina dan mengambil tempat disisi satunya. Dengan lembut menarik tubuh Karina untuk lebih dekat dengannya.


“Elsa itu adalah namamu dulu dan sekarang tetap seperti itu mengerti, kita akan memulai hidup baru untuk masa yang akan datang baby" bisik lembut Mike.

Mike menarik Karina kedalam pelukan yang erat  sehingga sosok kecil Karina tenggelam di dalam rengkuhannya, tesenyum tipis.


walau kini semuanya berbeda, tapi akan tetap kujalani ‘


.

.

Karina berjalan santai disekitar mansion mewah ini, uda terhitung 5 bulan dia tinggal disini dengan nyaman. Tapi sebenarnya dia belum mengerti kenapa dirinya bisa berada disini dan kenapa semuanya seperti tampak tidak asing baginya.


Disisi lain  Karina sangat bersyukur karena bisa hidup enak tanpa perlu memikirkan makan apa untuk nanti malam dan mencari dimana? Terlebih lagi dia sekarang memiliki kamar yang sangat nyaman, hangat plus tidak perlu lagi bertemu si brengsek John.


Pria bernama Mike ini  sungguh  memperlakukan dia dengan sangat baik, tapi di satu sisi Karina tidak suka jika Mike selalu menyamai dirinya dengan sosok orang lain. Karina sering kesal jika Mike mencium dan menggendong dirinya seperti bayi koala yang kehilangan induk.


Karina saat ini berdiri dengan sangat nyaman di balkon kamar miliknya, menghirup udara yang sangat segar.

"Sngguh nyaman“ bisik pelan Karina.


Bahkan selama tinggal disini dia tidak pernah mencium bau busuk, apa ini yang dikatakan bella tentang hidup nyaman di kota atas, tersenyum manis saat melihat kupu-kupu terbang diatasnya.


“Kamu disini“

Karina terkejut saat seseorang dengan tiba-tiba memeluk dirinya dari belakang, mencium pundak kecilnya dengan posesif hingga membuatnya risih.


“Malam ini ada pesta, jadi bersiaplah sayang“ Mike memutar badan milik Karina untuk berhadapan dengannya,

“Aku akan mengenalkanmu kepada semua rekan dan juga temanku“ membelai pipi yang semakin gembil milik Karina.


“Pesta untuk apa mike? Apa aku perlu datang" keluhnya manja.

Membawa Karina ke dalam pelukan,

“Tentu saja untuk mengenalkanmu kepada mereka, lagian sepertinya kau juga sudah mulai terbiasa tinggal disini dan mungkin sekarang waktu yang tepat Elsa“


Melepaskan pelukan dan mengapit kedua pipi gembil milik Karina dengan kedua tangan, mengecup lembut bibir dengan santainya hingga membuat Karina memerah malu.

“Kamu bberhrenti menciumku“ ucapnya kesal.


Mike tersenyum manis,

“Tidak akan pernah“  Mike langsung mencium bibir Karina dengan dalam, mengangkatnya seperti koala untuk membawanya menuju kamar tanpa memutuskan tautan mereka.


Mike meletakkan Karina diatas kasur dengan perlahan, “Kamu tahu Elsa, aku sangat senang  saat mereka berhasil menemukanmu“

"Aku?"


“So baby“ menenggelamkan dirinya sehingga menimbulkan pekikkan dari sang empu.

“Mike hhenttikan hiks“ Karina mulai ketakutan sekarang.


Bukankah pria ini sama saja dengan bajingan John yang selalu memanfaatkan orang lain untuk menindas mereka yang lemah.

Mike berhenti, menatap Karina yang sudah mulai terisak kuat,

“kamu ini kenapa? apa kamu takut padaku Elsa“ membelai lembut rambut milik Karina.


Karina semakin ketakutan terhadap Mike, "Lepaskan aku"

“Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu“ mengecup punggung dan memeluk tubuh Karina dengan erat.


Karina memejamkan mata erat, dia tidak mau berpikir apa yang akan terjadi di masa depan terhadap hidupnya.


Comments (1)
goodnovel comment avatar
minicroissant
menarik sih ceritanya.. mau follow akun sosmed nya dong kalo boleh?
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

DMCA.com Protection Status